Berita

Geger Ular Sanca 2,5 Meter Masuk Kandang Ayam di Rancah Ciamis, Tim Damkar Gerak Cepat Evakuasi

Warga Dusun Desa, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, dikejutkan oleh kemunculan seekor ular sanca berukuran besar pada Minggu (1/2/2026) pagi.

Ular sanca sepanjang kurang lebih 2,5 meter tersebut ditemukan sedang memangsa ternak di dalam kandang milik warga setempat, sehingga memicu kepanikan di lingkungan pemukiman yang cukup padat tersebut.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ciamis dari Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Rancah yang menerima laporan segera terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Langkah cepat ini diambil guna menghindari potensi konflik antara satwa liar dan manusia, mengingat ular tersebut berada sangat dekat dengan area aktivitas warga sehari-hari.

Kejadian ini bermula sekitar pukul 08.50 WIB, saat pemilik kandang, Engkos Rahmat Hidayat (54), hendak menjalankan rutinitas pagi memberi pakan ayam peliharaannya.

Namun, suasana tenang di pagi hari itu berubah drastis saat ia membuka pintu kandang dan melihat pemandangan yang tidak biasa.

Engkos mendapati seekor ular sanca yang melingkar di sudut kandang dalam kondisi perut yang sudah membesar.

Ternyata, predator melata tersebut sedang dalam proses melahap salah satu ayam miliknya.

Sontak, kejadian ini membuatnya terkejut dan segera menjauh dari area kandang untuk menjaga keselamatan diri.

“Saya kaget sekali, niatnya mau kasih makan ayam, malah ada tamu tak diundang yang sedang berpesta di dalam. Ukurannya cukup besar, sekitar 2,5 meter, sehingga saya tidak berani mengusirnya sendirian,” ujar Engkos saat menceritakan kembali momen mendebarkan tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Ciamis dan KPK Perkuat Sinergi Berantas Korupsi

Sadar akan bahaya yang mengintai jika ular tersebut lepas ke pemukiman, Engkos segera menghubungi petugas piket siaga di Pos WMK Rancah.

Laporan warga ini langsung direspons dengan sigap oleh tim penyelamat yang sedang bertugas.

Dengan menggunakan kendaraan operasional mobil pancar bernomor polisi Z 8158 T, tim Damkar yang dilengkapi dengan peralatan khusus penanganan ular (snake handling tools) tiba di lokasi kejadian hanya dalam hitungan menit.

Setibanya di tempat, petugas mendapati ular tersebut masih berada di dalam kandang, tampak pasif karena diduga baru saja menelan mangsanya.

Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, S.IP, mengonfirmasi bahwa anggotanya langsung melakukan prosedur evakuasi sesuai standar operasional.

“Petugas kami menggunakan alat penjepit khusus agar ular tidak stres dan tidak membahayakan petugas maupun warga sekitar. Prosesnya berlangsung sangat lancar,” jelas Budi.

Proses evakuasi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu menarik perhatian sejumlah warga yang ingin melihat dari kejauhan.

Meskipun ukuran ular cukup panjang dan tenaga lilitannya kuat, keahlian petugas Damkar membuat proses pengamanan hanya memakan waktu singkat.

Tepat pada pukul 09.30 WIB, ular sanca tersebut berhasil dimasukkan ke dalam karung pengaman dan dibawa menuju Pos WMK Rancah.

Ular ini nantinya akan dilepaskan kembali ke habitatnya yang jauh dari pemukiman manusia atau diserahkan ke pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga :  Di SMK Miftahussalam Ciamis, Absensi Siswa Canggih Pakai Barcode!

“Setelah memastikan area kandang benar-benar aman dari potensi adanya ular lain, tim kami segera kembali ke pos untuk melanjutkan piket siaga. Kami pastikan tidak ada korban luka, baik dari pihak warga maupun petugas kami,” tambah Budi Rahmat.

Peristiwa masuknya ular sanca ke pemukiman di Kecamatan Rancah ini menjadi pengingat penting bagi warga Kabupaten Ciamis.

Secara geografis, wilayah Dusun Desa memang berdekatan dengan area perkebunan dan persawahan yang merupakan habitat alami bagi berbagai jenis ular.

Pihak Damkar Ciamis menghimbau warga agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama tumpukan barang bekas atau semak belukar yang sering dijadikan tempat persembunyian ular.

Selain itu, menutup celah-celah di bawah pintu atau saluran air juga sangat disarankan untuk mencegah masuknya satwa melata ke dalam rumah atau kandang ternak.

“Jika menemukan ular atau hewan liar berbahaya lainnya, jangan mencoba menangkap sendiri jika tidak memiliki keahlian. Segera hubungi petugas Damkar, layanan kami tersedia 24 jam dan gratis bagi masyarakat,” pungkas Budi Rahmat menutup keterangannya.

Keberhasilan evakuasi ini juga menunjukkan pentingnya peran Damkar dalam fungsi penyelamatan (rescue), selain tugas utama memadamkan api.

Edukasi mengenai snake rescue kini menjadi bagian dari pelayanan publik yang krusial di Ciamis.

Dengan adanya koordinasi yang baik antara warga dan petugas, potensi kerugian harta benda maupun nyawa akibat konflik satwa liar dapat diminimalisir secara efektif.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca