Berita

Harga Ayam Pejantan di Ciamis Anjlok Drastis di Bawah BEP, Peternak Menjerit Rugi Besar

Selisih biaya pakan impor bikin boncos. Cek update berkala harga ayam pejantan di Ciamis yang kian terjerembab di bawah BEP.

Kondisi perunggasan rakyat di Jawa Barat kembali menghadapi ujian berat pada pertengahan tahun ini. Pasalnya, harga ayam pejantan di Ciamis kini terjerembab bebas hingga berada jauh di bawah biaya operasional peternak.

Memasuki tahun ajaran baru, tekanan pasar yang sangat berat membuat para pelaku usaha budidaya mandiri mengalami kerugian finansial yang cukup masif.

Penurunan ini tergolong sangat drastis dan terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, harga ayam pejantan di Ciamis di tingkat peternak saat ini tertahan di angka Rp 29.000 per kilogram hidup (live bird).

Sementara itu, rata-rata Biaya Pokok Produksi atau Break Even Point (BEP) justru terus meroket hingga menembus Rp 32.000 per kilogram.

Kesenjangan yang lebar ini otomatis memicu kepanikan di kalangan peternak lokal. Menurut informasi resmi, tingkat harga ayam pejantan di Ciamis tersebut sudah bertahan selama empat hari berturut-turut tanpa ada tanda-tanda pemulihan. Kondisi ini membuat selisih harga menjadi sangat tidak menguntungkan bagi para produsen.

Penyebab Utama Harga Ayam Pejantan di Ciamis Anjlok

Ketua Perkumpulan Peternak Ayam Priangan (P2AP), H. Komar Hermawan, membenarkan situasi darurat yang sedang menimpa wilayahnya tersebut.

Ia menjelaskan bahwa anjloknya harga ayam pejantan di Ciamis dipicu oleh akumulasi pasokan yang melimpah bersamaan dengan melemahnya daya beli masyarakat pasca-liburan. Fenomena ini diperparah oleh lonjakan harga komponen input utama.

Padahal, situasi pada awal tahun ini sempat memberikan angin segar bagi roda perekonomian daerah. Selama lima bulan pertama tahun 2026, harga ayam pejantan di Ciamis sempat mencatatkan tren stabil yang sangat baik di angka Rp 34.000 per kilogram.

Baca Juga :  Sulap Limbah Padi Jadi Cuan! KKN Universitas Galuh Rilis Mesin Cetak Briket di Cilacap

Pada saat itu, nilai BEP masih berkisar di angka Rp 29.000 per kilogram sehingga peternak bisa menikmati keuntungan yang lumayan.

Namun, roda nasib berputar cepat ketika memasuki siklus bulan Juli. Sejak awal bulan, grafik pergerakan harga ayam pejantan di Ciamis terus mengalami koreksi negatif hampir setiap hari.

Tepat pada tanggal 2 Juli lalu, nilainya turun ke Rp 32.000 per kilogram, sebelum akhirnya ambruk ke titik terendah pada pertengahan bulan ini.

Dampak Kenaikan Harga Pakan Pabrikan yang Tidak Terkendali

Masalah yang dihadapi para peternak lantas menjadi kian kompleks bak peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Di tengah fenomena harga ayam pejantan di Ciamis yang terus merosot, harga pakan pabrikan justru bergerak ke arah sebaliknya.

Saat ini, harga pakan untuk ayam ras layer jantan telah menembus angka Rp 9.000 per kilogram di pasaran.

Kenaikan harga pakan tersebut terjadi secara bertahap namun konsisten selama beberapa pekan terakhir.

Pada akhir Juni lalu, harga pakan sebenarnya masih berada di angka Rp 8.200 per kilogram, kemudian naik menjadi Rp 8.600 pada awal Juli.

Pergerakan liar harga pakan ini menjadi pukulan telak mengingat pakan berkontribusi sebesar 75 persen dari total biaya produksi.

H. Komar Hermawan, yang juga merupakan pemilik dari Kawali PS, menyebutkan bahwa lonjakan harga pakan terjadi akibat ketergantungan bahan baku impor.

Komponen pakan seperti konsentrat dan bungkil kedelai masih sangat bergantung pada pasar global. Akibatnya, ketika biaya logistik global naik, struktur modal peternak otomatis ikut membengkak.

Baca Juga :  DP2KBP3A Ciamis Lakukan Penilaian Lomba Kampung KB Tahun 2024

Posisi Ciamis Sebagai Sentra Produksi Nasional Layer Jantan

Perlu diketahui bahwa fluktuasi harga ayam pejantan di Ciamis memegang peranan yang sangat vital dalam skala nasional.

Wilayah Ciamis merupakan daerah perintis budidaya ayam ras pedaging layer jantan yang telah dimulai sejak era 1980-an.

Berawal dari pemanfaatan by-product DOC (day-old chick) ayam petelur jantan, sektor ini berkembang menjadi industri raksasa.

Sebagai sentra produksi nasional, Kabupaten Ciamis mampu memproduksi sekitar 1 juta ekor ayam pejantan siap panen setiap minggunya.

Sebanyak 75 persen dari total hasil produksi tersebut didistribusikan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di wilayah Jabodetabek dan Bandung.

Oleh karena itu, ketidakstabilan pasokan di wilayah ini akan langsung memengaruhi stabilitas pangan regional.

Sangat ironis melihat kondisi saat ini, mengingat peternak ayam jenis broiler dan ayam petelur justru sedang menikmati berkah kenaikan harga berkat tingginya permintaan pasar, termasuk serapan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sisi lain, tata niaga dan harga ayam pejantan di Ciamis yang belum terproteksi dengan baik membuat peternak pejantan harus berjuang sendirian di tengah impitan kerugian finansial yang masif.

Melalui evaluasi berkala, P2AP berharap pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah taktis untuk membenahi tata niaga perunggasan ini.

Jika fluktuasi harga ayam pejantan di Ciamis tidak segera ditangani melalui intervensi kebijakan atau stabilisasi harga pakan, maka gelombang gulung tikar massal di tingkat peternak rakyat tidak akan bisa dihindari lagi.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca