
Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali membuktikan komitmen kepeduliannya terhadap warga rentan di pelosok desa.
Melalui program unggulan berupa penyaluran Bantuan Sosial Ciamis untuk perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan sembako, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya menyentuh langsung kehidupan masyarakat miskin.
Bantuan kemanusiaan ini diberikan kepada Mang Pidin, seorang lansia yang tinggal sebatang kara di Dusun Sukapura, Desa Cikaso, Kecamatan Banjaranyar, pada Selasa (12/05/2026).
Hebatnya, langkah nyata pemerintah daerah ini tetap berjalan maksimal meski sedang menghadapi efisiensi serta keterbatasan anggaran fiskal.
Ringkasan Berita
Bertahan Hidup dalam Kelumpuhan dan Keterbatasan
Kisah perjuangan hidup Mang Pidin memang mengundang simpati mendalam dari berbagai pihak.
Selama bertahun-tahun, lansia ini harus bertahan hidup dalam kondisi yang sangat jauh dari kata layak.
Ia mendiami sebuah rumah reyot yang kondisinya sangat memprihatinkan dan rawan ambruk kapan saja diterpa angin kencang.
Lebih menyedihkan lagi, Mang Pidin mengalami kelumpuhan yang membuatnya tidak bisa berjalan atau beraktivitas secara normal.
Kondisi fisik yang tak berdaya ini praktis menutup kemampuannya untuk bekerja mencari nafkah.
Jangankan untuk memikirkan biaya memperbaiki rumah panggungnya, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja ia sudah sangat kesulitan.
Oleh sebab itu, kehadiran Bantuan Sosial Ciamis tentu menjadi angin segar yang sangat dinantikan bagi kelangsungan hidupnya di masa tua yang penuh keterbatasan.
Di balik dinding rumahnya yang lapuk, tersimpan kisah pilu penantian seorang ayah. Mang Pidin sebenarnya tidak benar-benar sebatang kara.
Berdasarkan keterangan warga setempat, ia diketahui memiliki satu orang anak yang kabarnya sedang merantau ke Pulau Lombok.
Sayangnya, selama kurun waktu lebih dari 10 tahun terakhir, sama sekali tidak ada kabar berita maupun komunikasi dari sang anak.
Pemerintah Desa Cikaso bersama warga setempat sudah berulang kali berupaya melakukan penelusuran.
Namun, hingga saat ini jejak keluarga tersebut tetap tidak dapat ditemukan.
Alhasil, penyaluran Bantuan Sosial Ciamis dinilai sangat tepat sasaran karena menyentuh warga yang benar-benar terisolasi dari dukungan keluarga inti.

Gotong Royong Warga Jadi Pilar Penyelamat
Beruntung, Mang Pidin tinggal di lingkungan yang memiliki tingkat kepedulian sosial luar biasa tinggi.
Kebutuhan makan dan minum kesehariannya selama ini banyak ditopang oleh uluran tangan para tetangga.
Warga Dusun Sukapura secara sukarela dan bergantian memberikan makanan serta merawat lansia malang tersebut dengan tulus.
Semangat gotong royong ini menjadi bukti autentik bahwa nilai-nilai kemanusiaan masih tumbuh subur di wilayah Banjaranyar.
Selanjutnya, sinergi antara kepedulian warga sekitar dan intervensi pemerintah melalui Bantuan Sosial Ciamis sukses menciptakan jaring pengaman sosial yang sangat solid di tingkat desa.
Tanpa adanya bantuan kemanusiaan dari para tetangga, kondisi Mang Pidin mungkin akan jauh lebih tragis sebelum program dari pemerintah turun tangan mengevakuasi kehidupannya.
Fokus Pemkab Lewat Program Perlindungan Masyarakat
Melihat kenyataan pahit di lapangan, Pemerintah Kabupaten Ciamis merespons dengan sigap.
Perhatian khusus dari Bupati Herdiat Sunarya diwujudkan secara langsung dalam bentuk tindakan nyata yang terukur.
Alokasi Bantuan Sosial Ciamis serta paket sembako lengkap segera disalurkan untuk meringankan beban penderitaan Mang Pidin secara komprehensif.
Program bedah rumah tidak layak huni ini merupakan salah satu inisiatif prioritas daerah untuk memastikan setiap warganya memiliki tempat bernaung yang aman dan sehat.
Terlebih lagi, penyaluran Bantuan Sosial Ciamis ini tetap dieksekusi oleh pemerintah daerah meskipun saat ini sedang terjadi penyesuaian anggaran besar-besaran.
Kehadiran program di pelosok desa ini menunjukkan bahwa jarak dan keterbatasan dana bukanlah penghalang untuk melayani rakyat.
Fakta di lapangan ini sekaligus menegaskan bahwa program Bantuan Sosial Ciamis secara konsisten menempatkan kesejahteraan kelompok rentan serta lansia telantar pada posisi teratas dalam skala prioritas pembangunan daerah.
Di samping dukungan material, program ini juga efektif membangun kembali harapan hidup para penerimanya.
Dengan turunnya dana Bantuan Sosial Ciamis, rumah Mang Pidin yang sebelumnya berdinding anyaman bambu bolong dan beratap bocor akan segera direnovasi total.
Nantinya, proses pembangunan fisik rumah tersebut tidak akan dikerjakan oleh tenaga bayaran semata.
Warga Desa Cikaso telah sepakat untuk saling bahu-membahu menyumbangkan tenaga.
Kolaborasi aktif ini memastikan bahwa dana operasional dari Bantuan Sosial Ciamis dapat dimaksimalkan seluruhnya untuk pembelian material bangunan berkualitas, mencerminkan kearifan lokal yang masih dijaga ketat di pedesaan.
Tangis Haru di Balik Kunjungan Pemerintah
Walaupun penyerahan bantuan tidak dihadiri langsung oleh Bupati Ciamis akibat agenda pemerintahan lain yang mendesak, esensi kepedulian tetap tersampaikan secara utuh.
Jajaran perwakilan Pemerintah Kabupaten Ciamis hadir langsung ke kediaman Mang Pidin untuk menyerahkan amanat kebaikan tersebut.
Suasana haru tampak menyelimuti prosesi penyerahan di lokasi kejadian. Raut wajah Mang Pidin memancarkan kebahagiaan serta rasa syukur yang luar biasa.
Dengan suara yang terdengar bergetar menahan tangis, ia menyampaikan ucapan terima kasih mendalam.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan semua pihak yang sudah membantu keadaan saya. Bantuan ini sangat berarti bagi kelangsungan hidup saya,” ucap Mang Pidin dengan mata berkaca-kaca saat momen penyerahan simbolis Bantuan Sosial Ciamis di kediaman sederhananya.
Pada akhirnya, di tengah berbagai tantangan fiskal dan dinamika ekonomi, komitmen berkelanjutan dari kehadiran Bantuan Sosial Ciamis seolah menjadi oase bagi masyarakat miskin.
Ini adalah bukti sahih bahwa kehadiran negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh lapisan paling bawah.
Sinergi kuat antara warga dan pemerintah membuktikan bahwa krisis apa pun bisa dilewati dengan gotong royong sejati.





