Berita

568 Mahasiswa KKN Universitas Galuh Pangandaran Diterjunkan ke 18 Desa di Cimerak dan Cigugur

KKN Universitas Galuh Pangandaran resmi melepas 568 mahasiswa untuk program pengentasan kemiskinan dan konservasi. Simak informasi selengkapnya!

Sebanyak 568 mahasiswa peserta KKN Universitas Galuh Pangandaran periode II tahun akademik 2025/2026 mengikuti acara pembekalan di Auditorium Universitas Galuh, Ciamis, Sabtu (25/7/2026).

Ratusan mahasiswa tersebut disiap-terjunkan ke wilayah Kabupaten Pangandaran untuk menjalankan program pengabdian masyarakat.

Kegiatan pembekalan resmi tersebut dihadiri langsung oleh jajaran Pengurus Yayasan Pendidikan Galuh (YPG), Rektor Universitas Galuh Dr. Tita Rohita, M.Pd., perwakilan LLDIKTI Wilayah IV, serta pejabat dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Pangandaran.

Ketua Panitia KKN, Dendy Syaiful Akbar, S.E., M.Si., menyatakan seluruh peserta akan tersebar di 18 desa pada dua kecamatan sasaran. Wilayah konsentrasi pelaksanaan program mencakup 7 desa di Kecamatan Cigugur dan 11 desa di Kecamatan Cimerak.

                  [SEBARAN LOKASI KKN UNIGAL 2026]
                                   │
         ┌─────────────────────────┴─────────────────────────┐
         ▼                                                   ▼
Kecamatan Cigugur (7 Desa)                         Kecamatan Cimerak (11 Desa)
───────────────                                     ────────────────
• 31 - 33 Mahasiswa per Desa                        • 31 - 33 Mahasiswa per Desa

Kebijakan Nasional KKN Universitas Galuh Pangandaran

Dalam keterangannya, Dendy menjelaskan bahwa komposisi peserta KKN Universitas Galuh Pangandaran dibagi secara merata di setiap wilayah pengabdian.

Setiap desa nantinya bakal diisi oleh 31 hingga 33 mahasiswa dari gabungan pelbagai program studi.

Ia menyebutkan pelaksanaan KKN Universitas Galuh Pangandaran kali ini mengusung konsep tematik Konservasi dan Budaya.

Baca Juga :  Progres Perbaikan Pasar Ciamis Capai 90 Persen, Bupati Tinjau Langsung

Konsep ini dirancang secara khusus sesuai dengan panduan dan arahan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama LLDIKTI Wilayah IV.

Selain menjalankan arahan kementerian, pelaksanaan KKN ini juga diarahkan untuk mendukung prioritas pembangunan nasional secara konkret.

Langkah tersebut menjadi implemetasi langsung dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Dendy menambahkan, tema utama yang diangkat pada periode ini yakni “Pembangunan Desa Inklusif Berbasis Konservasi dan Budaya di Wilayah Pembangunan Jabar Selatan.”

Tema strategis tersebut menjadi pedoman utama bagi seluruh mahasiswa peserta KKN Universitas Galuh Pangandaran dalam merancang dan mengeksekusi program kerja.

Seluruh program yang disusun diwajibkan berorientasi pada pemecahan masalah serta penanganan kebutuhan riil masyarakat di lokasi pengabdian.

Untuk memastikan efektivitas serta kelancaran pelaksanaan program di lapangan, pihak panitia menerjunkan sistem pendampingan yang ketat.

Sebanyak 8 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) disiagakan untuk memantau, mengevaluasi, serta membimbing kinerja mahasiswa secara berkala.

Kolaborasi Lintas Fakultas dan Durasi Pelaksanaan

Seluruh peserta KKN Universitas Galuh Pangandaran berasal dari pelbagai latar belakang disiplin ilmu yang saling melengkapi.

Integrasi lintas fakultas ini disiapkan agar identifikasi dan penanganan masalah sosial ekonomi di desa dapat dilakukan secara terpadu dan menyeluruh.

Adapun program studi yang terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian ini meliputi:

  • Program Studi Akuntansi dan Manajemen (Fakultas Ekonomi)
  • Program Studi Hukum (Fakultas Hukum)
  • Program Studi Agribisnis (Fakultas Pertanian)
  • Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik (FISIP)
  • Program Studi Kebidanan dan Keperawatan (Fakultas Ilmu Kesehatan)
Baca Juga :  Persyaratan Bahasa Inggris untuk Kuliah di Amerika dan Bagaimana Mempersiapkannya

Melalui kolaborasi lintas fakultas ini, program kerja yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan terukur.

Kehadiran KKN Universitas Galuh Pangandaran ditargetkan dapat mempercepat kemandirian desa serta meningkatkan taraf kesejahteraan warga lokal secara berkelanjutan.

Berdasarkan jadwal resmi panitia, agenda KKN di lapangan bakal berlangsung selama kurang lebih 40 hari penuh. Pelaksanaan pengabdian mahasiswa dimulai secara serentak pada 28 Juli 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 5 September 2026.

Sebelum menerjunkan mahasiswa ke lapangan, pihak panitia telah menyelesaikan seluruh prosedur perizinan dan koordinasi lintas sektoral.

Tahapan krusial ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Pangandaran beserta seluruh instansi dan perangkat daerah terkait.

Sinergi komprehensif dengan pemerintah daerah ditempuh guna memastikan seluruh program KKN Universitas Galuh Pangandaran berjalan sejalan dengan prioritas agenda pembangunan daerah.

Pihak kampus menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua instansi yang telah memfasilitasi dan mendukung kelancaran kegiatan pengabdian ini.

Pihak panitia penyelenggara juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis, jajaran rektorat, serta Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Dukungan penuh dari para DPL, panitia, dan warga setempat menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan KKN Universitas Galuh Pangandaran tahun 2026.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca