
Keberadaan hewan pemangsa kembali memicu keresahan warga di kawasan permukiman. Seekor ular sanca atau piton sepanjang tiga meter kepergok sedang melilit dan memangsa seekor ayam di dalam kandang milik Lia Dwi Andini (35).
Peristiwa mengejutkan ini terjadi di Dusun Cibodas RT 03 RW 10, Desa Kujang, wilayah Cikoneng Ciamis, pada Rabu (15/4/2026) menjelang waktu subuh, sekitar pukul 04.11 WIB.
Kejadian yang memecah kesunyian pagi tersebut sontak membuat pemilik rumah terkejut.
Pasalnya, hewan melata raksasa itu menyusup masuk tanpa suara ke area pekarangan belakang rumah warga yang masih terlelap tidur.
Insiden ini menambah deretan kasus konflik antara satwa liar dengan aktivitas manusia di permukiman padat penduduk.
Ringkasan Berita
Kronologi Menegangkan: Niat Potong Ayam, Bertemu Pemangsa
Peristiwa dramatis ini bermula ketika suami dari Ibu Lia bangun pada dini hari yang sangat dingin.
Seperti rutinitas biasanya, ia berjalan menuju area kandang yang terletak di bagian belakang pekarangan rumah dengan tujuan mengambil beberapa ekor ayam untuk segera disembelih.
Keluarga ini memang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang daging ayam potong di pasar tradisional setempat.
Namun, rencananya pagi itu berubah menjadi kepanikan luar biasa. Saat menyorotkan cahaya senter ke sudut kandang yang remang-remang, ia tidak mendapati ayam potongnya dalam kondisi aman.
Sebaliknya, ia justru memergoki seekor reptil berukuran sangat besar yang tengah melilit kuat seekor unggas peliharaannya hingga tak berdaya.
Pemandangan mengerikan ini tentu saja membuat jantung berdebar kencang.
Respons Cepat Damkar Amankan Warga Cikoneng Ciamis
Menghadapi situasi darurat yang mengancam keselamatan jiwa dan kelangsungan usaha ternaknya, keluarga tersebut tidak mengambil tindakan gegabah secara mandiri.
Menyadari risiko tinggi berhadapan dengan predator liar sepanjang tiga meter, Lia langsung mengambil ponsel dan menghubungi layanan darurat Markas Komando (Mako) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Satpol PP terdekat.
Laporan warga yang masuk menjelang waktu subuh tersebut langsung ditindaklanjuti secara sigap.
Tak butuh waktu lama, tiga orang personel andalan dari Mako UPTD Damkar, yakni Yayan, Seprinda, dan Suheri, segera diterjunkan ke lokasi kejadian di kawasan Cikoneng Ciamis.
Mereka bergerak cepat menembus udara dingin dengan menggunakan armada mobil pancar bernomor polisi Z 8164 T.
Setibanya di lokasi, tim profesional ini langsung melakukan peninjauan situasi di lapangan.
Beruntung, hewan tak diundang itu masih asyik berada di dalam kandang pelataran, belum sempat melarikan diri menjauh ke area permukiman warga lainnya.
Dengan ketangkasan tinggi dan mengutamakan prosedur keselamatan, para petugas langsung bermanuver.
Hanya dalam waktu singkat, binatang melata bersisik tebal tersebut berhasil diciduk menggunakan peralatan khusus berupa tongkat berpenjepit (snake grabber) tanpa ada perlawanan yang membahayakan warga sekitar.
“Sekitar jam 04.24 WIB tadi subuh, para petugas kami sudah kembali ke mako UPTD Damkar di Imbanagara dengan membawa hasil evakuasi reptil,” ujar Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat SIP, saat memberikan keterangan resminya kepada awak media.
Mengapa Predator Liar Kerap Turun ke Pemukiman?
Kemunculan satwa liar di kawasan padat penduduk bukanlah tanpa alasan yang jelas.
Fenomena masuknya hewan pemangsa ke perkampungan sering kali dipicu oleh menyempitnya habitat asli mereka akibat perluasan permukiman.
Akibatnya, hewan-hewan tersebut terpaksa keluar dari sarangnya di alam bebas untuk mencari sumber makanan yang lebih mudah dijangkau.
Sasarannya tak lain adalah unggas peliharaan, burung, maupun tikus yang kerap berada di sekitar rumah warga.
Kondisi pergantian cuaca juga kerap mendorong reptil berdarah dingin ini mencari tempat yang lebih bersuhu stabil.
Area tumpukan barang bekas, rimbunan semak yang dibiarkan liar, atau tumpukan material kayu bangunan sering kali menjadi lokasi persembunyian yang sangat disukai.
Kenali Tanda Kehadiran Ular di Sekitar Lingkungan Rumah
Oleh karena itu, sangat penting bagi warga untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan rumah. Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kehadiran satwa liar.
Suara berisik tak wajar dari hewan ternak peliharaan pada malam hari bisa menjadi indikator awal adanya bahaya yang mengintai di balik kegelapan.
Dalam insiden ini, insting pemilik rumah yang segera memeriksa sumber keributan di kandang telah berhasil mencegah kerugian materiil yang lebih besar, serta menghindari risiko serangan langsung terhadap anggota keluarga.
Jika mendapati jejak aneh seperti sisa kulit reptil hasil pergantian (moulting), kotoran satwa yang mencurigakan, atau bau apak yang menyengat di area gudang maupun tumpukan bata, kewaspadaan harus segera ditingkatkan.
Pemantauan rutin pada sudut-sudut gelap dan lembap di sekitar area tempat tinggal sangat dianjurkan sebagai langkah mitigasi dini.
Imbauan Keselamatan bagi Masyarakat Cikoneng Ciamis
Dari perspektif ekosistem alam, kehadiran hewan pemangsa sebetulnya memiliki fungsi rantai makanan alami untuk mengontrol populasi hama pengerat pertanian.
Itulah sebabnya, evakuasi yang dipimpin oleh petugas pemadam kebakaran selalu mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare).
Tujuannya agar ular yang tertangkap nantinya bisa diamankan dan dilepasliarkan ke habitat aslinya yang ideal, jauh dari jangkauan interaksi manusia.
Pihak berwenang terus mengingatkan seluruh lapisan masyarakat di wilayah Cikoneng Ciamis agar tidak panik namun tetap mempertahankan tingkat kewaspadaan ekstra.
Apabila ada warga yang kembali memergoki ular berskala besar atau jenis satwa liar berbahaya lainnya, sangat ditekankan untuk tidak memprovokasi hewan tersebut.
Jangan pernah mencoba menangkap predator berisiko tinggi tanpa dibekali insting teknis dan alat pelindung diri.
Segera hubungi saluran bantuan layanan darurat terdekat agar proses penyelamatan bisa dieksekusi secara aman, tuntas, tanpa membahayakan warga sipil, serta layanan masyarakat ini tidak memungut biaya sepeser pun.





