Berita

Menguak Pesona Sejarah Tatar Galuh di Pameran Seni Rupa Saujana Kala Ciamis

Hadirkan karya 18 seniman, Pameran Seni Rupa Saujana Kala di Ciamis bangkitkan sejarah Tatar Galuh. Temukan pesona seni, edukasi kreatif, dan potensi ekonomi lokal.

Dunia seni di Priangan Timur kembali berdenyut kencang pada pekan ini. Sebanyak 18 seniman unjuk gigi dalam perhelatan Pameran Seni Rupa Saujana Kala yang diinisiasi oleh komunitas Seni Lukis Galuh (SLUG).

Acara yang berlangsung meriah di Gedung Kesenian Ciamis pada hari Kamis hingga Jumat (21-22 Mei 2026) ini, berhasil menyedot perhatian publik dengan menampilkan visualisasi sejarah dan kebudayaan Tatar Galuh.

Hadirnya para perupa lintas daerah, termasuk sejumlah seniman tamu asal Tasikmalaya, membuat Pameran Seni Rupa Saujana Kala semakin kaya akan perspektif.

Lewat puluhan karya yang dipajang, pengunjung diajak menyelami kembali jejak-jejak masa lalu yang direpresentasikan secara visual melalui goresan kuas yang ekspresif.

Apresiasi Disbudpora dan Potensi Ekonomi Kreatif

Kemeriahan pameran ini turut menuai perhatian khusus dari jajaran pemerintahan daerah setempat.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Dr. Drs. Dian Budiyana, memberikan apresiasi setinggi-tingginya.

Ia menilai kolaborasi apik antara seniman dan budayawan ini mampu mengangkat muruah sejarah sekaligus mempromosikan nilai-nilai budaya lokal.

“Ini sangat diapresiasi karena menampilkan hasil karya seni rupa dengan berbagai macam tema. Acara ini sekaligus menjadi inspirasi bagaimana para seniman mengeksplorasi budaya sebagai warisan nilai-nilai leluhur kita,” ujar Dian saat meninjau langsung area pameran.

Menurutnya, eksistensi kegiatan semacam ini menjadi bukti autentik bahwa upaya pelestarian budaya di Ciamis masih terus hidup.

Pameran ini berhasil bertransformasi menjadi ruang publik inklusif yang dapat dinikmati masyarakat, sekaligus sarana edukasi visual bagi generasi penerus.

“Melalui pameran ini, kita ingin menyampaikan pesan bahwa sebuah karya besar tidak bisa terwujud secara instan. Ada proses panjang di baliknya. Nilai proses itulah yang harus dipahami secara mendalam oleh generasi muda saat ini,” kata Dian menegaskan.

Baca Juga :  Diresmikan Disnaker, LPK Asra Resmi Siapkan Tenaga Kerja Ciamis ke Jepang

Selanjutnya, ia menaruh harapan besar agar karya para seniman tidak berhenti pada aspek pelestarian semata, melainkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Salah satu strateginya adalah dengan mengadaptasi visual karya lukis menjadi merchandise khas Ciamis.

Nilai-nilai budaya yang menyebar luas lewat karya kreatif diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku ekonomi kreatif lokal.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Disbudpora berjanji akan terus mendongkrak kegiatan seni dan budaya di wilayah Ciamis.

Rencana terdekat adalah menggelar kolaborasi strategis bersama Dinas Pariwisata di kawasan bersejarah Karangkamulyan pada bulan Juni mendatang.

Menyelami Filosofi Pameran Seni Rupa Saujana Kala

Di tempat yang sama, Ketua komunitas Seni Lukis Galuh (SLUG), Irfan, memberikan penjelasan mendalam mengenai filosofi penamaan acara.

Ia menuturkan bahwa tema Pameran Seni Rupa Saujana Kala diadaptasi dari istilah klasik yang bermakna ‘bentang pandang’.

Tema filosofis ini diibaratkan layaknya sebuah kaleidoskop raksasa yang merefleksikan dinamika masa lalu, realitas masa kini, dan harapan masa depan.

Lebih lanjut, Irfan menambahkan bahwa para pelukis sengaja menarik kembali benang merah sejarah serta menggali filosofi peninggalan kebudayaan agung Tatar Galuh.

Objek yang diangkat sangat beragam, meliputi ragam situs peninggalan, prasasti kuno, bangunan heritage, tokoh pahlawan lokal, hingga figur-figur sejarah yang melegenda.

Ide-ide brilian tersebut diproses secara matang melalui tahapan literasi sebelum diwujudkan ke dalam bentuk karya lukis memukau.

SLUG sendiri sejatinya tumbuh secara swadaya, berdiri tegak atas dasar semangat silaturahmi antarperupa.

Meskipun kerja sama legal dengan pemerintah daerah baru terjalin sejak tahun 2025 dengan dukungan yang terbatas, semangat berkarya mereka tidak pernah surut.

Dalam Pameran Seni Rupa Saujana Kala ini, berbagai aliran seni lukis turut ditampilkan, mulai dari realisme yang detail, ekspresionisme, abstrak, hingga surealisme.

“Selain dinikmati, sejumlah karya lukisan juga dapat dimiliki oleh masyarakat dengan menghubungi langsung para seniman atau panitia penyelenggara,” papar Irfan.

Baca Juga :  Sinergi Foundation Wujudkan Mimpi 30 Tahun Warga Perbatasan Jabar–Banten

Regenerasi Seniman di Hari Menggambar Nasional

Daya tarik Pameran Seni Rupa Saujana Kala semakin menguat dengan pelibatan aktif para pelajar dari berbagai tingkatan pendidikan.

Siswa-siswi dari SMP 1, SMA 1, MAN 2, hingga MTs 1 tercatat turut meramaikan suasana pameran dengan antusiasme yang begitu tinggi.

“Kehadiran para pelajar berprestasi ini menjadi bagian integral dari peringatan Hari Menggambar Nasional, yang bertepatan langsung dengan momen Hari Kebangkitan Nasional serta Hari Pendidikan Nasional,” jelas Irfan bangga.

Memanfaatkan momentum tersebut, para siswa tidak hanya menonton, tetapi diajak terjun mengikuti kegiatan menggambar bersama yang terintegrasi dengan agenda pameran.

Sesi hari pertama difokuskan untuk pelajar tingkat SMP hingga SMA, sementara hari berikutnya dirancang khusus untuk memantik kreativitas peserta cilik dari jenjang TK dan SD.

Tema gambar yang dituangkan para pelajar sangat bervariasi. Ada yang lugas mengangkat ciri khas kota Ciamis, melukis potret tokoh inspiratif daerah, hingga berkreasi menciptakan karakter baru yang terinspirasi dari hasil heritage study maupun mitologi lokal.

Melihat antusiasme generasi muda ini, Irfan meyakini bahwa kegiatan menggambar seharusnya didekatkan dengan denyut kehidupan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa menggambar merupakan cikal bakal lahirnya peradaban manusia yang jauh lebih tua usianya dibandingkan tulisan—terbukti dari lukisan dinding gua prasejarah hingga media pelepah kayu peninggalan masa lalu.

“Oleh karena itu, kegiatan menggambar sama sekali tidak harus dilakukan secara eksklusif oleh seniman saja, tetapi bisa dilakukan secara lintas disiplin ilmu,” tambahnya.

Sebagai penutup, melalui kesuksesan pergelaran Pameran Seni Rupa Saujana Kala, SLUG menaruh secercah harapan kepada para pemangku kebijakan.

Ke depannya, diharapkan tersedia ruang publik atau galeri seni yang lebih representatif di Ciamis.

Hal ini penting agar karya seni rupa lokal dapat terus dipamerkan secara profesional, terapresiasi secara luas, dan melahirkan generasi perupa tangguh di masa yang akan datang.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca