Berita

Optimisme Awal Tahun, Deklarasi Kabupaten Organik Jadi Strategi Ekonomi Ciamis

Sebuah kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada sektor pertanian, tetapi juga diarahkan sebagai penggerak baru perekonomian daerah berbasis desa.

Memasuki awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Ciamis menatap masa depan pembangunan daerah dengan optimisme yang terukur.

Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah rencana deklarasi Ciamis sebagai kabupaten organik.

Sebuah kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada sektor pertanian, tetapi juga diarahkan sebagai penggerak baru perekonomian daerah berbasis desa.

Jika tidak ada kendala, deklarasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Februari atau Maret 2026, bertepatan dengan panen raya musim tanam 2025/2026.

Momentum ini dinilai tepat karena hasil nyata dari penerapan pertanian organik mulai terlihat secara signifikan di lapangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr H Andang Firman Triyadi, SSTP, MT, menyampaikan bahwa deklarasi kabupaten organik merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam membangun ekonomi yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

“Insya Allah, Pak Bupati Ciamis, Dr H Herdiat Sunarya, MM, akan mendeklarasikan Ciamis sebagai kabupaten organik pada bulan Februari atau Maret nanti, bersamaan dengan masa panen raya,” ujar Andang Firman kepada wartawan.

Pernyataan tersebut disampaikan usai dirinya menjadi narasumber dalam kegiatan Talk Show Life bertema “Resolusi Awal Tahun 2026: Membangun Optimisme Daerah melalui Jurnalisme Positif” yang diselenggarakan oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Galuh Raya.

Menurut Andang, kebijakan pengembangan pertanian organik bukanlah sekadar wacana atau pencitraan, melainkan telah melalui proses uji lapangan dengan hasil yang terukur.

Ia mengungkapkan, peralihan dari metode pertanian konvensional ke sistem organik memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas padi di sejumlah wilayah.

“Dulu, dengan cara konvensional, setiap rumpun padi rata-rata hanya menghasilkan sekitar 18 batang. Setelah menggunakan sistem organik, satu rumpun bisa mencapai 30 batang,” jelasnya.

Tidak hanya dari sisi jumlah batang, kualitas malai padi juga mengalami peningkatan. Jumlah bulir padi pada setiap malai tercatat hampir dua kali lipat dibandingkan metode sebelumnya. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan hasil panen secara keseluruhan.

Berdasarkan hasil ubinan, rata-rata produktivitas pertanian organik di Ciamis mencapai 8,5 ton per hektare.

Angka tersebut jauh melampaui hasil panen dengan metode konvensional yang selama ini berada di kisaran 5,5 ton per hektare.

“Alhamdulillah, hasilnya sangat memuaskan. Ini membuktikan bahwa pertanian organik, jika dikelola dengan baik, mampu meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas hasil panen,” ujar Andang.

Meski menunjukkan hasil positif, ia tidak menutup mata terhadap tantangan yang masih dihadapi dalam pengembangan pertanian organik.

Salah satu kendala utama adalah kekhawatiran petani untuk beralih dari pola tanam konvensional yang telah lama mereka jalani.

Baca Juga :  Pemkab Ciamis Gelar Bimtek Penyusunan Masterplan Smart City

“Banyak petani sebenarnya tertarik, tetapi takut gagal. Kekhawatiran panen tidak berhasil masih menjadi hambatan dalam pengembangan pertanian organik selama ini,” ungkapnya.

Dalam konteks inilah, deklarasi Ciamis sebagai kabupaten organik dipandang sebagai bentuk penguatan komitmen pemerintah daerah sekaligus upaya membangun kepercayaan petani.

Pemerintah berharap, langkah ini mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih terstruktur, aman, dan menguntungkan bagi petani.

Sebagai bagian dari strategi ekonomi daerah, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) didorong untuk mengambil peran strategis.

Andang menegaskan, koperasi desa diharapkan menjadi soko guru ekonomi sekaligus motor penggerak utama keberhasilan pertanian organik di tingkat desa dan kelurahan.

“KDMP harus hadir sebagai top sektor pengelolaan pertanian organik dari hulu sampai hilir di desa masing-masing,” katanya.

Peran koperasi tidak hanya sebatas menampung hasil panen, tetapi mencakup penyediaan sarana produksi pertanian organik seperti pupuk organik, kompos, dan mikroorganisme lokal (MOL).

Selain itu, koperasi juga diharapkan mengelola pengolahan dan pemasaran hasil panen secara profesional.

