Berita

SMK Maarif Sabilunnajat Ciamis Diterjang Banjir dan Longsor, Koleksi Buku hingga Alat Multimedia Terendam

Kompleks SMK Maarif Sabilunnajat yang berlokasi di Dusun Sukamaju, Desa Cileungsir, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, diterjang banjir bandang dan material longsor pada Rabu (25/3/2026) malam.

Insiden yang terjadi pukul 18.30 WIB ini mengakibatkan ruang perpustakaan dan ruang OSIS tergenang luapan air setinggi mata kaki hingga betis dewasa.

Berdasarkan data cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Barat memang tengah memasuki puncak musim hujan dengan risiko bencana hidrometeorologi yang tinggi.

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Rancah sejak sore hari menjadi pemicu utama meluapnya air ke area pendidikan tersebut.

Akibatnya, sejumlah aset penting sekolah seperti koleksi buku perpustakaan, perangkat sound system, hingga peralatan multimedia dilaporkan terendam genangan air dan mengalami kerusakan.

Kronologi Banjir yang Menimpa SMK Maarif Sabilunnajat

Kepala SMK Maarif Sabilunnajat Rancah, Drs. H. Didi Rasidi, mengonfirmasi bahwa debit air yang masuk ke lingkungan sekolah sempat meningkat drastis menjelang tengah malam.

Kondisi cuaca ekstrem yang tidak kunjung mereda membuat penanganan awal sulit dilakukan secara maksimal di lokasi kejadian.

“Sampai jam 23.30 tengah malam tadi, gelontoran air banjir yang masuk komplek sekolah belum surut, bahkan terpantau makin deras,” ujar Didi Rasidi saat memberikan keterangan resmi kepada Reportasee.com.

Menurut Didi, bencana ini merupakan akumulasi dari cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang.

Baca Juga :  PEKKA Ciamis Didorong Kuasai Teknologi Digital untuk Perluas Pasar Usaha

Hal ini menyebabkan kondisi tanah di sekitar sekolah menjadi labil, hingga akhirnya memicu pergerakan tanah di area perbukitan yang berbatasan langsung dengan bangunan sekolah.

Material Longsor Sumbat Saluran Irigasi

Penyebab utama air meluap ke SMK Maarif Sabilunnajat adalah terjadinya longsor pada tebing yang berada tepat di belakang kampus.

Material tanah dan bebatuan dari runtuhan tebing tersebut jatuh menimbun saluran irigasi. Akibatnya, aliran air tersumbat total dan meluap dengan volume besar ke arah bangunan sekolah.

Luapan air dari saluran irigasi tersebut dengan leluasa menggelontor masuk ke kompleks sekolah dan mulai menggerus pondasi beberapa bangunan utama.

Kerusakan paling parah terlihat di ruang perpustakaan dan ruang OSIS Masara.

Derasnya air menyebabkan rak-rak buku, meja, serta kursi di dalam ruangan berantakan diterjang arus.

“Koleksi buku, alat multimedia, dan satu unit sound system yang merupakan inventaris sekolah menjadi korban. Selain masuk ke ruangan, banjir juga menggenangi seluruh area halaman sekolah,” tambah Didi dengan nada prihatin.

Kondisi Sekolah Kosong Selama Libur Lebaran

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hal ini dikarenakan aktivitas belajar mengajar di SMK Maarif Sabilunnajat sedang ditiadakan dalam rangka libur Idul Fitri.

Saat banjir menerjang, kompleks sekolah dalam keadaan kosong tanpa ada siswa maupun staf yang bertugas di ruangan.

“Saat kejadian, kondisi sekolah memang kosong karena masih dalam masa libur Lebaran,” jelas Didi.

Baca Juga :  Kisah Inspiratif Juara Lomba Bertutur Ciamis 2026, Siap Maju ke Jabar!

Informasi mengenai bencana ini pertama kali dilaporkan oleh Imam Sahal Ramadan, selaku Guru Bidang Kesiswaan, yang kemudian diteruskan ke pihak yayasan dan komite sekolah.

Laporan darurat juga telah disampaikan kepada Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Cileungsir serta Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XIII Jawa Barat di Ciamis untuk langkah tindak lanjut.

Upaya Gotong Royong dan Harapan Pemulihan

Sebagai langkah penanggulangan darurat, pihak sekolah menjadwalkan aksi gotong royong pada Kamis (26/3/2026) pagi.

Fokus utama evakuasi adalah menyingkirkan material longsor yang menyumbat saluran air agar aliran kembali normal dan tidak lagi mengancam bangunan sekolah jika hujan kembali turun.

Didi Rasidi berharap proses pembersihan dan perbaikan infrastruktur yang rusak dapat selesai dengan cepat.

Apalagi, para siswa dijadwalkan akan kembali masuk sekolah untuk memulai rutinitas akademik dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan pada Senin, 30 Maret 2026, yang merupakan hari pertama masuk sekolah usai libur Lebaran, kondisi SMK Maarif Sabilunnajat sudah kembali normal dan bisa digunakan untuk aktivitas belajar,” harapnya.

Untuk diketahui, SMK Maarif Sabilunnajat Cileungsir merupakan salah satu institusi pendidikan kejuruan yang cukup vital di wilayah Rancah dengan total 189 siswa.

Sekolah ini memiliki dua kompetensi keahlian unggulan, yakni Jurusan Akuntansi dan Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Kerusakan pada alat multimedia tentu menjadi pukulan cukup berat bagi kelangsungan praktik siswa jurusan DKV di sekolah tersebut.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca