
Suasana pagi di pusat kota Tatar Galuh tampak semarak dengan alunan musik tradisional bambu yang menggema merdu. Kemeriahan acara Gebyar Angklung Lansia di Alun-alun Ciamis sukses menyedot perhatian ratusan warga yang sedang berolahraga maupun bersantai pada Rabu (22/7/2026).
Pemandangan unik terlihat dari para pemainnya yang merupakan para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Ciamis.
Mengenakan pakaian adat kebaya dan pangsi khas Sunda, para anggota PWRI tersebut tampil kompak. Tangan mereka dengan lincah mengayunkan instrumen bambu mengikuti instruksi dari dirigen.
Ringkasan Berita
Kemeriahan Gebyar Angklung Lansia di Alun-alun Ciamis
Kegiatan seni budaya skala besar ini diselenggarakan untuk memeriahkan tiga momen bersejarah sekaligus. Momen tersebut meliputi HUT ke-81 Kemerdekaan RI, HUT PWRI, serta Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-385.
Oleh karena itu, semangat para lansia ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Kehadiran para pensiunan ini membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkarya.
Antusiasme peserta makin memuncak saat Bupati Ciamis Herdiat Sunarya hadir di lokasi. Beliau tidak hadir sendirian, melainkan didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ciamis, Kania Ernawati Herdiat.
Kedua tokoh daerah tersebut langsung membaur di tengah barisan peserta untuk ikut memainkan angklung bersama. Kesederhanaan dan kebersamaan ini memicu tepuk tangan meriah dari masyarakat sekitar.
Sementara itu, Ketua PWRI Kabupaten Ciamis, Koswara, menjelaskan latar belakang pelaksanaan acara tersebut. Menurutnya, agenda ini dirancang khusus sebagai ajang silaturahmi sekaligus panggung melestarikan kebudayaan daerah.
“Gebyar Angklung ini bukan hanya hiburan biasa. Kami ingin menjadikannya sebagai sarana memperkuat kebersamaan sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga seni tradisi,” tegas Koswara.
Keterlibatan Ratusan Pensiunan dan Pejabat Pemkab
Pihak panitia telah menyiapkan sedikitnya 500 unit alat musik bambu untuk mendukung acara. Pelaksanaan Gebyar Angklung Lansia di Alun-alun Ciamis ini diikuti oleh 465 anggota aktif PWRI dari berbagai kecamatan.
Selain itu, jajaran pejabat Pemkab Ciamis dan ASN muda juga turut ambil bagian. Kolaborasi lintas generasi ini menciptakan harmoni nada yang sangat indah dan menyejukkan hati.
Koswara menambahkan bahwa antusiasme seluruh peserta sangat di luar ekspektasi awal panitia. Hal ini menandakan bahwa kepedulian terhadap warisan leluhur masih tertanam kuat di benak masyarakat.
Oleh sebab itu, pementasan seni Gebyar Angklung Lansia di Alun-alun Ciamis diharapkan dapat digelar secara rutin setiap tahun. Harapan ini direspon positif oleh seluruh pengurus serta jajaran pemerintah daerah.
Di sisi lain, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan rasa bangganya terhadap dedikasi para pensiunan. Menurut beliau, kebersamaan warga dalam melestarikan seni budaya Sunda merupakan modal sosial yang sangat berharga.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Ciamis sangat guyub. Angklung adalah warisan leluhur yang wajib kita jaga bersama dan kita wariskan kepada generasi muda,” ujar Herdiat.
Peran Strategis Ciamis dalam Industri Seni Angklung
Dalam kesempatan tersebut, Herdiat meluruskan pandangan publik mengenai pusat kerajinan angklung di Jawa Barat. Meskipun seni ini populer di berbagai daerah, Ciamis sejatinya memiliki peran penting sebagai produsen utama instrumen tersebut.
Bahkan, banyak unit bambu berkualitas tinggi produksi para perajin lokal Ciamis yang dikirim ke tempat terkenal. Salah satu destinasinya adalah Sanggar Saung Angklung Udjo yang melegenda di Kota Bandung.
Oleh karena itu, promosi masif seperti Gebyar Angklung Lansia di Alun-alun Ciamis sangat penting dilakukan. Langkah ini bertujuan mempertegas identitas daerah sebagai salah satu lumbung kebudayaan Sunda.
“Produksi angklung di daerah kita cukup melimpah. Sudah sepatutnya kita mempromosikannya secara luas agar publik tahu kontribusi besar Ciamis bagi seni Nusantara,” lanjutnya.
Selanjutnya, Pemkab Ciamis merencanakan gelaran seni budaya dengan skala pertunjukkan yang lebih masif pada masa mendatang. Pemerintah daerah ingin melipatgandakan jumlah peserta agar gaungnya semakin terdengar luas.
Bupati Herdiat berencana mengundang perwakilan dari seluruh desa di Kabupaten Ciamis. Lokasi pertunjukan pun direncanakan bergeser ke tempat yang lebih luas seperti Stadion Galuh Ciamis.
Rencana Pertunjukan Massal dan Masa Depan Budaya
“Ke depan kami ingin cakupan pesertanya jauh lebih besar. Jika memungkinkan, setiap desa wajib mengirimkan perwakilannya untuk tampil bersama,” ungkap Herdiat penuh optimisme.
Bayangkan jika puluhan ribu warga berkumpul memainkan alat musik bambu secara serentak. Agenda monumental tersebut diyakini mampu menjadi magnet pariwisata baru yang membanggakan Tatar Galuh.
Melalui suksesnya Gebyar Angklung Lansia di Alun-alun Ciamis, pesan pelestarian budaya berhasil tersampaikan secara efektif. Acara ini membuktikan bahwa semangat melestarikan kebudayaan tidak pernah surut dimakan usia.
Selain meningkatkan kunjungan wisatawan lokal, festival seni ini juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memfasilitasi ruang-ruang kreatif bagi para seniman dan komunitas lokal.
Secara keseluruhan, momen kebersamaan ini menjadi catatan sejarah baru bagi perkembangan seni tradisi di Jawa Barat. Kesuksesan acara ini diharapkan mampu menginspirasi kabupaten lain untuk melakukan hal serupa.
Masyarakat berharap agar kegiatan Gebyar Angklung Lansia di Alun-alun Ciamis menjadi agenda pariwisata tahunan. Dengan demikian, warisan budaya Sunda akan terus hidup dan menggema di bumi Nusantara.





