
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti pelaksanaan Wisuda STIT Lakbok ke-2 yang digelar secara luring pada Rabu (20/05/2026).
Acara monumental yang berpusat di Kabupaten Ciamis ini dihadiri oleh ratusan wisudawan, orang tua, jajaran civitas akademika, serta sejumlah pejabat tinggi negara.
Kehadiran para tokoh penting tersebut menegaskan bahwa momentum Wisuda STIT Lakbok bukan sekadar ritual akademik tahunan, melainkan tonggak awal kontribusi nyata bagi daerah.
Ringkasan Berita
Momentum Sakral Wisuda STIT Lakbok: Bukan Sekadar Seremoni
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan apresiasi mendalam dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa pencapaian para lulusan di Wisuda STIT Lakbok ini merupakan buah dari pengorbanan panjang.
Proses panjang tersebut melibatkan air mata, doa, dan kerja keras yang tidak sedikit dari seluruh elemen keluarga.
Oleh karena itu, momentum kelulusan ini harus disikapi dengan rasa syukur yang mendalam sekaligus kesiapan mental yang matang.
“Hari ini bukan sekadar seremoni akademik biasa bagi kita semua. Keberhasilan dalam Wisuda STIT Lakbok ini menjadi bukti sahih bahwa perjuangan yang dijalani dengan sungguh-sungguh pasti akan menghasilkan pencapaian yang membanggakan,” ujar Andang Firman Triyadi di hadapan para wisudawan.
Lebih lanjut, Andang menjelaskan bahwa sektor pendidikan adalah fondasi paling utama dalam membangun kemajuan daerah serta peradaban bangsa.
Dalam konteks ini, keberadaan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Lakbok dinilai memiliki posisi yang sangat strategis.
Kampus ini terbukti konsisten dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara akademis.
Di sisi lain, institusi ini juga berhasil membentuk integritas moral dan nilai-nilai keislaman yang kokoh pada diri alumni.
Menurut Sekda Ciamis, tantangan zaman di era digital saat ini semakin kompleks dan dinamis.
Arus informasi yang begitu deras menuntut lulusan Wisuda STIT Lakbok untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, serta kreatif.
Kendati demikian, penguasaan teknologi mutakhir tetap harus diimbangi dengan benteng keagamaan yang kuat.
Hal tersebut bertujuan agar aspek moralitas generasi muda tidak mudah tergerus oleh dampak negatif modernisasi.
Tantangan Bonus Demografi dan Pesan Menohok Wamenkop RI
Selain dihadiri oleh jajaran Pemkab Ciamis, momentum Wisuda STIT Lakbok kali ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia (Wamenkop RI), Farida Farichah.
Dalam orasi ilmiahnya, Farida memberikan suntikan motivasi yang membakar semangat para wisudawan.
Ia menyoroti peran penting perguruan tinggi dalam melahirkan generasi yang mandiri secara ekonomi dan mampu mengelola potensi lokal.
Farida memaparkan data bahwa Indonesia saat ini sedang berada di puncak bonus demografi yang krusial.
Fenomena ini ditandai dengan hampir 70 persen total penduduk berada pada klaster usia produktif.
Momentum emas ini harus dimanfaatkan secara optimal melalui pembekalan karakter, keterampilan, dan pendidikan yang berkualitas terarah.
Jika gagal dikelola dengan baik, bonus demografi justru bisa menjadi beban sosial yang berat bagi negara.
Oleh karena itu, beliau berpesan agar para lulusan yang merayakan Wisuda STIT Lakbok hari ini tidak sekadar menjadi pencari kerja (job seeker).
Sebaliknya, tantangan terbesar pasca-kuliah adalah bagaimana para sarjana baru ini mampu bertransformasi menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).
Langkah strategis tersebut dapat dimulai dengan menginisiasi gerakan ekonomi kreatif berbasis koperasi dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ia sangat berharap para lulusan dari Wisuda STIT Lakbok tidak menambah angka pengangguran terdidik di Indonesia.
“Manfaatkan ilmu yang didapat untuk menggali potensi lokal, membangun jaringan usaha, dan menciptakan lapangan pekerjaan yang inovatif demi kesejahteraan masyarakat luas,” tegas Farida Farichah penuh optimisme.
Komitmen Pemkab Ciamis dan Sinergi Pendidikan Masa Depan
Menutup rangkaian sambutan, Sekda Andang Firman Triyadi kembali mengingatkan bahwa gelar akademik yang kini melekat membawa tanggung jawab moral yang besar.
Pengabdian yang sesungguhnya baru akan dimulai ketika para alumni berinteraksi langsung dengan problematika riil di tengah masyarakat.
Karakter jujur, peduli sosial, dan berakhlakul karimah harus menjadi identitas utama dari segenap lulusan Wisuda STIT Lakbok.
Pemerintah Kabupaten Ciamis sendiri berkomitmen penuh untuk terus mendukung peningkatan kualitas mutu pendidikan tinggi di wilayahnya.
Kolaborasi antara dunia akademis dan pembuat kebijakan dinilai sebagai investasi jangka panjang demi mewujudkan visi Ciamis yang maju dan berdaya saing global.
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan dinamika sosial.
Dengan berakhirnya prosesi Wisuda STIT Lakbok ke-2 ini, diharapkan lahir gelombang baru inovator muda yang siap mengabdi demi kemajuan daerah.
Pendidikan sejati tidak berhenti di ruang kelas, namun terus berlanjut sepanjang hayat dalam bentuk karya nyata yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa.





