Berita

Di Balik Gemerlap HPN 2026 PWI Ciamis, 100 Marbot Masjid Terima Apresiasi Penuh Haru

Kenyamanan umat Islam dalam beribadah di masjid tak lepas dari tangan dingin para marbot yang selalu bekerja dalam diam.

Menyadari realitas tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ciamis menjadikan dedikasi pahlawan tanpa tanda jasa ini sebagai sorotan utama.

Tepat pada puncak peringatan HPN 2026 PWI Ciamis yang digelar pada hari Minggu (26/4/2026), aksi bakti sosial difokuskan untuk menyentuh langsung elemen masyarakat di akar rumput.

Kegiatan yang mengusung tema besar “Pers Peduli, Alam Lestari” ini bukan sekadar ajang selebrasi tahunan bagi insan pers.

Sebaliknya, acara ini menjadi momentum refleksi diri bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab moral untuk meringankan beban sesama manusia.

Oleh karena itu, bantuan langsung disalurkan kepada 100 orang marbot masjid serta petugas kebersihan yang selama ini menjaga harmoni lingkungan Ciamis.

Makna Mendalam di Balik Santunan HPN 2026 PWI Ciamis

Seringkali, perayaan hari jadi sebuah profesi identik dengan acara seremonial eksklusif di dalam gedung mewah.

Namun, langkah yang jauh berbeda dan patut diapresiasi diambil oleh pengurus PWI Kabupaten Ciamis masa bakti 2025-2028.

Di bawah komando Anthika Asmara, organisasi kewartawanan ini memilih turun gelanggang dan berinteraksi dengan masyarakat kecil.

Para marbot masjid adalah sosok yang rutin bangun paling awal, jauh sebelum fajar menyingsing di ufuk timur.

Mereka memastikan sajadah tergelar sangat rapi, lantai masjid suci dari kotoran, dan pengeras suara berfungsi optimal agar lantunan azan bisa memanggil jamaah.

Sayangnya, kesejahteraan hidup mereka justru kerap luput dari perhatian publik dan pemerintah.

Baca Juga :  Bebas Pungli! DPMPTSP Ciamis Sabet Penghargaan WBK dari Kemenpan RB, Apa Rahasianya?

Melalui momentum HPN 2026 PWI Ciamis inilah, mata publik diajak untuk kembali menengok pengorbanan ikhlas para penjaga rumah ibadah tersebut.

Raut wajah haru tak bisa disembunyikan dari para penerima manfaat ketika mereka menerima apresiasi dari tangan para pewarta.

Selain marbot, petugas kebersihan daerah juga turut menerima apresiasi serupa. Kontribusi tenaga mereka sangat vital dalam menjaga keindahan serta kesehatan lingkungan perkotaan Ciamis.

Keringat yang mereka kucurkan berbanding lurus dengan tingkat kenyamanan yang dirasakan oleh warga kota setiap harinya.

Sinergi sosial ini membuktikan bahwa pers tidak hanya tajam dalam mengkritik melalui tulisan, tetapi juga peka terhadap denyut nadi kehidupan sosial.

Menyelaraskan Fungsi Pers dan Kepekaan Sosial

Lebih lanjut, inisiatif santunan ini sangat sejalan dengan komitmen jurnalisme empati (journalism of empathy).

Ketika para wartawan berbaur dan memberikan bantuan secara langsung, terjalin kedekatan emosional antara media dan masyarakat.

Hal ini secara tak langsung akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik yang diproduksi oleh media massa di tatar Galuh.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yang juga hadir mendukung rangkaian kegiatan HPN 2026 PWI Ciamis, selalu menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, elemen pers, dan warga.

Sinergi ini terbukti efektif dalam pelaksanaan bakti sosial yang terstruktur. Dukungan dari berbagai pihak membuat acara pendistribusian santunan berjalan sangat lancar dan tepat sasaran.

Apalagi, tuntutan kebutuhan ekonomi yang terus meningkat membuat bantuan logistik semacam ini terasa sangat bernilai.

Paket santunan yang diberikan diharapkan mampu sedikit meringankan beban kebutuhan pokok sehari-hari bagi para marbot dan pejuang kebersihan kota.

Transformasi Wajah Jurnalisme Ciamis

Penyaluran santunan ini sekaligus menjadi penanda bahwa wajah jurnalisme di Ciamis terus bertransformasi menjadi lebih inklusif.

Baca Juga :  LBH Ansor Kota Banjar Kecam Perusakan Mushola dan Kekerasan terhadap Petani

Jurnalis modern dituntut untuk tidak bekerja secara eksklusif dari balik meja redaksi.

Mereka didorong untuk turun ke lapangan, menyusuri pelosok daerah, dan mendengarkan keluh kesah masyarakat secara transparan.

Dengan melihat realitas kehidupan para marbot masjid dari jarak dekat, pewarta diharapkan bisa melahirkan karya tulis yang lebih mendalam, akurat, dan berdampak luas.

Berita yang diterbitkan bukan sekadar mengejar klik, melainkan mampu mengadvokasi hak-hak kaum marjinal yang suaranya sering kali terabaikan oleh bisingnya isu politik elite.

Tidak berhenti pada aspek kemanusiaan saja, rangkaian acara akhir pekan kemarin juga sukses mengakomodasi aspek ekologis.

Sehari sebelum aksi sosial ini, ratusan jurnalis beserta aktivis lingkungan terjun langsung menebar 150.000 benih ikan di aliran Sungai Cileueur.

Kombinasi aksi nyata pelestarian alam dan kepedulian sosial ini menjadikan perayaan pers tahun ini terasa sangat paripurna dan bermakna.

Harapan Berkelanjutan di Masa Depan

Ke depannya, publik Ciamis tentu menaruh harapan besar agar kegiatan filantropi semacam ini tidak terhenti hanya pada kalender seremonial.

PWI Kabupaten Ciamis diharapkan konsisten merumuskan program jangka panjang yang terus menyentuh isu-isu krusial di tengah masyarakat luas.

Kesuksesan perayaan HPN 2026 PWI Ciamis menegaskan kembali bahwa jurnalis adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem sosial.

Mereka adalah mata, telinga, sekaligus hati nurani publik yang harus selalu terjaga.

Melalui aksi merangkul 100 pahlawan tanpa tanda jasa ini, pers Ciamis telah menanamkan bibit kebaikan yang akan selalu tumbuh dan dikenang oleh masyarakat.

Tentu saja, langkah ini patut dijadikan standar emas (benchmark) bagi pelaksanaan hari pers di kota-kota lainnya.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca