Berita

Tak Sekadar Angka, GEMBIRA Ubah Cara Pandang Siswa terhadap Matematika

Pembelajaran matematika yang selama ini identik dengan angka dan rumus kini mulai bergeser ke arah yang lebih kontekstual, kreatif, dan bermakna.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Sosialisasi Inovasi GEMBIRA (GeoGebra Matematika Berbasis Budaya Interaktif dan Kreatif) yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Galuh Ciamis di Aula SMAN 1 Kawali, pekan lalu.

Kegiatan ini mengusung tema “Integrasi Teknologi dan Budaya dalam Pembelajaran Matematika” dan bertujuan untuk memperkenalkan pendekatan baru dalam pembelajaran matematika.

Tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan kreativitas, literasi digital, serta apresiasi terhadap budaya lokal.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Galuh, Nur Eva Zakiah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa matematika sejatinya hidup dan berkembang dalam keseharian masyarakat, termasuk dalam berbagai bentuk budaya lokal.

Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu dirancang agar lebih dekat dengan realitas kehidupan siswa.

“Nilai-nilai matematika dapat ditemukan dalam berbagai unsur budaya. Dengan pendekatan yang tepat, siswa dapat memahami bahwa matematika bukan sekadar angka dan proses menghitung, melainkan juga bagian dari seni dan kreativitas,” ujar Nur Eva Zakiah.

Baca Juga :  Pasar Kuliner Halal Ciung Wanara Karangkamulyan Ciamis Layani Sertifikasi Halal Gratis

Ia menjelaskan bahwa inovasi GEMBIRA hadir sebagai respons terhadap kebutuhan pembelajaran matematika yang relevan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pelestarian budaya.

GEMBIRA merupakan akronim dari GeoGebra Matematika Berbasis Budaya Interaktif dan Kreatif, yang mengintegrasikan pemanfaatan aplikasi GeoGebra dengan nilai-nilai budaya lokal, khususnya dalam perancangan pola batik.

Melalui inovasi tersebut, siswa diajak untuk mempelajari konsep matematika sekaligus menerapkannya dalam kegiatan merancang pola batik digital.

Pendekatan ini tidak hanya mengasah kemampuan berpikir logis dan keterampilan digital siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya bangsa.

Konsep ini sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), terutama SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 11 mengenai Pelestarian Warisan Budaya.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa memperoleh pengalaman belajar yang berharga dalam memanfaatkan teknologi secara kreatif sekaligus mengenal dan mencintai budaya Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga :  Petani Lokal Terabaikan? DPRD Soroti Rendahnya Serapan Pangan dalam Program MBG Ciamis

Antusiasme siswa SMAN 1 Kawali tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Para peserta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap metode pembelajaran yang ditawarkan melalui inovasi GEMBIRA.

Banyak di antara mereka menyadari bahwa matematika dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.

Kepala SMAN 1 Kawali, Drs. Koswara, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia mengapresiasi inisiatif Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Galuh yang telah menghadirkan inovasi pembelajaran di sekolahnya.

Menurut Koswara, sosialisasi GEMBIRA memberikan perspektif baru bagi siswa dalam memandang mata pelajaran matematika.

“Respon siswa sangat positif. Mereka memahami bahwa matematika tidak hanya berkaitan dengan angka dan rumus, tetapi juga dapat dipadukan dengan seni, kreativitas, serta pelestarian budaya bangsa,” tuturnya.

Melalui kegiatan sosialisasi inovasi GEMBIRA ini, diharapkan pembelajaran matematika di sekolah dapat semakin berkembang ke arah yang lebih humanis, kreatif, dan kontekstual.

Sehingga mampu mengubah cara pandang siswa terhadap matematika sebagai ilmu yang dekat dengan kehidupan dan budaya mereka.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca