
Suasana pagi di kawasan Taman Raflesia Ciamis pada Sabtu (14/3/2026) terasa jauh lebih hangat dan istimewa dari biasanya.
Para penggemar olahraga santai yang tergabung dalam Komunitas Jogging Raflesia (KJR) sukses mengisi keberkahan bulan suci Ramadan tahun ini dengan aksi nyata menebar kebaikan.
Tidak sekadar memeras keringat untuk menjaga kebugaran fisik, mereka bahu-membahu membagikan puluhan paket sembako bagi kalangan dhuafa dan petugas kebersihan (pasapon), serta menyalurkan santunan khusus untuk anak yatim.
Langkah inspiratif ini membuktikan bahwa semangat berbagi tidak pernah mengenal batas usia maupun latar belakang.
Memasuki hari keenam di bulan puasa, inisiatif KJR menjadi angin segar yang menghidupkan suasana sosial di pusat kota Kabupaten Ciamis.
Terlebih lagi, kegiatan sosial ini murni digerakkan oleh semangat gotong royong dan kepedulian para anggotanya terhadap masyarakat sekitar yang membutuhkan uluran tangan.
Titik Awal Berbagi Kebahagiaan di Jantung Taman Raflesia Ciamis
Aksi mulia tersebut mengambil titik kumpul atau “markas” utama mereka, yakni di pelataran tugu Taman Raflesia Ciamis.
Di lokasi yang menjadi ikon kebanggaan warga Tatar Galuh ini, sebanyak 69 paket sembako disalurkan secara langsung.
Penyaluran ini difokuskan kepada para dhuafa dan petugas pasapon (petugas kebersihan jalan). Pemilihan pahlawan kebersihan sebagai penerima manfaat tentu bukan tanpa alasan yang kuat.
“Ada 69 paket sembako yang kami bagikan pagi ini. Alhamdulillah, ini merupakan kegiatan rutin tahun ke-4 yang selalu kami gelar setiap bulan Ramadan,” ungkap Dodo, Ketua KJR Ciamis, kepada awak media di sela-sela acara, Sabtu (14/3/2026).
Menurut Dodo, para petugas pasapon memiliki peran yang sangat vital. Berkat dedikasi merekalah, ruang publik tersebut selalu terjaga kebersihan dan keasriannya.
Kondisi taman yang bersih membuat warga, termasuk para anggota KJR, merasa nyaman saat melakukan rutinitas jogging setiap harinya.
Menariknya lagi, jumlah paket sembako yang disalurkan pada Ramadan 2026 ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan bulan Ramadan tahun lalu.
Potret Toleransi Lansia yang Rutin Berolahraga di Taman Raflesia Ciamis
Setelah merampungkan pembagian sembako di pusat kota, Dodo beserta rombongan anggota KJR tidak langsung membubarkan diri.
Mereka melanjutkan agenda silaturahmi dengan mengunjungi keluarga besar Panti Asuhan “Manarul Huda” yang berlokasi di Jalan Cirahong, Nagrak, Kelurahan Sindangrasa, Ciamis.
Di panti asuhan tersebut, suasana haru sekaligus bahagia sangat terasa. Komunitas ini menyerahkan santunan uang tunai serta membagikan baju koko baru untuk 37 orang anak yatim santri yang bermukim di sana.
Selain itu, sebagai bentuk penghormatan, mereka juga memberikan bantuan khusus kepada 4 orang pengasuh pondok anak yatim Manarul Ulum.
Seluruh bantuan yang disalurkan hari ini, kata Dodo, baik itu paket sembako, santunan untuk anak yatim, maupun baju koko, murni merupakan hasil donasi swadaya dari anggota KJR.
“Dari hasil udunan bersama, terkumpul dana tunai sebesar Rp 7,8 juta,” jelas Dodo merinci transparansi sumber pendanaan kegiatan amal tersebut.
Potret Toleransi dan Gaya Hidup Sehat Lansia di Ciamis
Kiprah KJR patut diacungi jempol karena mampu melampaui sekat-sekat perbedaan di masyarakat.
Komunitas ini awalnya terbentuk murni sebagai wadah silaturahmi para penggemar olahraga jalan sehat yang rutin beraktivitas di seputaran Taman Raflesia Ciamis.
Anggota komunitas ini memiliki latar belakang yang sangat majemuk, menyatukan berbagai perbedaan suku, agama, hingga latar belakang profesi pekerjaan.
Menjaga Kebugaran dan Solidaritas di Masa Tua
Meskipun sebagian besar anggotanya berasal dari kalangan usia lanjut (lansia), semangat mereka untuk terus bergerak aktif sangatlah tinggi.
Mereka dipersatukan oleh satu kesadaran yang sama, yakni pentingnya menjaga pola hidup sehat di usia senja.
Tingkat toleransi dan kerukunan yang terbangun di antara anggota KJR juga menjadi contoh nyata indahnya keberagaman di Kabupaten Ciamis.
Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kebugaran fisik para anggota, area rute olahraga mereka pun semakin berkembang.
Kini, track jogging para lansia tangguh ini tidak hanya berputar di area alun-alun saja, melainkan semakin meluas hingga mencapai radius 5 kilometer dari pusat kota.
“Sekarang sudah ada 70 orang anggota aktif yang tergabung dalam KJR,” pungkas Dodo menutup perbincangan dengan nada bangga.
Konsistensi Komunitas Jogging Raflesia dalam menjaga kesehatan tubuh sembari menebar manfaat bagi sesama diharapkan mampu memantik inspirasi bagi komunitas-komunitas lain.
Di tengah tantangan ekonomi saat ini, kegiatan gotong royong seperti ini menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar urusan pribadi, melainkan bisa menjadi jembatan kepedulian sosial yang nyata.





