Berita

Ngeri! Teror Ular Weling di Ciamis Sasar Dapur Warga Banjarsari

Teror ular weling di Ciamis kembali terjadi dan membuat geger warga setempat. Seekor ular belang yang dikenal memiliki bisa sangat mematikan (Bungarus candidus) nekat menyatroni rumah Taufik Hidayat (34), seorang warga Dusun Cibeureum RT 35 RW 08, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari.

Insiden yang mengancam nyawa ini terjadi pada Minggu (19/4/2026) malam, sekitar pukul 20.30 WIB, tepat ketika pemilik rumah hendak beraktivitas di area belakang rumahnya.

Kronologi Penemuan Ular Berbisa di Dapur

Malam itu, Taufik yang juga menjabat sebagai aparat Desa Cibeureum, berniat pergi ke kamar mandi.

Suasana rumah saat itu terbilang tenang dan normal seperti biasa. Namun, ketenangan tersebut mendadak pecah ketika ia melintasi area dapur.

Di sudut ruangan yang kebetulan tidak terlalu terang, matanya menangkap pergerakan mencurigakan di atas lantai.

Ternyata, seekor ular dengan corak belang hitam putih yang khas sedang melata perlahan namun mengancam.

Menyadari bahwa reptil tersebut adalah jenis yang sangat berbahaya dan sering menjadi aktor utama dalam berbagai kasus teror ular weling di Ciamis, Taufik seketika terkejut dan mundur perlahan.

Tanpa membuang waktu, ia mengambil langkah tepat dengan tidak mencoba menangkapnya sendiri.

Ia segera menjauh dari area dapur dan langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang sedang piket siaga di Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari.

Aksi Cepat Tanggap Damkar Pos WMK Banjarsari

Menerima laporan darurat terkait ancaman ular weling di Ciamis ini, tim Damkar langsung merespons dengan kecepatan penuh.

Dua personel piket dari Pos WMK Banjarsari, yakni Uju Suparman dan Bayu Gilang, segera menyiapkan peralatan evakuasi.

Mengingat urgensi situasi, keduanya memutuskan untuk menggunakan sepeda motor agar dapat meluncur lebih cepat menembus jalanan malam menuju lokasi kejadian.

Kecepatan tindakan ini sangat krusial, mengingat ular berbisa dapat dengan mudah bersembunyi di sela-sela perabotan atau bahkan menyerang jika merasa terpojok oleh penghuni rumah.

Baca Juga :  Atasi Overcrowding di Lapas Kelas IIB Ciamis, 49 Narapidana Dipindah ke Garut

Sekitar pukul 20.35 WIB, atau hanya berselang lima menit setelah laporan diterima, Uju dan Bayu sudah tiba di lokasi.

Mereka langsung mengamankan area dapur dan mendapati tamu tak diundang tersebut masih berada di titik yang sama, belum berpindah jauh dari posisi awal saat ditemukan.

Proses Evakuasi Berjalan Kondusif

Dengan berbekal keahlian khusus serta pengalaman seringnya menangani kasus ular weling di Ciamis, kedua petugas Damkar ini mulai melakukan evakuasi dengan peralatan standar satwa liar.

Dengan sigap, tenang, dan sangat berhati-hati, ular belang mematikan itu berhasil diciduk menggunakan alat penjepit khusus reptil (snake tongs).

Proses evakuasi berjalan secara kondusif tanpa menimbulkan kepanikan lebih lanjut bagi penghuni rumah maupun warga di sekitar lokasi.

“Ular welingnya memiliki panjang sekitar 1 meter dan saat ini sudah berhasil dievakuasi ke Pos WMK Banjarsari untuk diamankan,” ujar Uju Suparman memberikan keterangan usai penangkapan.

Mengenal Bahaya Bungarus Candidus dan Efek Gigitannya

Kasus masuknya ular weling di Ciamis ke kawasan permukiman ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan.

Bungarus candidus atau ular weling bukanlah reptil sembarangan.

Sebagai informasi tambahan terkait fenomena kemunculan ular weling di Ciamis ini, reptil tersebut menduduki peringkat atas sebagai salah satu ular paling berbisa di kawasan Asia Tenggara.

Bisa yang dihasilkan mengandung neurotoksin tingkat tinggi yang langsung menyerang sistem saraf pusat korban.

Penting untuk diketahui bahwa gigitan ular weling seringkali tidak menimbulkan rasa sakit yang luar biasa atau bengkak pada awalnya.

Banyak kasus fatal terjadi karena korban tidak menyadari telah digigit, terutama jika insiden terjadi saat korban sedang tertidur pulas di lantai.

Gejala klinis yang mengancam nyawa akan muncul secara perlahan, meliputi rasa kantuk yang tidak tertahankan, kelopak mata yang terasa berat dan tidak bisa dibuka (ptosis), hingga kelumpuhan otot pernapasan.

Kelumpuhan inilah yang berujung pada gagal napas dan kematian jika korban tidak segera mendapatkan penanganan medis serta serum anti-bisa ular (SABU) yang tepat.

Baca Juga :  Di Balik Kesibukan, Alasan Anggota DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa Temui Sosok Ini Bikin Haru

Oleh karena itu, jika terjadi insiden gigitan, pertolongan pertama yang wajib dilakukan adalah imobilisasi area yang tergigit dengan bidai, mirip dengan penanganan patah tulang.

Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran racun melalui kelenjar getah bening. Korban harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan darurat terdekat.

Perlu diingat, menghisap luka gigitan atau mengikat kuat area di atas luka sangat tidak disarankan karena justru memperburuk kondisi korban.

Langkah Antisipasi Teror Ular di Lingkungan Warga

Lantas, mengapa reptil berbahaya ini bisa menyusup ke dalam rumah warga? Fenomena ini seringkali dipicu oleh habitat alaminya yang mulai terganggu, serta pencarian sumber makanan.

Dapur seringkali menjadi tempat yang lembap dan banyak terdapat mangsa alami mereka, seperti tikus.

Merespons teror ular weling di Ciamis yang meresahkan ini, masyarakat diimbau untuk melakukan tindakan pencegahan secara mandiri.

Berikut beberapa langkah yang direkomendasikan:

  • Menjaga Kebersihan Rumah: Pastikan tidak ada tumpukan barang bekas, kardus, atau kayu di area dapur maupun pekarangan yang bisa menjadi sarang tikus dan tempat persembunyian ular.
  • Menutup Celah Masuk: Periksa dan rapatkan setiap celah atau lubang di dinding, bagian bawah pintu, dan saluran pembuangan air. Ular mampu menyusup melalui celah yang sangat sempit sekalipun.
  • Gunakan Wewangian Menyengat: Secara alami, ular tidak menyukai bau yang menyengat. Mengepel lantai dengan cairan pembersih beraroma kuat, karbol, atau menebar kapur barus di sudut ruangan dapat membantu mencegah ular masuk.
  • Jangan Bertindak Sendiri: Jika Anda menemukan ular berbisa di dalam rumah, tiru langkah cerdas Taufik. Jangan pernah mencoba menangkap atau membunuhnya sendiri tanpa keahlian khusus. Segera hubungi petugas Damkar terdekat.

Kejadian di Banjarsari ini kembali mengingatkan kita bahwa penanganan yang tepat dan cepat dari pihak berwenang telah terbukti efektif mencegah jatuhnya korban jiwa dari bahaya ular weling di Ciamis.

Pastikan rumah dan lingkungan Anda selalu bersih, serta tetap waspada terhadap potensi ancaman satwa liar liar di sekitar permukiman.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca