
Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) memastikan kesiapan operasional bus sekolah bantuan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI).
Kehadiran armada ini diproyeksikan menjadi solusi transportasi aman bagi pelajar, khususnya di wilayah Rembang bagian selatan yang selama ini minim angkutan umum.
Sekretaris Dinas Dindikpora Kabupaten Rembang, Khoironi, mengungkapkan bahwa unit bus tersebut kini sudah berada di kantor Dindikpora.
Secara internal, pihaknya telah menyiapkan anggaran operasional hingga tenaga pengemudi agar layanan ini bisa segera berjalan.
“Untuk kesiapan operasional sebenarnya sudah kami siapkan, baik dari sisi anggaran maupun driver. Namun hingga saat ini bus belum dapat beroperasi karena masih menunggu kelengkapan administrasi berupa faktur serta berita acara serah terima dari kementerian terkait,” ujar Khoironi saat ditemui di halaman Kantor Bupati Rembang, Kamis (29/01/2026).
Fokus Layani Wilayah Selatan
Sambil menunggu proses administrasi rampung, Dindikpora tengah mematangkan pemetaan rute.
Rencananya, bus sekolah ini akan difokuskan untuk melayani jalur Sulang hingga Gunem.
Khoironi menjelaskan, pemilihan rute ini didasarkan pada kondisi transportasi yang cukup memprihatinkan di kawasan tersebut.
Masih banyak ditemukan siswa yang berangkat sekolah menggunakan sepeda motor meski belum cukup umur.
Bahkan, fenomena siswa bergelantungan di angkutan desa yang tidak layak jalan masih kerap terjadi.
“Wilayah Sulang sampai Gunem saat ini praktis tidak memiliki angkutan desa yang aktif. Kalaupun ada, sebagian besar sudah tidak beroperasi, termasuk di jalur Sulang menuju SMP Negeri 2 Bulu. Kondisi ini tentu berisiko bagi keselamatan anak-anak,” tegasnya.
Selain mengoptimalkan bantuan bus dari pusat, Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang tahun ini juga telah mengajukan usulan penambahan armada baru.
Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan layanan transportasi pelajar di daerah pinggiran lainnya.
Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan tidak hanya keselamatan siswa yang terjamin, tetapi juga tercipta lingkungan pendidikan yang lebih tertib dan aman di Kabupaten Rembang.





