
Ratusan peserta dari berbagai desa di Kabupaten Ciamis memadati kegiatan Workshop dan Pasar Ekonomi Kreatif (WEKRAFT) serta Sosialisasi Sadar Wisata 2025 yang digelar pada Sabtu (26/04/2025).
Kegiatan ini menjadi bukti konkret keseriusan Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam membangun potensi ekonomi kreatif sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat.
Acara dibuka dengan sambutan resmi dari Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Ahmad Yani.
Dalam sambutannya, Yani menekankan pentingnya kreativitas dan adaptasi sebagai kunci menghadapi perubahan zaman yang semakin dinamis.
“Kita tidak bisa lagi mengandalkan pola-pola lama. Dunia berubah cepat. Yang bertahan bukanlah yang terbesar, melainkan yang paling kreatif dan adaptif,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran sentral ekonomi kreatif dalam pertumbuhan daerah, menekankan bahwa ide-ide inovatif dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor utama untuk memperkuat perekonomian lokal.
Kabupaten Ciamis memiliki potensi yang luar biasa. Sayang sekali bila tidak dikelola dengan baik dan diperkenalkan ke dunia luar,” tambahnya.
Tidak hanya berbicara soal ekonomi kreatif, Ahmad Yani turut menekankan pentingnya pengembangan sektor pariwisata.
Menurutnya, keindahan alam saja tidak cukup tanpa dibarengi pelayanan yang ramah, aman, dan berkesan dari masyarakat setempat.
“Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) adalah ujung tombak pembangunan pariwisata desa. Bapak dan Ibu sekalian adalah duta kita. Kebersihan, pelayanan, hingga keramahan, semuanya ada di tangan kita,” kata Yani di hadapan peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Yani juga menekankan perlunya kolaborasi nyata antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan generasi muda untuk mendorong kemajuan. Menurutnya, pemerintah hadir untuk memfasilitasi, namun kunci utama tetap berada di tangan masyarakat.
Tak hanya menyuguhkan materi teoritis, acara ini juga mengajak peserta aktif terlibat dalam berbagai workshop interaktif.
Mulai dari pelatihan pemasaran digital, strategi branding produk lokal, hingga teknik pengelolaan destinasi wisata berkelanjutan, seluruh sesi dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para peserta.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara. Sejumlah pelaku UMKM yang hadir mengaku optimistis terhadap peluang baru yang bisa mereka raih dari program ini.
“Kami berharap dengan adanya workshop ini, produk kami bisa lebih dikenal, bahkan hingga ke luar Ciamis,” ujar Siti Nurhayati, pelaku usaha makanan tradisional.
Di sisi lain area kegiatan, Pasar Ekonomi Kreatif WEKRAFT berlangsung meriah.
Beragam produk lokal khas Ciamis dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga karya seni kreatif, memperlihatkan kekayaan dan keragaman potensi daerah.
Menutup sambutannya, Ahmad Yani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan inovasi.
“Mari kita buktikan bahwa Ciamis mampu menjadi pusat ekonomi kreatif dan pariwisata yang unggul. Mari kita berkarya, berinovasi, dan bergerak bersama,” serunya.
Dengan resmi, Ahmad Yani membuka kegiatan Workshop dan Pasar Ekonomi Kreatif serta Sosialisasi Sadar Wisata 2025, sambil berharap bahwa acara ini bukan hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan menjadi gerakan perubahan nyata di seluruh desa di Kabupaten Ciamis.





