
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengambil langkah cepat dalam menangani persoalan lingkungan dengan mengerahkan sepuluh armada pengangkut sampah untuk membersihkan tumpukan sampah di Crossing KM 19 Tol Jakarta–Cikampek, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan.
Aksi pembersihan yang dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, tersebut berhasil mengangkut sekitar 157 ton sampah yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyatakan bahwa pengerahan armada dilakukan segera setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung kondisi tumpukan sampah di lokasi.
Penumpukan sampah tersebut dinilai telah mengganggu kebersihan kawasan dan menimbulkan keluhan dari masyarakat serta pengguna jalan tol.
Dalam pelaksanaannya, sepuluh armada pengangkut milik Pemkab Bekasi didukung oleh empat armada tambahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Seluruh sampah yang diangkut kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kota Bekasi, untuk ditangani lebih lanjut sesuai prosedur pengelolaan limbah.
“Kami telah menyiapkan sepuluh armada untuk mengangkut sekitar 157 ton sampah di pinggir tol agar dampaknya terhadap warga tidak semakin meluas,” ujar Endin.
Ia menambahkan, langkah cepat ini bertujuan mengurangi berbagai risiko lingkungan, seperti potensi banjir akibat tersumbatnya aliran air serta bau tidak sedap yang selama ini dikeluhkan oleh warga sekitar dan pengguna Tol Jakarta–Cikampek.
Menurut Endin, wilayah hilir Kabupaten Bekasi kerap menerima limpahan sampah dari daerah hulu, sehingga penanganan di titik-titik rawan seperti KM 19 menjadi solusi langsung untuk menjaga kesehatan lingkungan.
Selain itu, pengangkutan sampah secara terukur dinilai penting untuk memastikan akses jalan tol tetap bersih sekaligus melindungi kawasan permukiman di sekitar Tambun Selatan.
Dampak positif dari kegiatan tersebut mulai dirasakan warga. Suryana, salah seorang warga Desa Lambangsari, mengungkapkan bahwa bau menyengat yang sebelumnya berasal dari tumpukan sampah kini mulai berkurang setelah truk pengangkut dikerahkan ke lokasi.
“Sekarang udaranya lebih enak dan jalanan tidak lagi dipenuhi sampah,” ujar Suryana.
Ke depan, Pemkab Bekasi memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna mencegah kembali terjadinya penumpukan sampah di lokasi-lokasi rawan pembuangan liar.
Pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat koordinasi lintas wilayah agar persoalan sampah dapat ditangani secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.





