Berita

Strategi Dua Klaster Pemkab Ciamis Terbukti Tekan Angka Stunting

Pemerintah Kabupaten Ciamis berhasil menekan angka stunting secara bertahap dan berkelanjutan melalui penerapan strategi dua klaster sasaran utama, yakni kalangan remaja dan ibu hamil.

Strategi ini dinilai efektif karena menyasar kelompok krusial dalam siklus kehidupan yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang generasi mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. Rizali Sofyan, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Eni Rochaeni, menyampaikan bahwa kebijakan pencegahan stunting di Ciamis tidak hanya berfokus pada penanganan balita, tetapi dimulai sejak fase pra-kehamilan hingga masa kehamilan.

“Upaya pencegahan stunting kami lakukan dengan memfokuskan dua klaster sasaran strategis, yaitu remaja dan ibu hamil,” ujar dr. Eni Rochaeni.

Pada klaster remaja, Dinas Kesehatan Ciamis mengoptimalkan pelaksanaan Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Program tersebut dibarengi dengan aksi gizi yang bertujuan membangun kesadaran remaja akan pentingnya menjaga kesehatan dan status gizi sejak dini.

Implementasi program tersebut diwujudkan melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, pembiasaan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.

Baca Juga :  Kecamatan Banjaranyar Ciamis, Surga Curug & Jejak Purba

Peningkatan konsumsi buah dan sayur, serta kampanye perilaku hidup sehat seperti tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, menjaga kebersihan lingkungan, dan penggunaan jamban sehat.

Selain itu, Kabupaten Ciamis juga meluncurkan inovasi daerah bertajuk Si Ratu Manis (Setiap Rabu Bantu Mencegah Anemia Remaja Puteri di Ciamis).

Program ini mewajibkan remaja putri untuk mengonsumsi tablet tambah darah secara serentak setiap hari Rabu sebagai upaya pencegahan anemia yang berpotensi memicu stunting di kemudian hari.

“Program minum tablet tambah darah setiap Rabu merupakan bentuk komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Ciamis. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menurunkan risiko stunting sejak usia remaja,” jelas dr. Eni.

Sementara itu, untuk klaster ibu hamil, Dinas Kesehatan Ciamis menjalankan berbagai intervensi kesehatan terpadu.

Salah satu fokus utamanya adalah pelaksanaan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) sebanyak delapan kali dengan standar pelayanan 12T, yang difasilitasi oleh jaringan layanan kesehatan terdekat.

Baca Juga :  Legislator DPR RI Minta Pemerintah Tak Hentikan Program Makanan Bergizi Gratis Meski Ada Kasus Keracunan

Selain layanan medis, ibu hamil juga mendapatkan edukasi terkait pemenuhan gizi seimbang guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin secara optimal.

Aspek kesehatan mental ibu hamil turut menjadi perhatian dalam strategi ini.

“Kami juga mendorong ibu hamil untuk menjaga kebahagiaan dan kesehatan mental melalui senam ibu hamil, berjemur, menjalani hobi, serta kebiasaan positif yang disukai agar hormon cinta dapat berproduksi dengan baik,” ungkap dr. Eni.

Lebih lanjut, ibu hamil disosialisasikan pentingnya mencukupi kebutuhan cairan, beristirahat dengan cukup, serta menjaga pola pikir positif.

Pendekatan holistik ini diyakini mampu meningkatkan kualitas kesehatan ibu sekaligus menurunkan risiko stunting pada anak yang akan dilahirkan.

Dengan penerapan strategi dua klaster yang terarah dan berkesinambungan, Pemerintah Kabupaten Ciamis optimistis upaya penurunan angka stunting dapat terus ditingkatkan.

Sekaligus, memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkualitas di masa depan.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca