
Peristiwa menegangkan melanda wilayah Kabupaten Ciamis bagian selatan pada akhir pekan ini. Insiden kebakaran hutan jati di Banjaranyar Ciamis seluas dua hektar dilaporkan telah mengamuk hebat dan sempat memicu kepanikan luar biasa bagi masyarakat sekitar yang tinggal di dekat lokasi kejadian.
Peristiwa ini tepatnya terjadi di Dusun Pongporang, RT 26, RW 05, Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis.
Amukan si jago merah tersebut dilaporkan mulai berkobar pada Jumat, 29 Mei 2026 sore, sekitar pukul 17.15 WIB, saat kondisi cuaca di sekitar lokasi sedang kering.
Menurut data yang dihimpun di lapangan, kobaran api yang melalap kawasan hutan produksi tersebut berlokasi tak jauh dari Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Sindangrasa.
Keadaan vegetasi bawah yang kering membuat rambatan api berjalan begitu cepat dan sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Ringkasan Berita
Kronologi Kebakaran Hutan Jati di Banjaranyar Ciamis
Kejadian bencana kebakaran ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Deni Permana.
Pria yang merupakan penduduk asli Langkapsari, Kecamatan Banjaranyar tersebut secara tidak sengaja sedang melintas di ruas jalan yang posisinya berada dekat dengan lokasi amprah jati tersebut.
Saat melintas, Deni melihat gumpalan asap hitam pekat disertai kobaran api yang mulai merembet ke bagian atas pohon.
Merasa khawatir situasi akan semakin memburuk dan meluas ke pemukiman, ia berinisiatif langsung menghubungi pihak berwenang guna meminta bantuan darurat.
Tanpa membuang waktu lama, Deni segera menghubungi unit pos petugas terdekat, yakni Pos Wilayah Manajemen Kebakaran atau WMK Banjarsari.
Laporan cepat dari masyarakat ini menjadi faktor kunci dalam penanganan awal bencana agar dampak kerusakan lingkungan tidak semakin meluas.
Menanggapi laporan darurat tersebut, armada penjinak api langsung dikerahkan menuju titik lokasi guna melakukan lokalisir area.
Respons cepat ini dilakukan untuk mencegah api melompat ke area penampungan sampah TPA yang berada di dekat instalasi hutan tersebut.
“Tiga petugas damkar yang sedang piket siaga merespon cepat laporan warga dan segera mendatangi lokasi,” ujar Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, S.Ip., saat memberikan keterangan resminya kepada awak media.
Ketiga personel pemadam kebakaran yang sedang bertugas piket siaga di Pos WMK Banjarsari tersebut diketahui bernama Uju, Bintang, dan Rahmat.
Mereka langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kebakaran hutan jati di Banjaranyar Ciamis dengan mengendarai unit mobil pancar bernomor polisi Z 8159 T.
Upaya Pemadaman dan Dampak Kerusakan Lahan
Medan yang dipenuhi semak belukar kering sempat menyulitkan proses pemadaman awal di lapangan.
Namun, berkat koordinasi yang solid antara petugas dan elemen masyarakat, titik api yang mengepung kawasan kebakaran hutan jati di Banjaranyar Ciamis tersebut akhirnya dapat dikepung.
Tidak bekerja sendirian, ketiga personel pemadam kebakaran dari Pos WMK Banjarsari tersebut bahu-membahu bersama elemen relawan lokal.
Mereka dibantu secara intensif oleh personel Taruna Siaga Bencana atau Tagana serta rekan-rekan dari komunitas RCS.
Kerja keras gotong royong ini membuahkan hasil positif sebelum malam semakin larut. Kebakaran hebat yang melalap area hutan jati di Dusun Pongporang tersebut akhirnya berhasil dijinakkan secara total oleh tim gabungan.
Berdasarkan laporan teknis petugas, sekitar pukul 17.54 WIB pada Jumat sore itu juga, amukan api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Petugas kemudian melanjutkan proses dengan melakukan pendinginan area guna memastikan tidak ada lagi bara api yang tersembunyi di bawah permukaan tanah.
Meskipun demikian, kerugian lingkungan akibat insiden ini tetap tidak dapat dihindari.
Dari total kawasan lahan yang mengalami kebakaran hutan jati di Banjaranyar Ciamis dengan luas mencapai dua hektar tersebut, kini terpantau sekitar setengah hektar lahan telah terlanjur gosong dilalap oleh amukan si jago merah.
Penyebab Utama Kebakaran Hutan Jati di Banjaranyar Ciamis
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai total kerugian materi yang dialami akibat kejadian ini.
Berdasarkan investigasi awal di tempat kejadian perkara, faktor kelalaian manusia diduga kuat menjadi pemicu utama munculnya titik api.
Kobaran api yang melalap lahan diduga kuat berasal dari aktivitas pembakaran sampah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Api dari bakaran tersebut kemudian merembet dan membakar hamparan rumput serta belukar kering yang tumbuh subur di bawah pohon jati.
Kondisi angin sore yang berembus cukup kencang membuat percikan api dengan sangat cepat meluas ke area sekitarnya.
“Asal api diduga dari pembakaran sampah,” jelas Budi Rahmat memungkasi pembicaraan mengenai penyebab utama insiden kebakaran hutan jati di Banjaranyar Ciamis tersebut.
Oleh karena itu, pemerintah daerah melalui Satpol PP Kabupaten Ciamis mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan.
Mengingat cuaca kering, kelalaian kecil dapat memicu kebakaran hutan jati di Banjaranyar Ciamis kembali terjadi di masa mendatang.
Kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hutan sangat diperlukan demi keselamatan warga.
Dengan kerja sama yang baik, potensi bencana serupa di wilayah Kabupaten Ciamis dapat ditekan seminimal mungkin agar tidak menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar.





