Berita

Pemuda Pelopor Ciamis 2026; 16 Inovator Bersaing Ketat, Siapa Lolos?

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis resmi menggelar tahapan bergengsi pencarian bakat dan inovasi melalui ajang seleksi Pemuda Pelopor Ciamis untuk tahun 2026.

Kegiatan penyeleksian ini berlangsung secara intensif selama dua hari, yakni pada Senin hingga Selasa, 11-12 Mei 2026.

Adapun lokasi pelaksanaan tes terpusat di dua tempat strategis, yaitu Perpustakaan Disbudpora Ciamis dan Stadion Atletik Prabu Linggabuana.

Ajang ini menjadi sorotan utama karena dinilai mampu melahirkan agen-agen perubahan muda yang siap membawa nama baik daerah berjuluk Tatar Galuh tersebut.

Proses Seleksi Pemuda Pelopor Ciamis Berjalan Objektif dan Ketat

Sebanyak 16 peserta berhasil melaju untuk mengikuti tahapan wawancara yang menjadi penentu utama dalam kompetisi ini.

Sebelumnya, proses pendaftaran awal sukses menjaring 17 orang pemuda berbakat dari berbagai wilayah kecamatan.

Namun, satu pendaftar terpaksa harus gugur lebih awal pada tahapan seleksi administrasi.

Sekretaris Disbudpora Ciamis, Hendri Ridwansyah, memberikan penjelasan detail terkait hal tersebut.

Menurutnya, peserta yang gugur tidak memenuhi kriteria persyaratan mutlak terkait batas usia yang telah ditetapkan panitia.

“Untuk kegiatan seleksi Pemuda Pelopor Ciamis tahun 2026 ini, kami dari pihak Disbudpora tentu sudah melaksanakan beberapa tahapan secara prosedural. Yang pertama dan paling krusial adalah tahapan administrasi,” ujar Hendri.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa aturan batas usia harus ditegakkan dengan disiplin.

“Di seleksi administrasi, ternyata ada satu orang yang gugur karena usianya sudah melebihi batas 30 tahun. Sesuai dengan ketentuan regulasi, kategori pemuda itu berada tegak lurus pada rentang usia 16 sampai dengan 30 tahun,” jelas Hendri menambahkan.

Dengan demikian, tersisa 16 peserta yang mengikuti tahapan wawancara lanjutan. Sebanyak empat peserta khusus dari bidang seni budaya menjalani uji seleksi pada Senin, 11 Mei 2026.

Baca Juga :  Hadiri Muscab Pemuda Pancasila, Ini Pesan Wabup Ciamis

Sementara itu, 12 peserta dari bidang lainnya diuji kemampuannya pada Selasa, 12 Mei 2026, di area Stadion Atletik Prabu Linggabuana.

Lima Bidang Strategis Jadi Fokus Utama Inovasi

Dalam ajang Pemuda Pelopor Ciamis tahun ini, para peserta dituntut untuk bersaing secara sehat di lima bidang kepeloporan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Kelima bidang strategis tersebut meliputi bidang seni dan budaya, pendidikan, sumber daya alam lingkungan dan pariwisata, pangan, serta teknologi.

Oleh karena itu, Hendri memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan dengan sangat objektif.

Disbudpora secara khusus melibatkan barisan juri yang sangat kompeten, kredibel, serta ahli di masing-masing bidang demi menjaga kualitas penilaian.

“Kami secara aktif mencari sosok-sosok inovatif dan pelopor yang memang terbukti sudah menjalankan kegiatannya sejak tahun-tahun sebelumnya, bukan sekadar rencana. Mereka ini terbagi dalam lima bidang penting yang menopang kemajuan daerah,” tuturnya dengan penuh optimisme.

Menariknya, salah satu aspek paling krusial dalam instrumen penilaian tim juri adalah orisinalitas gagasan. Karya atau ide yang dipaparkan peserta akan diuji secara mendalam dan komprehensif.

“Salah satu kriteria penilaian yang tidak bisa ditawar adalah orisinalitas. Fakta itu akan terlihat jelas saat proses wawancara berlangsung, apakah ide yang dibawa benar-benar orisinal atau tidak. Sehingga, tim juri dapat memberikan penilaian secara objektif,” ungkap Hendri.

Target Membawa Nama Baik di Kancah Nasional

Penyelenggaraan seleksi ini bukan sekadar agenda rutin pemerintahan semata. Lebih dari itu, ajang Pemuda Pelopor Ciamis merupakan batu loncatan penting untuk mencetak generasi muda berkualitas yang berdaya saing.

Harapannya, pemenang dapat mewakili Kabupaten Ciamis di tingkat Provinsi Jawa Barat, hingga menembus level nasional.

Hendri memaparkan bahwa rekam jejak delegasi Kabupaten Ciamis dalam ajang serupa sangatlah membanggakan. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta tahun ini.

Baca Juga :  Jelang Masa Tenang, Bawaslu Pantau Penertiban APK di Kabupaten Ciamis

“Sudah beberapa tahun terakhir ini, Kabupaten Ciamis selalu konsisten mengirimkan perwakilan ke tingkat provinsi maupun nasional. Alhamdulillah, trennya selalu positif dan kita juga sering meraih ragam prestasi bergengsi di Jawa Barat,” tambahnya.

Eris Nugraha: Misi Kenalkan Angklung Melalui Pemuda Pelopor Ciamis

Di antara belasan peserta yang hadir mempresentasikan ide mereka, terdapat satu kisah yang cukup menarik perhatian.

Eris Nugraha, pemuda inspiratif asal Kecamatan Cijeungjing, memutuskan untuk mengikuti kompetisi Pemuda Pelopor Ciamis pada bidang pendidikan.

Saat diwawancarai, Eris berfokus pada upaya pelestarian serta pengembangan instrumen musik tradisional, yaitu angklung dan musik bambu.

Ia mengaku termotivasi mengikuti ajang tersebut untuk membangun relasi strategis dengan pihak pemerintah daerah.

“Saya membawa inovasi angklung ke kepeloporan ini karena melihat realitas di Ciamis belum ada pembelajaran angklung yang menyeluruh. Saya juga sudah melakukan riset lapangan terkait hal ini,” ujar Eris.

Pengalaman berharganya mempelajari seni angklung selama sepuluh tahun di Kota Bandung, ingin segera ia terapkan secara nyata di Kabupaten Ciamis agar ekosistem seninya semakin hidup.

“Saya ingin membawa angklung yang sudah saya pelajari selama satu dekade di Bandung ke Ciamis. Harapannya, kesenian ini bisa dikembangkan secara pesat di sekolah-sekolah, berbagai komunitas, dan ruang publik lainnya,” pungkas Eris.

Mendorong Ekosistem Inovasi Berkelanjutan

Di luar kemeriahan kompetisi, program Pemuda Pelopor Ciamis ini sejatinya merupakan langkah konkret pemerintah untuk memfasilitasi kreativitas pemuda.

Mengingat tantangan di tahun 2026 semakin kompleks, solusi out of the box dari generasi muda menjadi kunci utama pembangunan daerah.

Pada akhirnya, keberadaan Pemuda Pelopor Ciamis bukan sekadar mencari siapa yang berhak mengangkat piala.

Tujuan utamanya adalah merajut kolaborasi jangka panjang antara inovator muda dan pemangku kebijakan, demi mewujudkan tatanan masyarakat yang jauh lebih maju, mandiri, dan berbudaya kuat di masa depan.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca