
Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu (20/05/2026), ratusan pendidik anak usia dini yang tergabung dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) menggelar gebrakan baru.
Tak hanya sibuk di ruang kelas, para guru PAUD Ciamis ini secara masif mengikuti pelatihan kewirausahaan di Padepokan Wreti Kendayun, Situs Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing.
Langkah proaktif ini diambil sebagai upaya nyata untuk merintis kemandirian ekonomi.
Pelatihan yang sangat esensial ini dibuka secara langsung oleh Bunda PAUD Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat.
Dalam sambutannya, beliau menekankan urgensi memiliki insting wirausaha bagi tenaga pendidik.
Kehadiran acara ini sangat relevan dengan semangat Harkitnas, di mana kebangkitan bukan sekadar wacana sejarah, melainkan aksi nyata dari para guru PAUD Ciamis untuk mengangkat derajat kesejahteraan keluarga mereka di rumah.
Acara edukatif ini menghadirkan kolaborasi pemateri dari berbagai instansi penting.
Mulai dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (KUKMP), Dinas Pendidikan (Disdik), hingga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ciamis.
Secara bergantian, mereka mengupas tuntas berbagai materi wajib bagi pelaku usaha pemula.
Selanjutnya, materi yang diberikan sangat komprehensif. Peserta dibekali pemahaman mengenai pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), perizinan PIRT, hingga tata cara pengajuan sertifikat halal.
Tidak berhenti di situ, para pemateri juga menyajikan ilmu desain kemasan (packaging) yang modern, akses permodalan, serta strategi pemasaran.
Oleh karena itu, para guru PAUD Ciamis diharapkan dapat langsung mengaplikasikan ilmu tersebut untuk berbisnis.
Ringkasan Berita
Strategi Cerdas Guru PAUD Ciamis Menyiasati Kesejahteraan
Bunda PAUD, Hj. Kania Ernawati Herdiat, memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap inisiatif Himpaudi.
“Ini merupakan bukti konkret bahwa organisasi sangat peduli dengan kondisi anggotanya. Menjadi tenaga pendidik di tingkat dasar memang sangat mulia, tetapi urusan kesejahteraan tentu harus tetap diperjuangkan,” ujar sosok yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Ciamis ini.
Faktanya, pengabdian sebagai peletak dasar karakter anak usia dini sering kali berjalan beriringan dengan minimnya kepastian finansial.
Menyadari kondisi empiris tersebut, Hj. Kania menilai seorang guru PAUD Ciamis memang dituntut untuk lebih ulet.
Mereka harus cermat membidik berbagai peluang ekonomi demi menopang kebutuhan keluarga.
Misalnya, dengan merintis usaha kuliner sehat, memproduksi makanan ringan, menciptakan kerajinan tangan, atau menawarkan jasa.
Dengan mengikuti pelatihan terpadu ini, arah usaha mereka tentu menjadi lebih tajam.
Produk yang dihasilkan memiliki izin resmi, PIRT, sertifikat halal, dan kemasan yang lebih memikat hati konsumen.
“Lebih jauh lagi, mereka bisa memenuhi kualifikasi untuk mendapat bantuan modal, pembinaan lanjutan, hingga dukungan pemasaran usai melewati proses kurasi,” tambahnya penuh optimisme.
Di samping itu, Hj. Kania menyarankan agar Himpaudi mengambil peran sebagai motor penggerak promosi.
Organisasi dapat melakukan pemasaran terpadu untuk seluruh produk karya guru PAUD Ciamis.
Salah satu caranya adalah melalui pemanfaatan media sosial dan kampanye promosi silang (endorse) antaranggota komunitas.
Contoh nyatanya dapat dilihat pada produk kerajinan rajut seperti dompet, bros cantik, gantungan kunci, dan taplak meja.
Berbagai barang buatan tangan ini tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga berpotensi besar menjadi produk kreativitas lintas generasi yang laku keras di pasaran jika dipasarkan secara kolektif.
Menanti Revisi UU Sisdiknas, Pendidik Tetap Berkarya
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) Himpaudi Kabupaten Ciamis, Eni Rustini, S.Pd., memaparkan data statistik kelembagaan.
Saat ini, terdapat sekitar 650 lembaga sekolah PAUD yang tersebar di wilayah Ciamis.
Dari total lembaga tersebut, tercatat ada sebanyak 2.300 orang yang mendedikasikan diri sebagai guru PAUD Ciamis.
Khusus untuk agenda pelatihan kewirausahaan ini, pihak panitia membatasi kuota peserta sebanyak 150 orang.
Mereka terdiri dari para guru pendidik dan pengurus Pimpinan Cabang (PC) Himpaudi yang mewakili 27 kecamatan.
Menariknya, dari 150 peserta tersebut, sebanyak 71 orang ternyata telah memiliki rintisan usaha dan produk UMKM sendiri.
Produk yang dijajakan oleh para guru PAUD Ciamis ini pun sangat bervariasi. Mulai dari sektor makanan dan kuliner hingga kerajinan tangan khas kedaerahan.
Beberapa produk unggulan yang sukses mencuri perhatian antara lain anyaman piring lidi, aneka rajutan, camilan khas galendo, hingga minuman segar seperti jus honje dan jus markisa.
Melalui pelatihan intensif ini, Eni sangat berharap semakin banyak pendidik yang berani mengambil langkah menjadi wirausahawan.
Tujuannya tak lain untuk membangkitkan perputaran ekonomi keluarga, sembari tetap menjaga ritme mengabdi di dunia pendidikan.
Bagi yang sudah merintis UMKM, momentum ini diharapkan menjadi batu loncatan agar bisnis mereka makin melesat.
Meskipun memegang peranan vital sebagai ujung tombak pendidikan anak bangsa, posisi pendidik anak usia dini masih rentan.
Menurut Eni, tingginya dedikasi mereka sering kali tidak dikuti dengan kepastian status kepegawaian maupun jaminan insentif yang layak.
Hal ini kerap menjadi kendala di tengah beratnya tuntutan ekonomi saat ini.
Kondisinya, kata Eni, tentu sangat berbeda dengan rekan-rekan guru TK, SD, SMP, maupun SMA yang statusnya sudah terakomodir jelas dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).
Oleh karena itu, pihaknya terus menaruh harapan adanya revisi undang-undang tersebut.
“Ke depannya, mutlak harus ada keberpihakan regulasi mengenai kepastian status bagi para guru PAUD Ciamis maupun di seluruh penjuru negeri,” harap Eni Rustini dengan nada tegas.
Di tengah masa penantian panjang akan hadirnya revisi regulasi tersebut, daya juang para pendidik ini layak diacungi jempol.
Mereka menolak berdiam diri meratapi kebijakan. Justru sebaliknya, para pahlawan pendidikan ini meresponsnya dengan kreativitas tanpa batas dalam menggali sumber pendapatan baru.
Berbagai sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini menjadi primadona.
Keputusan terjun ke dunia bisnis membuktikan kemandirian yang kuat.
Pada akhirnya, semangat wirausaha inilah yang akan memastikan bahwa dapur keluarga seorang guru PAUD Ciamis tetap mengepul, sembari terus mencetak generasi emas masa depan tanpa pamrih.





