Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ciamis berhasil memberikan pukulan telak bagi sindikat kejahatan antarprovinsi.
Di awal bulan suci Ramadan tahun 2026 ini, petugas sukses menggulung komplotan maling spesialis area masjid dan mengamankan deretan motor curanmor Ciamis yang selama ini sangat meresahkan warga.
Dua tersangka utama terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas kepolisian karena nekat melakukan perlawanan saat penyergapan berlangsung.
Tindakan tegas dan terukur ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat.
Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, dalam konferensi pers resmi yang digelar, Selasa (3/3/2026), memaparkan bahwa kedua tersangka berinisial KS (34) dan A (28) adalah residivis kambuhan.
Mereka dikenal licin dan kerap beroperasi melintasi batas wilayah hukum Provinsi Jawa Barat hingga Provinsi Jawa Tengah.
Fokus utama operasi kejahatan mereka terbilang sangat spesifik dan merugikan umat.
Komplotan ini secara konsisten menyasar kendaraan bermotor milik jemaah yang sedang khusyuk menunaikan ibadah Salat Tarawih.
Area parkir masjid di kawasan Kecamatan Rancah dan sekitarnya menjadi target empuk bagi aksi cepat komplotan penjahat kambuhan tersebut.
Ringkasan Berita
Kronologi Penangkapan Sindikat Motor Curanmor Ciamis
Pengungkapan kasus berskala besar terkait jaringan motor curanmor Ciamis ini bermula dari keresahan mendalam di tengah masyarakat.
Laporan demi laporan terus masuk ke meja penyidik dari warga Kecamatan Rancah yang mendapati kendaraannya raib begitu saja usai melaksanakan salat berjamaah di masjid.
Berbekal rentetan laporan tersebut, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat membentuk tim khusus untuk memburu pelaku.
Selanjutnya, proses pelacakan intensif dan terpadu segera dilakukan.
Melalui serangkaian analisa mendalam terhadap rekaman kamera pengawas (CCTV) di berbagai sudut lokasi kejadian, serta pengumpulan keterangan dari para saksi mata, polisi akhirnya menemukan benang merah.
Keberadaan tempat persembunyian komplotan pelaku pun berhasil diendus dengan tingkat akurasi tinggi.
Menurut penjelasan lebih lanjut dari AKBP Hidayatullah, tersangka KS dan A bukanlah pemain baru dalam dunia kriminal pencurian roda dua ini.
Rekam jejak kepolisian mencatat keterlibatan mereka di setidaknya 15 Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda yang tersebar di wilayah perbatasan.
“Saat proses penangkapan di wilayah persembunyian mereka di kawasan Rancah, kedua tersangka mencoba melarikan diri dari sergapan.
Bahkan, mereka melakukan manuver perlawanan yang sangat membahayakan keselamatan nyawa anggota kami di lapangan.
Oleh karena itu, kami terpaksa melakukan tindakan tegas terukur di bagian kaki untuk melumpuhkan mereka,” tegas AKBP Hidayatullah di hadapan puluhan awak media.
Rincian 8 Motor Curanmor Ciamis yang Telah Diamankan
Puncak dari operasi penyergapan berisiko tinggi ini adalah penyitaan barang bukti hasil kejahatan.
Hingga detik ini, jajaran Satreskrim Polres Ciamis telah sukses mengamankan delapan unit kendaraan roda dua dari berbagai merek.
Seluruh barang bukti motor curanmor Ciamis ini diduga kuat merupakan hasil panen kejahatan sindikat KS dan A selama beraksi menyasar tempat ibadah.
Bagi warga yang merasa menjadi korban kejahatan komplotan ini, pihak kepolisian telah merilis daftar identifikasi awal.
Berikut adalah spesifikasi dari deretan barang bukti yang kini terparkir dan diberi garis polisi di halaman Mapolres Ciamis:
- Honda Vario 160 (Hitam Doff): Ditemukan dalam kondisi lubang kunci kontak yang sudah rusak parah akibat paksaan kunci leher angsa (Kunci T).
- Yamaha NMax (Biru): Memiliki ciri fisik khas berupa tempelan stiker komunitas motor tertentu yang melekat di bagian spakbor belakang.
- Honda Beat Deluxe (Silver): Berdasarkan pencocokan data investigasi sementara, motor ini teridentifikasi hilang di salah satu halaman masjid kawasan Rancah pada pekan lalu.
- Honda Scoopy (Cream): Menggunakan modifikasi khusus pada bagian velg yang coraknya berbeda dari spesifikasi standar pabrik.
- Yamaha Aerox (Cyber City): Termasuk unit keluaran terbaru yang banyak digandrungi anak muda, namun sayangnya kondisi motor ditemukan dengan kunci kontak yang telah dijebol habis.
Sementara itu, tiga unit sepeda motor hasil sitaan lainnya masih dalam tahap identifikasi lebih mendalam.
Tim Inafis Polres Ciamis saat ini sedang bekerja keras memeriksa nomor rangka dan nomor mesin yang diduga kuat telah sengaja digosok atau dirusak oleh pelaku demi menghilangkan jejak kepemilikan aslinya.
Oleh karena itu, Kapolres sangat mengimbau kepada seluruh lapisan warga Kabupaten Ciamis dan sekitarnya.
Apabila ada warga yang merasa kehilangan dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini, diharap segera melakukan pengecekan daftar motor curanmor Ciamis tersebut secara langsung ke markas kepolisian setempat.
Prosedur Pengambilan Kendaraan: Mudah dan 100% Gratis
Satu poin penting yang digarisbawahi oleh pihak kepolisian dalam konferensi pers tersebut adalah komitmen transparansi pelayanan prima.
Bagi masyarakat yang berhasil mengenali dan mampu membuktikan bahwa salah satu kendaraan di atas adalah miliknya, proses pengambilannya dipastikan tidak akan berbelit-belit.
Lebih lanjut, kepolisian menjamin secara mutlak bahwa seluruh proses serah terima barang bukti pengungkapan kasus motor curanmor Ciamis ini sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis.
Pemilik sah hanya diwajibkan untuk mematuhi standar prosedur administrasi guna memvalidasi data dan mencegah terjadinya salah sasaran penyerahan barang bukti.
Berikut adalah syarat kelengkapan dokumen yang wajib dipersiapkan sebelum mendatangi pihak penyidik:
- Dokumen Legalitas Asli: Wajib menunjukkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang berwujud asli (bukan sekadar fotokopi).
- Identitas Diri Resmi: Membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli yang identitas namanya cocok dan selaras dengan yang tertera di dalam dokumen surat kendaraan.
- Bukti Laporan Kehilangan: Membawa serta lembar resmi Laporan Polisi (LP) yang sebelumnya telah diterbitkan oleh polsek atau polres saat korban pertama kali melaporkan insiden pencurian tersebut.
“Pintu pelayanan kami selalu terbuka lebar.
Silakan masyarakat datang ke Mapolres Ciamis pada jam kerja.
Tunjukkan bukti kepemilikannya secara sah dan lengkap, maka kendaraan tersebut bisa langsung dibawa pulang ke rumah tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeser pun,” tambah kapolres meyakinkan warga.
Waspada Modus Operandi Cepat di Tengah Suasana Ramadan
Pengungkapan sukses atas kasus motor curanmor Ciamis yang melibatkan sindikat lintas provinsi ini sekaligus harus menjadi alarm peringatan keras bagi ketahanan keamanan lingkungan.
Memasuki suasana syahdu ibadah puasa di bulan Ramadan 1447 H, tingkat kewaspadaan masyarakat justru tidak boleh mengalami penurunan.
Fakta di lapangan membuktikan bahwa para pelaku tindak kejahatan jalanan semakin cerdik dan jeli memanfaatkan situasi lingkungan.
Mereka secara sengaja mencari dan memetakan celah waktu kelengahan warga.
Momen ketika jemaah sedang khusyuk beribadah di dalam ruangan masjid dan membiarkan kendaraannya terparkir di area luar tanpa pengawasan ketat, adalah waktu keemasan bagi para pencuri.
Modus operandi yang diaplikasikan komplotan ini pun terbilang sangat cepat dan profesional.
Berdasarkan hasil reka adegan awal serta penelusuran berbagai rekaman CCTV warga, pelaku seperti KS dan A rata-rata hanya membutuhkan rentang waktu krusial kurang dari 10 detik saja.
Dalam hitungan detik tersebut, mereka sanggup merusak kunci stang ganda dengan alat khusus dan langsung membawa kabur motor korban menembus jalanan malam.
Oleh sebab itu, sangat direkomendasikan bagi seluruh jemaah masjid untuk mulai membiasakan penggunaan sistem pengamanan berlapis guna menghindari ancaman kejahatan sindikat motor curanmor Ciamis.
Memasang gembok cakram tambahan, rantai pengaman, atau menyematkan alarm sensor getar dapat secara efektif memperlambat manuver aksi pelaku sekaligus menggagalkan niat jahat mereka.
Keamanan harta benda adalah tanggung jawab mandiri yang harus selalu ditingkatkan eskalasinya, terutama di momen-momen yang rawan seperti saat pelaksanaan salat tarawih maupun salat subuh berjamaah.





