
Dalam upaya mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi digital, SMAN 2 Ciamis resmi ditunjuk sebagai pelopor dalam pengintegrasian mata pelajaran Coding dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam kurikulum tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Penunjukan ini menandai langkah strategis pemerintah dalam menyongsong era digitalisasi pendidikan nasional.
Plt Kepala SMAN 2 Ciamis, Antan Kustiawan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa sekolah yang ia pimpin merasa terhormat ditetapkan sebagai lokus pembelajaran Coding dan AI.
Ia menegaskan bahwa pihak sekolah siap berperan aktif sebagai garda depan dalam mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan. Ini menjadi momentum penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dan peluang di era digital,” ungkap Antan dalam wawancaranya beberapa waktu lalu.
Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, SMAN 2 Ciamis telah secara rutin menjadi tuan rumah bimbingan teknis (Bimtek) bagi para kepala sekolah dan guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Ciamis.
Bimtek ini berfokus pada penguatan kompetensi guru dalam pengajaran Coding dan AI, dua materi baru yang direncanakan akan masuk dalam struktur kurikulum ke depan.
Menyadari pentingnya kesiapan infrastruktur, SMAN 2 Ciamis juga mulai memperkuat sarana pembelajaran berbasis teknologi.
Menurut Antan, pihaknya baru-baru ini menerima tiga unit papan tulis pintar (smart board) yang kini telah dipasang dan digunakan di tiga ruang kelas berbeda.
“Terkait sarana, tentu kami akan terus berbenah dan menyesuaikan dengan kebutuhan. Kami juga berharap akan ada dukungan lebih lanjut dari pemerintah untuk memperkuat implementasi kurikulum baru ini,” tuturnya.
Pengadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari persiapan jangka panjang dalam menjadikan SMAN 2 Ciamis sebagai pusat unggulan pendidikan digital yang tidak hanya menyasar siswa internal, tetapi juga sebagai rujukan bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Ciamis.
Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, integrasi mata pelajaran seperti Coding dan AI menjadi sangat relevan.
Kedua bidang ini tidak hanya membekali siswa dengan keterampilan teknis, tetapi juga melatih pola pikir logis, kreatif, dan problem-solving — kemampuan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja masa depan.
SMAN 2 Ciamis melalui peran barunya ini menjadi representasi dari upaya konkret dunia pendidikan untuk merespons tantangan global.
Langkah ini juga mempertegas peran sekolah sebagai agen perubahan dalam mencetak generasi yang kompeten secara digital.
“Kami percaya, masa depan pendidikan tidak bisa lepas dari teknologi. Karena itu, sekolah harus bergerak cepat dan berani berinovasi,” tambah Antan.
Dengan seluruh proses yang tengah berjalan, SMAN 2 Ciamis kini berada di posisi strategis untuk menjadi model nasional dalam penerapan kurikulum berbasis digital.
Kesiapan sumber daya manusia, dukungan sarana, serta kolaborasi antarsekolah menjadi kekuatan utama yang dapat mendorong keberhasilan program ini.
Kehadiran SMAN 2 Ciamis sebagai pelopor juga diharapkan mampu menjadi katalis perubahan, terutama dalam membentuk pola pembelajaran yang relevan dan dinamis di tengah kemajuan teknologi informasi.





