Berita

Lebih dari Ekspektasi, Mengapa PAD Kota Bandung Tembus Rp3 Triliun di 2025? Ini Rahasianya!

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung tercatat menembus angka Rp3 triliun, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan sektor jasa yang berdampak langsung pada pembiayaan layanan publik.

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung secara mengejutkan tembus hingga angka lebih dari Rp3,1 triliun pada akhir tahun 2025.

Pencapaian fantastis ini diumumkan langsung oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung sebagai bukti konkret bangkitnya roda ekonomi daerah pasca-pemulihan.

Dengan kontribusi terbesar dari sektor pariwisata, pajak kendaraan, hingga hiburan, rekor ini sekaligus menandai era baru geliat bisnis di ibu kota Jawa Barat yang makin menguntungkan.

Menariknya, angka triliunan ini bukan sekadar kebetulan semata.

Kepala Bapenda Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari manuver dan strategi matang pemerintah kota dalam menarik perputaran uang.

Sepanjang tahun 2025, Kota Bandung sangat agresif menjadi tuan rumah berbagai agenda berskala nasional maupun internasional.

Mulai dari perhelatan akbar Pocari Sweat Run, Asia Africa Festival, hingga kemeriahan rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-215.

Berbagai acara besar tersebut terbukti ampuh menyedot jutaan wisatawan. Alhasil, okupansi hotel di kawasan pusat kota sering kali melonjak tajam hingga menyentuh angka 100 persen, terutama pada momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sektor Jasa dan Pajak Kendaraan Jadi Penopang Utama PAD Kota Bandung

Jika dibedah lebih dalam, struktur penyumbang kas daerah Kota Bandung kini semakin solid dan beragam.

Selain dari sektor pariwisata seperti pajak hotel, ada penyokong baru yang memberikan injeksi dana sangat signifikan.

Baca Juga :  Bupati Ciamis Siap Alokasikan Anggaran Bagi Pasangan yang Belum Sah Secara Negara

Peralihan regulasi terkait Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dari pajak provinsi menjadi pajak kabupaten/kota memberikan dampak yang luar biasa.

Berdasarkan data, sektor ini tercatat menyumbang suntikan dana segar hingga sekitar Rp800 miliar ke kas daerah.

Selain itu, sektor restoran dan rumah makan juga tampil sebagai primadona baru yang tak terbendung.

Realisasinya sangat mencengangkan, menembus angka Rp433 miliar. Angka ini sukses melampaui pencapaian tahun-tahun sebelumnya dengan marjin yang cukup jauh.

Oleh karena itu, tidak heran jika kas daerah Kota Bandung mampu melesat jauh mendekati target awal yang ditetapkan sebesar Rp3,3 triliun.

Kombinasi antara tingginya tingkat konsumsi wisatawan dan kepatuhan wajib pajak menjadi kunci sukses utamanya.

Strategi Jitu Pemerintah Hadapi Dinamika Ekonomi 2026

Meskipun sukses mencetak rekor yang membanggakan, perjalanan ekonomi daerah ini tidak selalu berjalan mulus.

Pada awal tahun 2025, tingkat hunian hotel di Bandung sempat anjlok menyentuh titik terendah 31 persen di bulan Maret.

Namun, di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Farhan, Pemerintah Kota Bandung merespons dinamika tersebut dengan cepat.

Berbagai insentif fiskal dan kemudahan layanan perpajakan digital langsung digulirkan untuk merangsang kembali iklim usaha warga.

Sebagai contoh, program pengurangan pokok dan penghapusan denda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terbukti sukses mendongkrak antusiasme warga dalam membayar tunggakan pajak.

Baca Juga :  Empat Klub Ciamis Tembus 16 Besar Kejurda Bola Voli U-14 Jabar

Akses transaksi online juga membuat masyarakat semakin taat memenuhi kewajibannya tanpa harus mengantre di kantor Bapenda.

Langkah responsif inilah yang membuat perlambatan ekonomi di awal tahun bisa langsung ditebus lunas pada kuartal-kuartal berikutnya. Kepercayaan investor dan pelaku usaha pun perlahan kembali menguat dan stabil.

Target Rp3,6 Triliun Menanti di Depan Mata

Keberhasilan di tahun 2025 tentu menjadi tolok ukur sekaligus tantangan baru yang lebih besar. Untuk tahun 2026, Bapenda Kota Bandung dengan penuh rasa optimistis memasang target PAD di angka sekitar Rp3,6 triliun.

Guna mencapai ambisi besar tersebut, kolaborasi lintas sektoral akan terus diperkuat secara intensif.

Tidak hanya mengandalkan kantong pajak yang sudah mapan, pemerintah juga bersiap mengoptimalkan sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal yang sedang naik daun.

Pada akhirnya, tingginya angka kas daerah ini bukan sekadar deretan nominal di atas kertas birokrasi.

Dana triliunan rupiah ini nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam wujud perbaikan infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan, dan pelayanan publik yang jauh lebih memadai.

Melihat tren positif ini, sudah sepatutnya warga bernapas lega. Ekonomi daerah kini benar-benar bergairah, siap membawa kesejahteraan riil bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Bandung.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca