Hasil PSM vs Persita pada laga lanjutan Super League 2025-2026 berakhir dengan skor mengejutkan 2-4 pada Senin (2/3/2026) malam.
Bermain di hadapan ribuan pendukungnya sendiri di Stadion Gelora BJ Habibie, Kota Parepare, skuad PSM Makassar justru harus menelan pil pahit.
Padahal, tim tuan rumah sempat unggul dua gol lebih dulu pada awal babak pertama melalui skema serangan yang sangat agresif.
Namun, Persita Tangerang mempertontonkan mentalitas juara sejati lewat sebuah epic comeback dramatis guna mengunci tiga poin penuh.
Pertandingan yang disiarkan pada jam utama ini pada mulanya tampak akan menjadi panggung pesta bagi tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan tersebut.
Tuan rumah yang berjuluk Juku Eja tampil sangat impresif dan mendominasi penguasaan bola sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit.
Kendati demikian, dinamika sepak bola kembali membuktikan satu fakta penting bagi kita semua.
Keunggulan telak di menit-menit awal belumlah menjadi jaminan kemenangan mutlak hingga pertandingan benar-benar usai secara resmi.
Awal Laga Menjanjikan bagi Tuan Rumah
Melihat jalannya 30 menit pertama pertandingan, PSM Makassar sebenarnya bermain dengan skema taktik yang nyaris sempurna.
Serangan demi serangan yang dibangun secara rapi dari lini tengah sukses memorak-porandakan barisan pertahanan Persita Tangerang yang tampak gugup.
Kebuntuan akhirnya pecah secara cepat saat tuan rumah mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-9 laga tersebut.
Sang kapten, Yuran Fernandes, yang maju sebagai algojo sukses mengeksekusi tendangan penalti tersebut dengan sangat tenang.
Gol pembuka ini sontak membuat sorak-sorai pendukung setia PSM di tribun stadion bergemuruh memekakkan telinga para pemain di lapangan.
Bahkan, keunggulan mereka berhasil digandakan menjadi 2-0 pada menit ke-26 pertandingan.
Memanfaatkan skema bola mati yang sangat ciamik, Daisuke Sakai melepaskan umpan sepak pojok akurat ke jantung pertahanan lawan.
Umpan matang tersebut langsung disambut oleh tandukan tajam nan terarah dari bek jangkung Aloisio Neto Soares.
Akibatnya, kiper Persita, Igor Rodrigues, terpaksa memungut bola dari gawangnya untuk kedua kalinya dalam waktu singkat.
Pada momen ini, catatan hasil PSM vs Persita seolah sudah sepenuhnya mutlak berada di genggaman tim tuan rumah.
Petaka Konsentrasi Memutarbalikkan Hasil PSM vs Persita
Sayangnya, euforia keunggulan ganda tersebut justru memicu kelengahan yang sangat fatal di area pertahanan PSM Makassar.
Merasa sudah di atas angin, ritme permainan anak-anak Makassar mendadak mengendur secara drastis setelah menit ke-30.
Situasi transisi inilah yang kemudian dibaca dengan sangat cerdik oleh para pemain Persita Tangerang yang menolak untuk menyerah begitu saja.
Memanfaatkan celah di lini belakang Juku Eja, Pendekar Cisadane mulai berani mendikte alur permainan melalui umpan pendek.
Mereka menerapkan kombinasi umpan-umpan vertikal yang langsung membelah jantung pertahanan lawan dengan sangat efektif.
Petaka bagi tuan rumah akhirnya bermula ketika gelandang muda Ananda Raehan melakukan pelanggaran sembrono di area terlarang.
Wasit tanpa ragu langsung menunjuk titik putih serta memberikan hadiah penalti krusial untuk tim tamu.
Striker andalan Persita, Andrejic Aleksa, maju sebagai eksekutor pada menit ke-35 dan sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Gol balasan ini terbukti menjadi suntikan moral yang sangat masif bagi skuad asuhan pelatih Persita di sisa waktu babak pertama.
Hanya berselang tiga menit dari gol penalti tersebut, gawang tuan rumah kembali bergetar hebat akibat serangan kilat.
Kali ini, tendangan keras dan terukur dari Pablo Ganet tak mampu dihalau oleh penjaga gawang PSM yang tampak kaget.
Ganet dengan jeli memaksimalkan umpan silang matang dari Rayco Rodriguez untuk menyamakan kedudukan secara instan.
Babak pertama pun harus ditutup dengan skor imbang 2-2 yang sangat dramatis bagi kedua tim.
Hasil ini membuat tensi pertandingan semakin memanas saat para pemain memasuki lorong menuju ruang ganti.
Hokky Caraka Segel Kemenangan Pendekar Cisadane
Memasuki babak kedua, tempo permainan di atas lapangan hijau justru sedikit melambat dibandingkan paruh pertama.
Kedua tim tampak bermain jauh lebih aman dan sangat berhati-hati dalam melakukan operan bola di lini tengah.
Namun, Persita Tangerang terbukti memiliki efektivitas penyelesaian akhir yang jauh lebih mematikan ketimbang tim tuan rumah.
Lini belakang PSM yang terus-menerus gagal mengantisipasi skema serangan balik cepat akhirnya kembali runtuh secara tragis.
Persita berhasil menyarangkan gol ketiga mereka melalui serangan terstruktur yang rapi pada menit ke-74.
Gol yang membalikkan keadaan menjadi 3-2 ini membuat mental bertanding para pemain PSM Makassar merosot tajam di sisa laga.
Alih-alih menyamakan kedudukan di sisa waktu normal, PSM justru harus rela melihat gawangnya kembali kebobolan.
Striker muda berlabel Timnas Indonesia, Hokky Caraka, tampil sebagai pahlawan pamungkas bagi tim asal Tangerang tersebut.
Ia mencetak gol keempat yang secara definitif membunuh harapan tuan rumah untuk mendapatkan poin di laga ini.
Gol penutup tersebut memastikan hasil PSM vs Persita berakhir dengan angka mencolok 2-4.
Kemenangan ini terasa sangat manis bagi tim tamu karena diraih dengan perjuangan keras di markas lawan.
Dampak Signifikan pada Klasemen Super League
Kemenangan tandang yang sangat dramatis ini menjadi bukti paling sahih betapa kuatnya daya juang anak-anak Tangerang.
Imbas dari hasil PSM vs Persita tersebut, peta persaingan di papan tengah klasemen sementara langsung mengalami pergeseran.
Tambahan tiga poin krusial sukses mendongkrak posisi Persita Tangerang naik ke peringkat keenam dengan koleksi 38 poin.
Kepercayaan diri tim dipastikan sedang berada di titik tertinggi guna menyambut jadwal pertandingan krusial selanjutnya.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi tamparan keras yang sangat telak bagi jajaran pelatih PSM Makassar secara keseluruhan.
Sebab, hasil PSM vs Persita yang minor di kandang sendiri ini memperpanjang rekor buruk mereka di liga.
Saat ini, Juku Eja harus puas tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan torehan 23 poin saja.
Situasi ini memaksa mereka untuk segera melakukan evaluasi besar-besaran agar tidak semakin terseret ke zona degradasi musim depan.
Manajemen tim diharapkan segera mengambil langkah tegas terkait performa lini pertahanan yang kian rapuh dalam beberapa laga terakhir.





