Berita

Panen Perdana Cikawasen di Ciamis Jadi Contoh Nyata Menuju Swasembada Pangan Nasional

Upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional menemukan titik terang melalui keberhasilan panen perdana padi varietas lokal Cikawasen di Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.

Rabu, 6 Agustus 2025, para petani dari Dusun Desa dan Dusun Saguling Kolot merayakan panen perdana seluas lima hektare dalam kegiatan bertajuk Farm Field Day.

Panen ini bukan hanya mencerminkan keberhasilan pertanian lokal, tetapi juga menjadi bukti bahwa swasembada pangan dapat dicapai melalui sinergi antar pemangku kepentingan, inovasi pertanian, dan pemanfaatan varietas lokal yang adaptif serta produktif.

Cikawasen, padi unggulan yang dikembangkan dari plasma nutfah asli Kabupaten Ciamis, menjadi sorotan utama dalam panen perdana ini.

Melalui SK No. 381/HK/540/C/02/2022, Cikawasen telah ditetapkan sebagai varietas unggulan yang memiliki potensi besar untuk menjadi penopang ketahanan pangan nasional.

Dengan hasil panen mencapai 8 ton per hektare, varietas ini menunjukkan peningkatan produktivitas lebih dari 30 persen dibandingkan rata-rata panen sebelumnya yang hanya mencapai 5,4 ton per hektare Gabah Kering Giling (GKG).

Data ini diperkuat oleh catatan Rencana Kerja Strategis Pertanian (RKSP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis dan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat.

Kesuksesan panen Cikawasen tak lepas dari dukungan berbagai pihak.

Program pemberdayaan petani ini digagas oleh kolaborasi antara Agrinas Provinsi Jawa Barat, PT. ELFARM, dan komunitas Petani Merdeka, serta didukung penuh oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis.

Baca Juga :  Pesona Tari Saman Hibur Warga Cimari Cikoneng Ciamis Rayakan HUT RI ke-79

Kelompok Tani Pusaka Tani 2 dan Sutra Bungur menjadi pelaksana utama di lapangan.

Pendekatan kolaboratif ini terbukti efektif dalam mempercepat transformasi pertanian desa.

Tidak hanya menyasar peningkatan hasil produksi, tetapi juga mendorong petani untuk mengadopsi teknologi pertanian modern yang terintegrasi dengan budaya lokal.

Para petani yang tergabung dalam program ini tidak bekerja sendiri.

Mereka didampingi langsung oleh tim Pengawas Benih Tanaman (PBT) Provinsi Jawa Barat dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya padi yang baik dan benar.

Ketua Kelompok Tani Sutra Bungur sekaligus Ketua KTNA Desa Saguling, Engkon Turkona, menyampaikan bahwa pendekatan ini berdampak besar terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas panen.

“Dengan adanya pendampingan dan penerapan SOP, hasil panen kami jauh lebih baik. Ini memotivasi kami untuk terus berinovasi serta menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana, menilai panen perdana ini sebagai tonggak awal dalam pengembangan padi lokal yang berkelanjutan.

Ia optimis Cikawasen mampu menjadi varietas unggulan nasional yang dikembangkan secara luas dari desa ke desa.

“Kami berharap varietas ini bisa menjadi unggulan nasional, dan menjadi contoh pengembangan perbenihan terpadu yang dimulai dari desa-desa,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Pilgub Jabar, Bima Arya Temui Pengurus dan Kader PAN Ciamis

Perdiansyah dari PBT Provinsi Jawa Barat juga menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dan evaluasi teknologi untuk mendukung ketahanan pangan jangka panjang.

“Tantangan ketahanan pangan harus dijawab dengan kerja kolaboratif dan adaptasi teknologi. Setiap proses perlu dievaluasi secara ilmiah agar hasilnya optimal,” jelasnya.

Selain mengejar hasil panen yang tinggi, budidaya Cikawasen di Ciamis juga mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Petani menggunakan pestisida organik serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal dalam praktik bercocok tanam.

Dengan cara ini, hasil pertanian yang dihasilkan tidak hanya melimpah, tapi juga sehat dan aman dikonsumsi.

Program ini menjadi bagian dari Kegiatan Usaha Produktif (KUP) yang tak hanya berdampak terhadap peningkatan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat sistem pertanian lokal yang berdaya saing tinggi.

Sejak 2022, Pemerintah Kabupaten Ciamis telah menetapkan pengembangan Cikawasen sebagai strategi jangka panjang dalam memperkuat sektor pertanian.

Melalui hasil panen yang lebih cepat, produktif, dan sehat, varietas ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata menghadapi tantangan pangan di tengah perubahan iklim dan dinamika pasar pangan global.

Panen perdana di Saguling hari ini menjadi bukti bahwa kedaulatan pangan tidak hanya dimulai dari program nasional, tetapi dari keberhasilan di akar rumput—dari tangan-tangan petani desa yang diberdayakan dengan ilmu, teknologi, dan semangat kolaborasi.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca