
Dinamika politik di Tatar Galuh pasca pertemuan elit partai Koalisi Ciamis Maju kini memasuki babak baru. Situasi perpolitikan lokal tersebut terus menyedot perhatian luas dari berbagai kalangan publik.
Perbincangan mengenai siapa sosok kandidat Wabup Ciamis yang paling ideal terus bergulir santer. Berbagai lapisan masyarakat menantikan siapa figur tangguh yang pantas mendampingi sang bupati.
Menanggapi iklim politik yang kian menghangat ini, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, M.M., akhirnya angkat bicara. Ia tampil ke hadapan publik guna menegaskan posisinya secara lugas dan profesional.
Orang nomor satu di jajaran Pemkab Ciamis tersebut menyatakan sikap netralnya terkait bursa pencalonan. Beliau memastikan bahwa jalannya roda pemerintahan tidak akan terganggu oleh manuver politik.
Ia menegaskan sama sekali tidak akan ikut campur dalam menentukan siapa kandidat Wabup Ciamis yang kelak menemaninya. Proses pengusulan sepenuhnya diserahkan kepada otoritas mutlak partai politik pengusung.
“Saya dalam posisi netral, tidak akan intervensi maupun ikut campur,” ujar Bupati Herdiat kepada wartawan, Selasa (18/8/2026). Semua keputusan murni diserahkan sepenuhnya kepada parpol koalisi dan forum DPRD.
Pernyataan lugas ini sontak meredakan berbagai spekulasi liar yang belakangan ini berkembang. Publik sebelumnya memang sempat menerka-nerka ke mana arah dukungan politik sang petahana.
Ringkasan Berita
Sikap 100 Persen Netral Terhadap Kandidat Wabup Ciamis
Ketegasan sikap bupati dalam merespons kemunculan nama-nama kandidat Wabup Ciamis rupanya bukan sekadar ucapan lisan. Langkah tegas ini bukanlah bentuk upaya instan untuk meredam isu politik sesaat.
Komitmen ogah ikut campur tersebut sejatinya telah diwujudkan melalui langkah birokrasi yang konkret. Pemkab Ciamis dipastikan sudah menjalankan prosedur sesuai ketetapan tata tertib ketatanegaraan.
Hal krusial tersebut tertuang jelas dalam surat bernomor 100.2/1.346-Pemksm/2026 tertanggal 30 Juli 2026 silam. Surat edaran ini diterbitkan secara spesifik untuk mengatur proses pengisian jabatan kosong.
Dokumen hukum kenegaraan itu ditujukan langsung kepada Ketua DPRD Ciamis secara hierarkis. Tembusan resminya pun telah dikirimkan ke pihak partai koalisi tanpa terkecuali.
Tujuannya agar proses pengajuan setiap kandidat Wabup Ciamis dapat dipahami secara transparan oleh warga. Tidak boleh ada sedikit pun ruang bagi manuver gelap di luar aturan perundang-undangan.
Mengacu pada dokumen itu, bupati menegaskan kewenangan mutlak berada di tangan gabungan partai pengusung. Ia sangat meyakini bahwa partai koalisi memiliki mekanisme seleksi internal yang matang.
Oleh karena itu, seleksi awal bagi setiap kandidat Wabup Ciamis dipastikan berjalan sangat demokratis. Seluruh alur administrasinya dipantau murni sesuai dengan koridor regulasi yang berlaku.
Sesuai aturan tata kelola pemerintahan, tahapan krusial ini memang harus diawali dari usulan internal koalisi. Partai pengusung pasangan periode 2025-2030 diberikan wewenang penuh untuk mengerucutkan pilihan.
Setelah kesepakatan internal tercapai, mereka akan mengusulkan maksimal dua nama resmi melalui pintu bupati. Berkas persetujuan tersebut menjadi syarat mutlak untuk melangkah ke tahapan berikutnya.