Hasil pertanian organik, baik berupa beras maupun sayuran, direncanakan tidak hanya dipasarkan ke pasar umum, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan strategis, seperti pasokan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan skema ini, pertanian organik tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap pemenuhan gizi masyarakat.

Lebih jauh, Andang menegaskan bahwa strategi pertanian organik ini sejalan dengan upaya mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selain bernilai ekonomi, pendekatan ini juga mendukung terwujudnya sistem pertanian yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Dengan berbagai capaian tersebut, optimisme awal tahun 2026 di Ciamis tidak hanya dibangun melalui narasi, tetapi ditopang oleh data dan hasil nyata di lapangan.

Deklarasi kabupaten organik pun diharapkan menjadi tonggak penting transformasi ekonomi daerah, yang bertumpu pada kekuatan desa dan kesejahteraan petani sebagai fondasi utamanya.


FAQ

Apa yang dimaksud dengan deklarasi Ciamis sebagai kabupaten organik?

Deklarasi kabupaten organik merupakan pernyataan resmi Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk menjadikan pertanian organik sebagai arah kebijakan pembangunan sektor pertanian.

Deklarasi ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan pertanian yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sekaligus sebagai strategi penguatan ekonomi daerah.


Kapan deklarasi kabupaten organik direncanakan dilaksanakan?

Jika tidak ada kendala, deklarasi tersebut direncanakan berlangsung pada Februari atau Maret 2026.

Waktu pelaksanaan dipilih bertepatan dengan panen raya musim tanam 2025/2026 agar dapat menunjukkan hasil nyata dari penerapan pertanian organik di lapangan.

Baca Juga :  Hutan Pinus Darmacaang, Alamnya Indah Atmosfernya Menenangkan

Apa dasar optimisme Pemerintah Kabupaten Ciamis terhadap pertanian organik?

Optimisme tersebut didasarkan pada capaian produksi yang telah terukur. Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas padi dengan sistem organik mencapai rata-rata 8,5 ton per hektare.

Angka ini meningkat signifikan dibandingkan metode konvensional yang selama ini menghasilkan sekitar 5,5 ton per hektare.


Apa perbedaan utama hasil pertanian konvensional dan organik di Ciamis?

Perbedaannya terlihat dari pertumbuhan tanaman dan hasil panen. Dengan sistem konvensional, satu rumpun padi rata-rata menghasilkan 18 batang.

Setelah beralih ke sistem organik, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 30 batang per rumpun, dengan jumlah bulir padi per malai hampir dua kali lipat.


Mengapa masih ada petani yang ragu beralih ke pertanian organik?

Keraguan petani umumnya disebabkan oleh kekhawatiran akan risiko gagal panen.

Ketakutan tersebut menjadi kendala psikologis yang cukup kuat, meskipun hasil pertanian organik telah menunjukkan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi.


Bagaimana deklarasi kabupaten organik dapat membantu mengatasi keraguan petani?

Deklarasi ini diharapkan memperkuat komitmen dan keberpihakan pemerintah daerah kepada petani.

Dengan adanya kebijakan yang jelas, pendampingan, serta dukungan kelembagaan, petani diharapkan lebih percaya diri untuk beralih ke sistem pertanian organik.


Apa peran Koperasi Desa Merah Putih dalam pengembangan pertanian organik?

Koperasi Desa Merah Putih didorong menjadi soko guru ekonomi desa sekaligus motor penggerak pertanian organik.

Koperasi diharapkan mengelola pertanian organik secara menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana produksi, pendampingan petani, hingga pengolahan dan pemasaran hasil panen.


Apa saja yang akan dikelola koperasi dalam sistem pertanian organik?

Koperasi diharapkan menyediakan sarana produksi seperti pupuk organik, kompos, dan mikroorganisme lokal (MOL).

Selain itu, koperasi juga menampung hasil panen berupa beras dan sayuran organik, serta mengelola sistem pemasaran ke pasar umum maupun kebutuhan khusus.


Ke mana hasil pertanian organik Ciamis akan dipasarkan?

Hasil pertanian organik direncanakan dipasarkan ke pasar reguler dan juga untuk memenuhi kebutuhan strategis, seperti pasokan dapur Makan Bergizi Gratis.

Dengan demikian, hasil panen memiliki kepastian pasar dan nilai tambah ekonomi.


Apa dampak jangka panjang dari pengembangan pertanian organik bagi Ciamis?

Dalam jangka panjang, pertanian organik diharapkan memperkuat swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Selain itu, sistem ini juga mendorong pertanian yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah.


Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca