Berita

Mengikis Stigma Negatif, Yayasan AIR Ciamis Wadah Mantan Napi Hadirkan Karya Produktif dan Berdampak

Yayasan AIR Ciamis wadah mantan napi buktikan eksistensi lewat karya produktif dan aksi sosial. Simak kisah inspiratifnya!

Kehadiran Yayasan AIR Ciamis wadah mantan napi kini menjadi angin segar dalam mengikis stigma negatif terhadap para eks narapidana di masyarakat. Lembaga sosial ini secara konsisten hadir untuk memberikan ruang pembinaan, pelatihan keterampilan, serta dampak positif yang nyata.

Pembentukan yayasan ini berawal dari kepedulian terhadap kondisi para warga binaan yang baru saja menghirup udara bebas. Pada titik tersebut, para mantan narapidana kerap mengalami masa-masa rentan, kebingungan mencari pekerjaan, hingga kesulitan diterima kembali oleh lingkungan sosial.

Oleh karena itu, lembaga ini mengambil peran strategis sebagai wadah saling menguatkan. Selain menjadi sarana berbagi cerita, yayasan ini membimbing para anggotanya agar memiliki arah hidup yang lebih teratur dan produktif.

Ketua Yayasan AIR, Ali Yulchowas, menjelaskan bahwa organisasi sosial ini resmi berdiri sejak tahun 2022. Sejak awal berdiri, yayasan ini berkomitmen menjadi jembatan perubahan bagi siapa saja yang ingin memperbaiki jalan hidupnya.

Yayasan AIR Ciamis Wadah Mantan Napi untuk Berkarya dan Mandiri

Menurut Ali, tagline utama lembaga ini adalah “Dari Residivis Bisa Berkarya, Produktif, dan Kreatif.” Pesan moral ini selalu ditanamkan kepada seluruh anggota agar mereka percaya bahwa masa lalu kelam tidak menutup kesempatan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat.

Lebih lanjut, Ali menegaskan bahwa seseorang dapat lepas dari kebiasaan buruk apabila mendapatkan dukungan sosial yang tepat. Dukungan tersebut harus hadir secara utuh dari keluarga, kawan dekat, hingga masyarakat luas.

Terdapat beberapa faktor penting yang memicu perubahan perilaku seseorang secara permanen. Faktor tersebut meliputi kesadaran diri, motivasi hidup yang jelas, lingkungan yang kondusif, bimbingan berkala, serta adanya apresiasi dari masyarakat.

Baca Juga :  SMAN 2 Ciamis Jadi Pelopor Integrasi Coding dan AI di Kurikulum SMA

“Harapan kami, masyarakat tidak lagi memberikan stigma negatif kepada para mantan residivis. Pasalnya, mereka juga memiliki potensi besar untuk berkarya dan bertekad kuat untuk berubah,” ujar Ali saat diwawancarai wartawan.

Visi besar dari pembentukan Yayasan AIR Ciamis wadah mantan napi adalah mewujudkan para eks warga binaan yang aktif, kreatif, dan berakhlak mulia. Melalui pembinaan yang tepat, mereka diharapkan mampu meraih kemandirian ekonomi secara halal.

Kehadiran lembaga ini juga diharapkan menjadi sarana efektif untuk membantu para anggota memperoleh pekerjaan yang layak. Langkah ini sangat penting agar mereka tidak kembali terperosok ke dalam lubang kejahatan yang melanggar hukum.

Pengurus yayasan merasa prihatin jika ada eks warga binaan yang kembali terjerat kasus hukum akibat ketiadaan mata pencaharian. Oleh sebab itu, berbagai program pemberdayaan ekonomi terus digulirkan secara terstruktur dan berkelanjutan.

Guna membuktikan komitmen tersebut, para anggota telah menghasilkan berbagai produk kerajinan yang bernilai jual tinggi. Keterampilan yang diajarkan meliputi pembuatan alat pancing belut, joran, koja, budidaya ikan air tawar, hingga pengolahan limbah menjadi tas cantik.

Menariknya, produksi alat pancing belut buatan anggota telah mendapat sambutan hangat dari pasar hingga menembus pesanan ratusan kodi. Keberhasilan ini terwujud berkat kolaborasi erat dengan warga binaan yang ada di Lapas Kelas IIB Ciamis.

Tidak hanya fokus pada bidang ekonomi, lembaga ini juga rutin menggelar kegiatan kepedulian sosial. Setiap bulan sekali, pengurus dan anggota membagikan santunan kepada anak-anak yatim serta kaum dhuafa di wilayah sekitar.

Baca Juga :  Lima Pilar Absen, PSGC Hadapi Pekanbaru FC dengan Komposisi Berbeda

Kegiatan rutin tersebut menjadi bukti nyata bahwa Yayasan AIR Ciamis wadah mantan napi peduli terhadap kesejahteraan sesama. Aksi sosial ini sekaligus mempererat tali silaturahmi antara anggota yayasan dengan warga masyarakat umum.

“Ke depan, kami sangat berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah, khususnya berupa pelatihan keahlian yang lebih spesifik. Apapun masa lalu kami, kami ingin bertobat dan kembali hadir membawa karya positif,” tutur Ali menutup pembicaraan.

Sementara itu, Pembina Yayasan AIR, Ipan, menambahkan bahwa hadirnya lembaga ini sangat efektif dalam menghapus pandangan miring masyarakat. Wadah ini menjadi tempat pembekalan mental dan karakter sebelum para eks narapidana kembali berbaur sepenuhnya.

Ipan menyakini bahwa proses reintegrasi sosial akan berjalan mulus jika ada sinergi antara yayasan, pemerintah, dan warga. Keberadaan Yayasan AIR Ciamis wadah mantan napi diproyeksikan menjadi model percontohan pemberdayaan mantan narapidana di Jawa Barat.

Melalui pendekatan berbasis kemanusiaan dan ekonomi kreatif, stigma buruk perlahan hilang digantikan oleh rasa hormat. Anggota yayasan kini terbukti mampu memberikan kontribusi nyata dalam sektor sosial, ekonomi, hingga kebudayaan lokal.

“Saya berharap Yayasan AIR Ciamis wadah mantan napi terus konsisten memberikan kontribusi nyata. Semoga kebermanfaatan lembaga ini dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Ipan penuh harap.

Melalui langkah konsisten ini, para eks warga binaan membuktikan bahwa kesempatan kedua selalu ada bagi mereka yang mau berusaha. Keberadaan Yayasan AIR Ciamis wadah mantan napi terus menginspirasi banyak pihak tentang arti penting penerimaan dan pemberdayaan.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca