
Pemerintah Kabupaten Ciamis menyambut positif rencana pelaksanaan riset, praktik lapangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Pasundan (Unpas) Bandung.
Agenda akademik yang diikuti puluhan mahasiswa ini secara khusus akan menyoroti implementasi tata kelola digital pemerintahan daerah Ciamis di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, saat menerima kunjungan resmi dari jajaran civitas akademika Unpas.
Pertemuan riset Tata Kelola Digital Pemerintahan Daerah Ciamis ini berlangsung di ruang Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis pada Senin (25/05/2026).
Pemkab Ciamis menilai kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan dunia akademik dengan praktik birokrasi modern.
Ringkasan Berita
Fokus Riset: Digitalisasi Pelayanan Publik
Perwakilan dari pihak Universitas Pasundan, Thomas Bustomi, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian penting dari kurikulum aplikatif kampus.
Sebanyak 94 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dipastikan bakal turun langsung ke Ciamis. Seluruh peserta akan dibagi ke dalam 19 kelompok kerja yang tersebar di sejumlah instansi strategis.
Pihak kampus sengaja memilih Bumi Galuh karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam transformasi birokrasi.
Oleh karena itu, tema besar yang diusung dalam program Riset dan Praktik (Ristek) tahun ini adalah “Optimalisasi Tata Kelola Digital Pemerintahan Daerah dalam Mendukung Sasaran Prioritas Pembangunan Daerah Kabupaten Ciamis.”
Menurut Thomas, program ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai dari tanggal 13 Juli hingga 12 Agustus 2026.
Kehadiran mahasiswa di lapangan diharapkan mampu memotret secara riil tantangan dan peluang implementasi teknologi dalam birokrasi.
Riset Tata Kelola Digital Pemerintahan Daerah Ciamis sebagai Syarat Kelulusan
Lebih lanjut, Thomas memaparkan bahwa Ristek dan PKM ini bukan sekadar pemenuhan formalitas akademik belaka.
Kegiatan luar kampus ini menjadi salah satu syarat mutlak kelulusan bagi mahasiswa yang berada di fase akhir masa studi.
Nantinya, luaran dari riset ini harus dibuktikan melalui penyusunan laporan simulasi skripsi yang digarap secara berkelompok.
Model laporan ini dirancang agar mahasiswa mampu berpikir kritis dan memberikan solusi berbasis data (evidence-based policy).
Dalam pemaparannya di hadapan jajaran pejabat Setda, Thomas menjelaskan bahwa para mahasiswa nantinya akan berinteraksi langsung dengan dinamika birokrasi di lapangan.
Melalui program ini, mereka berkesempatan untuk melihat, merasakan, sekaligus membedah secara mendalam bagaimana implementasi tata kelola digital pemerintahan daerah Ciamis diterapkan.
Proses pembelajaran interaktif tersebut sengaja dirancang agar peserta dapat memahami potret riil dari digitalisasi pelayanan publik yang sedang berjalan di Bumi Galuh.
Ciamis Berbagi Pengalaman Sukses E-Government
Merespons paparan tersebut, Sekda Ciamis Andang Firman Triyadi menyatakan kesiapan penuh dari seluruh jajaran OPD untuk menjadi mentor bagi para mahasiswa.
Andang menegaskan, Kabupaten Ciamis tidak pernah menutup diri dari inovasi dan masukan dari kalangan akademisi.
Menurutnya, Kabupaten Ciamis memang tengah melesat dalam membangun ekosistem digital terintegrasi.
Komitmen ini dibuktikan dengan berbagai apresiasi dan penghargaan yang diterima Pemkab Ciamis di tingkat regional maupun nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan nada optimis, Andang membeberkan salah satu bukti nyata keberhasilan tersebut, yakni penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk Wilayah Jawa-Bali yang sukses disabet Kabupaten Ciamis.
Bagi Andang, apresiasi bergengsi ini bukan sekadar piala pajangan, melainkan sebuah pengakuan konkret bahwa transformasi tata kelola digital pemerintahan daerah Ciamis kini telah berjalan di jalur yang tepat dan berada pada arah perkembangan yang benar.
Berharap Lahirkan Inovasi Baru untuk Daerah
Andang menambahkan, rekam jejak prestasi digital tersebut menjadikan Ciamis sebagai laboratorium hidup yang sangat ideal bagi mahasiswa FISIP Unpas.
Proses saling berbagi ilmu (knowledge sharing) antara aparatur sipil negara (ASN) dan mahasiswa diharapkan bisa berjalan dua arah secara produktif.
Pihak pemerintah daerah juga menaruh harapan besar agar program Ristek ini tidak berhenti di atas kertas laporan saja.
Rekomendasi-rekomendasi ilmiah yang dihasilkan mahasiswa nantinya harus bisa diadopsi menjadi kebijakan praktis.
Sekda Ciamis menilai agenda akademik ini sebagai ruang pembelajaran yang ideal bagi para mahasiswa.
Ia pun menaruh harapan besar agar kehadiran civitas akademika Unpas mampu memberikan kontribusi positif, sekaligus menyumbang gagasan segar serta inovasi baru demi mendukung keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Ciamis.
Dengan adanya sinergi ini, transformasi tata kelola digital pemerintahan daerah Ciamis diharapkan semakin matang, transparan, dan mampu memberikan pelayanan publik yang jauh lebih cepat serta responsif bagi seluruh masyarakat Ciamis.





