
Warga Dusun Cikohkol, Kabupaten Ciamis mendadak geger setelah kemunculan seekor ular kobra jawa di pos ronda Banjarsari yang nyaris menggigit seorang warga pada Kamis (28/5/2026) pagi.
Peristiwa menegangkan ini terjadi sekitar pukul 09.15 WIB ketika kondisi lingkungan sekitar tempat kejadian perkara sedang cukup lengang.
Beruntung, korban berhasil menyelamatkan diri sebelum bisa dijangkau oleh reptil berbisa dengan tingkat fatalitas tinggi tersebut.
Korban yang nyaris menjadi sasaran empuk reptil berbahaya ini bernama Dicky (34), warga Dusun Cikohkol RT 04 RW 05, Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden bermula saat pria tersebut baru saja selesai berbelanja kebutuhan dari warung terdekat.
Ketika hendak melangkah pulang menuju rumahnya, ia tidak menyadari adanya bahaya laten yang mengintai di fasilitas umum desa tersebut.
Saat melintas tepat di samping bangunan pos ronda setempat, korban mendadak dikejutkan oleh pergerakan agresif dari arah bawah.
Seekor ular berbisa berukuran besar tiba-tiba muncul dan langsung mengambil posisi siap menyerang secara mendadak.
Korban mengaku sangat syok melihat kedatangan hewan melata tersebut yang jaraknya sudah sangat dekat dengan posisi kakinya berdiri.
Ringkasan Berita
Kronologi Kemunculan Ular Kobra Jawa di Pos Ronda Banjarsari
Menyaksikan ancaman ular kobra jawa di pos ronda Banjarsari dengan kepala yang sudah siaga tegak seperti sendok, nyali Dicky pun langsung ciut seketika.
Tanpa berpikir panjang, ia segera melompat mundur dan menghindar secepat mungkin demi menyelamatkan diri dari fatalitas gigitan bisa mematikan.
Spontanitas tersebut berhasil menghindarkannya dari sambaran fatal reptil bernama latin Naja sputatrix yang terkenal agresif itu.
Setelah berhasil menjauh ke jarak yang aman, korban tidak langsung meninggalkan lokasi begitu saja karena situasi dirasa masih sangat membahayakan.
Rasa khawatir yang besar menyelimuti benaknya jika ada warga lain atau anak-anak yang lewat pos ronda tersebut akan menjadi korban keganasan sang reptil.
Oleh karena itu, Dicky berinisiatif mengambil ponselnya untuk segera menelepon petugas pemadam kebakaran terdekat.
Laporan darurat tersebut langsung diterima oleh personel pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan piket siaga di Pos WMK Banjarsari.
Menanggapi laporan warga mengenai keberadaan ular kobra jawa di pos ronda Banjarsari, tim rescue langsung bergerak cepat tanpa menunda waktu sedikit pun.
Dua personel damkar yang sedang piket di lokasi, yakni Uju Suparman dan Gilang, langsung meluncur menggunakan sepeda motor.
Evakuasi Darurat Pemadam Kebakaran Ciamis
Penggunaan sepeda motor dipilih oleh para petugas agar mereka bisa menembus akses jalan pemukiman dengan lebih lincah dan cepat sampai ke lokasi.
Setibanya di tempat kejadian, keberadaan hewan berbisa tersebut ternyata sudah bergeser beberapa meter dari titik awal penampakan.
Petugas langsung melokalisir area sekitar demi mencegah reptil melarikan diri ke dalam saluran air atau rumah warga.
“Waktu kami datang ke lokasi penemuan, posisi ular kobra jawa di pos ronda Banjarsari ini sudah berada di bagian belakang bangunan pos,” ujar Uju Suparman saat memberikan keterangan resmi kepada media.
Petugas kemudian menyiapkan perlengkapan keselamatan standar berupa sarung tangan tebal, sepatu bot, serta tongkat penjepit ular (snake hook).
Proses penangkapan berjalan sangat menegangkan karena hewan tersebut sempat beberapa kali melakukan perlawanan dan mencoba menyemburkan bisa beracunnya.
Namun, berkat keahlian dan jam terbang tinggi yang dimiliki tim rescue, pergerakan agresif sang ular berhasil diredam secara perlahan.
Penyelamatan dilakukan dengan penuh kehati-hatian tingkat tinggi demi memastikan keamanan seluruh warga di sekitar lokasi evakuasi.
Komitmen Pelayanan Respons Cepat Damkar
Melalui kerja sama tim yang solid, ular kobra jawa di pos ronda Banjarsari dengan panjang mencapai 1,5 meter tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dengan aman tanpa mencelakai siapa pun.
Warga Dusun Cikohkol yang sempat menyaksikan proses evakuasi dari kejauhan pun bernapas lega setelah ancaman mematikan tersebut berhasil disingkirkan.
Keberhasilan ini menambah daftar panjang aksi penyelamatan darurat non-kebakaran yang sukses dilakukan oleh armada damkar setempat.
Setelah memastikan seluruh area sekitar kembali kondusif dan tidak ada sarang ular lain di sekitar fasilitas umum tersebut, petugas langsung mengamankan barang bukti.
Hewan melata yang masuk kategori berbahaya ini dimasukkan ke dalam karung khusus yang tertutup rapat untuk dibawa ke markas komando.
Rencananya, reptil berbisa ini akan dilepaskan kembali ke habitat alami yang jauh dari jangkauan pemukiman masyarakat.
Usai mengevakuasi ular kobra jawa di pos ronda Banjarsari, sekitar pukul 09.30 WIB Kamis pagi itu, Uju dan Gilang langsung berpamitan kepada warga sekitar.
Kedua personel rescue tersebut segera kembali menuju ke Pos WMK Banjarsari menggunakan sepeda motor untuk melanjutkan piket siaga bencana.
Pihak pemadam kebakaran juga memberikan edukasi singkat kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan pekarangan rumah.
Keberadaan tumpukan barang bekas dan rumput liar yang tinggi di sekitar pos keamanan lingkungan disinyalir menjadi faktor penarik bagi hewan melata untuk bersarang.
Oleh karena itu, warga diimbau untuk rutin melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan tempat tinggal secara berkala.
Jika kembali menemukan hewan liar berbahaya, masyarakat diminta tidak bertindak sendiri dan segera menghubungi pos pemadam kebakaran terdekat.
Masyarakat sangat mengapresiasi respons super cepat dari tim damkar yang berhasil mengamankan ancaman ular kobra jawa di pos ronda Banjarsari sebelum menimbulkan jatuhnya korban jiwa.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk selalu waspada terhadap potensi teror hewan berbisa di musim pancaroba.
Penanganan yang tepat dan pelaporan yang cepat terbukti mampu mencegah terjadinya tragedi fatal di lingkungan masyarakat.





