Berita

Kebakaran Musala di Banjarsari Ciamis; Detik-detik Menegangkan Warga Padamkan Api

Warga Dusun Kedungkendal RT 12 RW 05, Desa Sindangsari, Kecamatan Banjarsari dikejutkan oleh insiden kebakaran musala di Banjarsari Ciamis yang terjadi pada Kamis (26/3/2026) siang.

Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 13.55 WIB ini memicu kepanikan warga setempat karena api dengan cepat melahap bagian depan tempat ibadah tersebut.

Beruntung, berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan gotong royong masyarakat lintas instansi, si jago merah berhasil dijinakkan sebelum menghanguskan seluruh bangunan.

Awal Mula Kejadian: Kepulan Asap Pekat di Paimbaran

Suasana siang yang tenang di Dusun Kedungkendal mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa.

Kasus kebakaran musala di Banjarsari Ciamis ini pertama kali disadari oleh seorang warga setempat bernama Haerudin yang kebetulan sedang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Secara tiba-tiba, Haerudin melihat kepulan asap pekat yang membubung dari arah paimbaran (tempat pengimaman) musala.

Angin siang yang berembus membuat asap semakin tebal, menandakan bahwa kobaran api mulai membesar dan tidak terkendali.

Menyadari ancaman serius yang bisa merembet ke permukiman warga di sekitarnya, Haerudin yang saat itu dalam kondisi panik langsung berteriak meminta pertolongan.

Dugaan kuat dari hasil pantauan awal di lapangan menyebutkan bahwa pemicu kebakaran musala di Banjarsari Ciamis ini berasal dari aktivitas pembakaran sampah di area sekitar bangunan.

Percikan api tersebut merembet ke material bangunan musala yang mudah terbakar, hingga akhirnya memicu kebakaran hebat di siang bolong.

Baca Juga :  90 Persen Kiai di Ciamis Disebut Dukung AMIN, Haru Suandharu: Optimis Target Tercapai

Respons Kilat Damkar Pos WMK Banjarsari

Dalam situasi darurat tersebut, Haerudin segera mengambil inisiatif krusial dengan menghubungi Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari.

Laporan mengenai kebakaran musala di Banjarsari Ciamis ini langsung direspons oleh petugas piket yang sedang bersiaga penuh.

Tanpa membuang waktu, tiga personel piket andalan dari Pos WMK Banjarsari—yakni Uju Suparman, Gilang, dan Icep—langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Mereka bergerak sangat cepat menggunakan satu unit mobil pancar dengan nomor polisi Z 8159 T, membelah akses jalan desa demi menyelamatkan fasilitas ibadah tersebut.

Uju Suparman, petugas Damkar yang kebetulan juga merupakan warga asli Dusun Kedungkendal, memberikan kesaksiannya terkait kejadian ini.

Berdasarkan keterangan Uju di lokasi kejadian, insiden tersebut pertama kali diketahui oleh Haerudin saat ia melihat kepulan asap pekat di bagian depan paimbaran.

Karena khawatir kobaran api akan melahap musala dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya, Haerudin pun bergegas menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Sinergi Solid Warga dan Aparat Selamatkan Tempat Ibadah

Proses pemadaman insiden kebakaran musala di Banjarsari Ciamis ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong masyarakat.

Penanganan bencana ini tidak hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran semata, melainkan melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak.

Setibanya di lokasi, ketiga personel Damkar langsung berjibaku menyemprotkan air ke titik-titik api utama.

Di saat bersamaan, warga desa bersatu padu membantu proses pemadaman dengan menggunakan alat seadanya untuk melokalisasi kobaran api.

Tidak hanya warga, aparat keamanan dari Polsek Banjarsari dan Koramil Banjarsari juga turun tangan mengamankan lokasi guna memastikan kelancaran akses armada pemadam.

Baca Juga :  Polres Ciamis Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Mahasiswa

Petugas dari instansi PLN pun bergerak cepat memutus aliran listrik sementara untuk mencegah terjadinya korsleting yang berpotensi memicu percikan api susulan.

Berkat arahan komando yang terukur dari aparat desa dan kecamatan setempat, amukan si jago merah dalam tragedi kebakaran musala di Banjarsari Ciamis ini akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Bangunan musala selamat dan tidak sampai ludes terbakar.

Pelajaran Penting: Bahaya Pembakaran Sampah di Siang Hari

Peristiwa ini memberikan pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan lingkungan.

Kebiasaan membakar sampah di area terbuka, terutama pada siang hari yang terik dan berangin, menyimpan risiko yang sangat fatal terhadap keamanan lingkungan sekitar.

Material sampah kering yang terbakar bisa dengan mudah beterbangan terbawa angin dan hinggap di atap atau material kayu bangunan.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan menghindari pembakaran sampah tanpa pengawasan ketat, demi mencegah insiden serupa terulang kembali di masa depan.

Situasi Kembali Kondusif

Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan yang menegangkan, situasi di Dusun Kedungkendal akhirnya dipastikan aman. Api telah padam sepenuhnya tanpa meninggalkan sisa bara.

Pasca penanganan kebakaran musala di Banjarsari Ciamis, sekitar pukul 14.57 WIB di Kamis siang tersebut, seluruh petugas pemadam kebakaran mulai membereskan peralatan penunjang dan menggulung selang.

Uju, Gilang, dan Icep kemudian kembali ke Pos WMK Banjarsari untuk melanjutkan tugas piket siaga.

Insiden ini membuktikan bahwa kesigapan warga melapor dan kecepatan petugas bertindak adalah kunci utama dalam mencegah bencana yang lebih besar.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca