
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, secara resmi membuka Lomba Ekspose 10 Program PKK antar Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Tingkat Kabupaten Ciamis di Aula PKK Ciamis pada Kamis (21/05/2026).
Kegiatan bersejarah ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, melainkan tonggak baru bagi optimalisasi pelaksanaan Program PKK Ciamis di tingkat akar rumput.
Lebih dari itu, acara ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kader dalam menyukseskan pembangunan daerah, khususnya pemberdayaan masyarakat desa.
Dalam kesempatan tersebut, hadir jajaran pengurus dari tingkat kabupaten hingga kecamatan yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara.
Mengingat pentingnya peran kader, perlombaan ini dirancang khusus untuk menilai sekaligus mengedukasi peserta terkait taktik penyampaian program kepada khalayak luas.
Oleh karena itu, langkah strategis ini sangat relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat pada era saat ini.
Ringkasan Berita
Alasan Lomba Program PKK Ciamis 2026 Menjadi Sorotan Utama
Pada saat memberikan sambutannya, Bupati Herdiat tidak dapat menyembunyikan rasa bangga sekaligus takjub terhadap inisiatif penyelenggaraan kegiatan bergengsi ini.
Ia secara khusus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua beserta seluruh jajaran pengurus yang telah berhasil merealisasikan Lomba Ekspose 10 Program PKK Ciamis tahun 2026 dengan matang dan profesional.
Menariknya, Herdiat mengungkapkan sebuah pengakuan yang cukup mengejutkan para hadirin di aula.
Setelah menghabiskan lebih dari 40 tahun masa pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), baru pada momen inilah ia menyaksikan secara langsung adanya perlombaan khusus bagi Ketua TP PKK Kecamatan.
Fakta ini tentu saja menambah bobot urgensi dan nilai sejarah dari kegiatan tersebut.
“Paling tidak ada hal penting yang bisa diambil dari kegiatan ini, yakni bagaimana Ketua PKK mampu mentransformasikan ilmu yang didapat untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Dengan kata lain, penguasaan materi Program PKK Ciamis secara menyeluruh menjadi syarat mutlak bagi terciptanya figur pemimpin perempuan yang tangguh di tingkat kecamatan.
Sinergi Kuat OPD dan Implementasi Program PKK Ciamis
Selanjutnya, Bupati Ciamis menekankan bahwa tugas pokok dan fungsi kader bukanlah sebuah pekerjaan yang bisa dipandang sebelah mata.
Sebaliknya, peran para kader sangat mulia karena langsung bersentuhan dengan fondasi terkecil penentu kemajuan bangsa, yaitu tatanan keluarga.
Apabila pertahanan keluarga kuat, maka lingkungan, desa, kecamatan, hingga skala kabupaten pun akan ikut menjadi tangguh.
Lebih lanjut, Herdiat memberikan perspektif segar mengenai pola hubungan antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan para pengurus PKK.
Ia mengingatkan agar tidak ada lagi pihak pemerintahan yang salah kaprah dalam menilai kontribusi gerakan pemberdayaan ini di lapangan.
Keberhasilan berbagai kebijakan pemerintah daerah faktanya sangat bergantung pada lancarnya roda Program PKK Ciamis di setiap wilayah desa.
“Kita harus sadar bahwa bukan OPD yang membantu PKK, tetapi justru PKK yang membantu OPD,” ungkap Herdiat dengan nada tegas.
Pernyataan ini sontak memicu gemuruh tepuk tangan para peserta yang merasa jerih payahnya selama ini sungguh dihargai oleh pimpinan daerah tertinggi di Kabupaten Ciamis.
Tantangan Berat Menurunkan Angka Stunting di Ciamis
Di samping memberikan apresiasi, Bupati Herdiat juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Salah satu fokus utama yang sangat membutuhkan intervensi melalui Program PKK Ciamis adalah percepatan penanganan stunting.
Sayangnya, angka prevalensi stunting di wilayah Kabupaten Ciamis hingga pertengahan tahun 2026 ini dinilai masih cukup tinggi dan membutuhkan perhatian ekstra dari semua pihak.
Sebagai kepala daerah, Herdiat tidak menampik adanya berbagai hambatan teknis operasional di lapangan.
Kendala terbesar yang paling sering dijumpai adalah minimnya ketersediaan data kesehatan yang benar-benar akurat serta mutakhir hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT) dan dusun.
Tanpa adanya pemetaan akar masalah yang jelas, bantuan gizi dan program edukasi kesehatan memiliki risiko tinggi menjadi salah sasaran.
Oleh karena itu, kehadiran para kader teladan melalui program ini menjadi solusi paling rasional untuk melakukan pendataan gizi yang lebih detail dan komprehensif.
“Karena itu kita tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus berkolaborasi dan bekerja bersama,” jelasnya. Upaya kolektif semacam ini dipercaya mampu mempercepat pencapaian target penurunan stunting sesuai arahan tegas dari pemerintah pusat.
Dedikasi Tanpa Batas dan Evaluasi Program PKK Ciamis
Menyadari beratnya beban kerja pengabdian di lapangan, Herdiat menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada seluruh barisan kader.
Mereka sering kali harus rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan pikiran demi memastikan kelancaran Program PKK Ciamis tanpa mengharapkan imbalan materi.
Semangat kerelawanan dan dedikasi tinggi inilah yang sesungguhnya menjadi nyawa utama dari pergerakan pemberdayaan keluarga di Indonesia.
“Saya bangga kepada kader PKK yang dari hari ke hari terus bekerja tanpa lelah dan tanpa upah, semata-mata karena Allah,” tutur Herdiat dengan nada haru yang mendalam.
Dedikasi tersebut membuktikan bahwa para kader senantiasa bekerja mengandalkan ketulusan hati demi masa depan generasi penerus bangsa yang jauh lebih cemerlang.
Meskipun agenda ini bertajuk perlombaan, Bupati berpesan agar para perwakilan kecamatan tidak sekadar mengejar euforia gelar juara atau piala semata.
Sebaliknya, panggung Lomba Ekspose Program PKK Ciamis ini harus dioptimalkan sebagai sarana latihan dan simulasi kondisi nyata di lapangan.
Dengan cara demikian, tingkat kepercayaan diri serta keterampilan public speaking para Ketua TP PKK Kecamatan akan terus terasah sempurna.
Pandangan Ketua TP PKK terhadap Tujuan Kompetisi
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Ciamis, Kania Ernawati Herdiat, turut memberikan tanggapan komprehensif terkait tujuan spesifik dari terselenggaranya acara ini.
Menurutnya, pelaksanaan lomba ekspose antarkecamatan ini merupakan mekanisme terukur untuk melakukan monitoring kinerja secara berkala.
Melalui momentum ini, pihak kabupaten dapat meninjau sejauh mana Program PKK Ciamis benar-benar dimengerti oleh pimpinan di level bawah.
Kania menjelaskan bahwa tolok ukur pemahaman seorang ketua dapat dianalisis secara akurat dari dua aspek fundamental.
Pertama, dari seberapa konsisten mereka saat memimpin ragam kegiatan sehari-hari di wilayah domisilinya.
Kedua, dari tingkat kecakapan serta penguasaan audiens ketika mempresentasikan laporan capaian hasil kerja di hadapan para dewan juri profesional.
Tentu saja, kompetisi bergengsi ini sama sekali tidak didesain untuk saling menjatuhkan atau mencari siapa yang terlemah.
Kania menegaskan kembali bahwa esensi fundamental dari perlombaan program pokok PKK ini adalah sebagai injeksi suntikan motivasi.
Panggung kompetisi yang suportif dan sehat diyakini mampu melahirkan iklim kerja positif yang otomatis memicu lonjakan kinerja para ketua di masing-masing wilayah.
“Perlombaan seperti ini memang layak dilaksanakan, karena bukan hanya soal mencari juara, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat dan motivasi para Ketua TP PKK Kecamatan dalam menjalankan tugasnya,” pungkas Kania Ernawati disambut apresiasi hangat dari segenap tamu undangan yang hadir.
Ke depannya, dokumentasi hasil penilaian dari ajang bergengsi Ekspose Program PKK Ciamis ini akan dikaji dan direkomendasikan sebagai bahan rujukan strategis bagi perumusan kebijakan sosial pemerintah daerah.
Melalui fondasi komitmen yang terjalin erat antara Bupati, kolaborasi OPD, dan barisan pahlawan tanpa tanda jasa di akar rumput, harapan untuk segera mewujudkan Kabupaten Ciamis yang maju, bebas stunting, dan sejahtera di masa depan dipastikan bukan sekadar angan belaka.





