Berita

Mencekam! Kebakaran Pabrik Kayu Ciamis Telan Kerugian Rp 2 Miliar

Suasana dini hari di Dusun Sidamulya, Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, mendadak mencekam dan penuh kepanikan.

Peristiwa kebakaran pabrik kayu Ciamis terjadi pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 01.00 WIB dan mengejutkan warga setempat yang tengah lelap tertidur.

Insiden dahsyat ini menghanguskan seluruh bangunan pabrik beserta isinya, menelan kerugian material yang secara resmi ditaksir mencapai angka Rp 2 miliar.

Industri pengolahan kayu milik Nurhidayat (48) tersebut ludes tidak bersisa dilalap si jago merah.

Beruntung, insiden yang dipicu oleh dugaan hubungan arus pendek listrik ini tidak memakan korban jiwa, berkat kesigapan petugas jaga malam yang langsung melaporkan kejadian.

Kronologi Kebakaran Pabrik Kayu Ciamis yang Mencekam

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula saat Nursin, petugas penjaga malam pabrik tersebut, mendengar suara aneh yang mencurigakan.

Suara berderak keras menyerupai kobaran api memecah keheningan malam, terdengar jelas dari arah bangunan area produksi pabrik.

Menyadari adanya ancaman bahaya, ia langsung memeriksa sumber suara. Betapa terkejutnya Nursin melihat jago merah sudah mulai membesar dan melalap sebagian bangunan.

Tanpa membuang waktu, penjaga tersebut segera menghubungi Nurhidayat sang pemilik pabrik yang bermukim di Dusun Bulaksitu, Desa Banjaranyar.

Selain itu, panggilan darurat juga langsung diteruskan kepada tim pemadam yang sedang piket di Pos WMK Banjarsari.

Cepatnya respons pelaporan ini sangat krusial mengingat potensi penyebaran api sangat tinggi.

Kasus kebakaran pabrik kayu Ciamis ini seketika menjadi perhatian serius dan membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah.

Respons Cepat Armada Pemadam dan Sinergi Relawan

Merespons laporan darurat dari pekerja pabrik tersebut, Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat S.Ip., langsung mengonfirmasi pergerakan pengerahan armada.

Baca Juga :  Sekolah Penggerak SDN 1 Ciamis Gelar IHT IKM

“Kami langsung menerjunkan lima orang personel pemadam kebakaran dari Pos WMK Banjarsari. Mereka meluncur cepat ke titik lokasi dengan kekuatan dua unit armada mobil pemadam,” jelas Budi.

Setibanya di lokasi, para petugas langsung dihadapkan pada situasi pelik yang sangat menantang. Bangunan pengolahan kayu seluas 50 x 50 meter persegi itu telah dikepung api dari segala sisi.

Karakteristik material di dalam pabrik yang mayoritas berupa tumpukan kayu hasil olahan dan bahan mentah membuat api dengan sangat cepat menjalar.

Oleh karena itu, tidak heran jika kebakaran pabrik kayu Ciamis ini membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk dipadamkan.

Proses pemadaman di lapangan nyatanya tidak hanya mengandalkan petugas Damkar semata.

Sinergi dan solidaritas luar biasa terlihat nyata. Aparat desa, pemerintah kecamatan setempat, anggota Polsek Banjarsari, Babinsa, dan petugas teknis PLN turut mengamankan area.

Lebih lanjut, barisan relawan dari Tagana, Baznas, RCS, serta masyarakat sekitar bahu-membahu membantu proses evakuasi dan pemadaman.

Perjuangan Enam Jam Menaklukkan Api pada Kebakaran Pabrik Kayu Ciamis

Operasi penjinakan kobaran api bukanlah sebuah tugas yang mudah. Para petugas yang tak kenal lelah mulai berjibaku menyemprotkan air dan melokalisir titik api sejak pukul 01.41 WIB.

Angin malam yang berhembus serta melimpahnya bahan baku kayu yang sangat rentan terbakar membuat api terus menyala terang, seolah enggan untuk padam.

Asap tebal pun membubung tinggi, membawa hawa panas yang menyengat hingga tercium ke area pemukiman warga sekitar.

Setelah perjuangan tanpa henti selama kurang lebih enam jam, api yang mengamuk akhirnya berhasil dikuasai sepenuhnya.

Operasi pemadaman dan tahap pendinginan baru secara resmi dinyatakan berakhir pada pukul 07.38 WIB di pagi harinya.

Kegigihan tim gabungan dalam menangani kebakaran pabrik kayu Ciamis patut mendapatkan apresiasi tinggi, karena langkah cepat mereka berhasil mencegah rembetan api ke bangunan pemukiman lain di sekitarnya.

Baca Juga :  Terminal Ciamis, Potret Fasilitas Transportasi di Jantung Priangan Timur

Dugaan Penyebab dan Evaluasi Kerugian Miliaran Rupiah

Mengenai pemicu utama insiden memilukan ini, hasil dugaan sementara mengarah pada masalah kelistrikan.

Hubungan arus pendek atau korsleting listrik ditengarai kuat menjadi dalang di balik percikan awal yang berujung pada bencana besar ini.

Hal ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pelaku industri untuk selalu mengecek instalasi kelistrikan secara berkala dan terstandar.

Dampak kerusakan dari musibah ini sangatlah masif. Seluruh area operasional pabrik beserta mesin, alat pengolahan, dan tumpukan stok kayu siap jual ludes tak bersisa.

“Kerugian materi dari peristiwa ini sekitar Rp 2 miliar,” ungkap Budi Rahmat, merinci tingkat kerugian finansial yang harus ditanggung oleh pihak pemilik.

Tentu saja, kerugian dari kebakaran pabrik kayu Ciamis ini menjadi pukulan telak bagi roda ekonomi lokal.

Tidak Ada Korban Jiwa dalam Tragedi Kebakaran Pabrik Kayu Ciamis

Di tengah kerugian material yang menembus angka fantastis, terdapat satu kabar melegakan yang patut disyukuri bersama.

Tragedi yang menggegerkan kawasan Dusun Sidamulya ini dipastikan tidak sampai memakan korban nyawa.

“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka pada kejadian tersebut,” tegas Budi Rahmat dalam keterangannya.

Insiden kebakaran pabrik kayu Ciamis ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya sistem peringatan dini keamanan di area industri pengolahan.

Ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) yang memadai serta inspeksi rutin kabel listrik wajib menjadi standar prosedur yang ketat di masa mendatang.

Ke depannya, masyarakat luas berharap adanya pemulihan yang cepat.

Peristiwa kebakaran pabrik kayu Ciamis yang mencekam di Kamis dini hari ini pastinya akan terus terekam dalam ingatan warga Banjaranyar sebagai salah satu musibah terbesar tahun ini.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca