
Harapan PSGC Ciamis untuk langsung menyegel tiket promosi ke kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia harus tertunda usai takluk 0-2 dari Dejan FC pada laga semifinal Liga Nusantara di Stadion Sriwedari, Solo, Selasa (3/2/2026).
Kekalahan pahit di bawah guyuran hujan lebat ini memaksa skuad Laskar Singacala memutar otak dan berjuang memperebutkan satu tiket tersisa melalui jalur play-off Liga 2.
Meski gagal melangkah ke partai final, peluang anak asuh Heri Kiswanto untuk naik kasta sama sekali belum tertutup.
Babak perebutan tempat ketiga ini menjadi harga mati yang tidak boleh dilewatkan.
Selanjutnya, PSGC Ciamis dijadwalkan menantang wakil Daerah Istimewa Yogyakarta, Persiba Bantul, yang nasibnya juga harus ditentukan lewat jalur play-off Liga 2.
Tim Laskar Sultan Agung tersebut menelan kekalahan tipis 1-2 dari RANS Nusantara FC pada malam yang sama.
Sengitnya Duel Semifinal dan Kokohnya Pertahanan Dejan FC
Pertandingan melawan Dejan FC sejatinya berjalan sangat ketat. Lapangan yang licin akibat cuaca ekstrem tidak menyurutkan daya juang kedua kesebelasan.
Pada babak pertama, PSGC Ciamis tampil cukup menjanjikan dan sukses merepotkan barisan pertahanan lawan.
Peluang emas pertama lahir pada menit ke-37. Surya Wardana melepaskan tendangan spekulatif dari luar kotak penalti, namun bola masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Dejan FC yang dikawal ketat oleh Sujarmin.
Hanya berselang empat menit, Elang Sandi yang menjadi mesin gol PSGC di fase grup turut menebar ancaman nyata.
Sayangnya, sundulan kerasnya masih melambung sedikit di atas mistar gawang. Kebuntuan ini membuat skor kacamata (0-0) bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Dejan FC mengubah strategi dan tampil jauh lebih agresif.
Laskar Depok mulai mendikte permainan berkat trisula serangan mereka yang dimotori oleh pemain naturalisasi, Ronald Bissa.
Petaka bagi PSGC akhirnya datang pada menit ke-50. Aksi solo run brilian dari Abdul Latif berhasil mengecoh dua bek tengah PSGC sebelum diakhiri dengan tembakan mendatar yang merobek jala gawang M. Ridho.
Meskipun tertinggal satu gol, PSGC mencoba merespons cepat. Peluang penyeimbang sempat tercipta lewat aksi Sidang Iskus pada menit ke-68, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat jala lawan tetap aman.
Alih-alih menyamakan kedudukan, kelengahan lini belakang PSGC justru dihukum oleh gol kedua Dejan FC pada menit ke-83.
Pemain pengganti, Afif, sukses menyarangkan bola lewat sundulan tajam yang mengunci kemenangan tim lawan menjadi 2-0.
Evaluasi Menyeluruh Menatap Jalur Play-Off Liga 2
Kekalahan ini menjadi sinyal peringatan keras bagi tim pelatih. PSGC kembali dihadapkan pada situasi dejavu, di mana mereka harus kembali melewati fase krusial seperti musim lalu.
Oleh karena itu, jeda waktu empat hari sebelum laga penentuan harus benar-benar dioptimalkan sebelum melakoni pertandingan jalur play-off Liga 2 ini.
Pemulihan kebugaran fisik dan penguatan mental pemain menjadi kunci utama agar tidak kembali terpeleset di laga puncak.
Ketua Forum Pemuda Galuh sekaligus pemerhati sepak bola Ciamis, Adang Ija Sudrajat, menegaskan pentingnya menjaga mentalitas bertanding.
“Peristiwa tahun lalu kembali terulang. PSGC kembali harus berebut satu tiket peringkat ketiga. Namun, optimisme harus terus menyala agar target lolos ke kasta yang lebih tinggi melalui jalur play-off Liga 2 bisa tercapai,” ungkapnya.
Jadwal Laga Hidup Mati Kontra Persiba Bantul
Fokus kini sepenuhnya tertuju pada laga hidup mati yang menanti di depan mata.
Asisten Pelatih PSGC, Dicky Jong, telah mengonfirmasi kesiapan timnya dalam menghadapi tekanan berat di jalur play-off Liga 2 ini.
“Pertandingan perebutan tempat ketiga akan dimainkan pada hari Sabtu, 7 Februari 2026. Kami akan mengevaluasi semua kelemahan dari laga semifinal ini,” tegas Dicky.
Di sisi lain, Persiba Bantul bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim ini memiliki transisi permainan yang cepat dan soliditas pertahanan yang teruji saat menahan gempuran RANS Nusantara FC.
Pertandingan yang akan kembali digelar di Stadion Sriwedari ini diprediksi akan menyajikan tensi tinggi.
Kedua kesebelasan dipastikan akan mengeluarkan seluruh amunisi terbaiknya pada laga pamungkas jalur play-off Liga 2 demi menghindari mimpi buruk bertahan di Liga Nusantara.
Kini, seluruh pasang mata warga Tatar Galuh menanti pembuktian di lapangan hijau.
Mengamankan kemenangan di jalur play-off Liga 2 bukan lagi sekadar target, melainkan kewajiban mutlak untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Ciamis di kancah nasional.