Selanjutnya, kedua figur kandidat Wabup Ciamis tersebut akan dibawa masuk ke ruang persidangan parlemen. Mereka akan melalui tahapan persetujuan resmi di dalam gedung wakil rakyat daerah.
Prosedur Pemilihan dan Harapan kepada Kandidat Wabup Ciamis
Setelah tahapan usulan dari partai pengusung rampung, langkah selanjutnya akan sepenuhnya menjadi ranah legislatif. Proses ini akan dikawal langsung oleh panitia khusus atau pimpinan struktural dewan.
Forum rapat paripurna anggota dewan inilah yang nantinya berhak menentukan nasib figur politik tersebut. Keputusan bisa diambil melalui jalur mufakat kekeluargaan maupun pemungutan suara terbanyak.
Hasil akhir dari pemilihan kandidat Wabup Ciamis di forum wakil rakyat itu akan langsung diteruskan ke pusat. Dokumen kenegaraan yang sah tersebut dikirimkan langsung kepada Menteri Dalam Negeri.
Tentu saja, berkas usulan administratif tersebut tetap harus melewati meja Gubernur Jawa Barat. Persetujuan resmi di tingkat provinsi wajib didapatkan sesuai alur prosedur yang berjenjang.
Mengingat waktu yang terus berjalan, bupati turut memberikan saran taktis yang membangun. Kebutuhan kelancaran struktur birokrasi ini dinilai sangat mendesak demi menjaga kualitas pelayanan publik.
Siapa pun tokoh yang merasa mantap maju sebagai kandidat Wabup Ciamis, disarankan segera merapatkan barisan. Mereka diwajibkan untuk menyamakan visi misi dengan arah kebutuhan strategis daerah.
Langkah paling rasional saat ini adalah membangun intensitas komunikasi secara masif dan berkelanjutan. Koordinasi yang kuat bersama petinggi koalisi parpol pengusung merupakan sebuah modal berharga.
Lebih jauh, Bupati Herdiat menggarisbawahi pentingnya silaturahmi politik yang bernuansa inklusif. Pendekatan hangat ini merupakan kunci utama memenangkan dukungan mayoritas di dalam parlemen.
Beliau kembali menjamin netralitas birokrasi tanpa adanya perlakuan spesial ke kubu mana pun. Seluruh aparatur sipil negara dilarang keras terlibat dalam pusaran dinamika politik praktis.
Pada akhirnya, kepala daerah petahana ini mengaku sangat berpikiran terbuka menyambut rekan kerja barunya. Ia bersiap diri secara penuh dalam menghadapi sisa masa jabatannya ke depan.
Ia menyatakan ketersediaannya menjalin kolaborasi struktural dengan sosok pemenang pilwabup nantinya. Siapa pun yang kelak ditugaskan oleh negara pasti akan dirangkul demi kesejahteraan rakyat.
Harmonisasi kepemimpinan eksekutif ini amat dinantikan demi kelancaran penyelesaian program strategis. Khususnya dalam mewujudkan berbagai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.
Tuntutan fundamental yang diajukan oleh bupati nyatanya sangat rasional dan terukur dengan baik. Figur terpilih wajib memiliki niat tulus berkolaborasi tanpa mengedepankan ego sektoral.
Kemampuan bersinergi demi mempercepat akselerasi kemajuan daerah dipandang sebagai sebuah harga mati. Tantangan kesejahteraan ekonomi kerakyatan ke depannya tentu tidak akan semakin mudah dihadapi.
“Saya siap bekerjasama dengan siapapun. Asalkan sama-sama ingin memajukan Ciamis,” pungkas Bupati Herdiat dengan penuh optimisme.
Pesan penutup tersebut sekaligus menjadi titipan harapan agung untuk sosok pemimpin masa depan. Khususnya kepada seluruh kandidat Wabup Ciamis yang kini tengah bersiap diri mengarungi arena kompetisi.





