Berita

Wagub Jateng Apresiasi Dakwah Berbasis Komunitas sebagai Penjaga Harmoni Sosial

Advertisements

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan apresiasi atas peran dakwah berbasis komunitas yang selama ini dijalankan oleh organisasi masyarakat.

Khususnya Muhammadiyah, dalam menjaga harmoni sosial serta menciptakan kondisi masyarakat yang aman dan kondusif.

Apresiasi tersebut disampaikan Taj Yasin saat menerima audiensi Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah di ruang kerjanya, pada Senin, 12 Januari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur menilai bahwa pendekatan dakwah berbasis komunitas memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa Tengah.

Menurut Taj Yasin, dakwah komunitas tidak hanya berfokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menyentuh persoalan kemanusiaan dan sosial yang lebih luas.

Melalui pendekatan yang dekat dengan realitas masyarakat, dakwah semacam ini dinilai mampu membangun kesadaran kolektif, memperkuat toleransi, serta mencegah potensi konflik sosial.

“Komunitas itu sangat luas. Tidak hanya berbicara soal agama, tetapi juga kemanusiaan dan berbagai persoalan sosial lainnya. Atas nama pemerintah, kami menyampaikan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan,” ujar Taj Yasin.

Baca Juga :  Ciamis Menuju Zero Stunting Baru; Ini Strategi Unggulan P4KSA dari Pemkab

Ia juga menegaskan bahwa selama ini kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Muhammadiyah telah terjalin dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Kerja sama tersebut, lanjutnya, perlu terus diperkuat, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga di sektor kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Ketua LDK PW Muhammadiyah Jawa Tengah, AM Jumai, menjelaskan bahwa LDK memiliki fokus khusus pada pendampingan berbagai komunitas yang membutuhkan perhatian lebih.

Advertisements

Pendampingan tersebut mencakup komunitas di kawasan Sunan Kuning, komunitas pengemudi ojek online, hingga pembinaan terhadap mantan narapidana kasus terorisme agar dapat kembali berdaya dan diterima di tengah masyarakat.

“Itu yang selama ini kami geluti, sekaligus membangun kekuatan dakwah yang lebih luas dan inklusif,” ungkap Jumai.

Selain pendampingan komunitas, LDK PW Muhammadiyah Jawa Tengah juga mengelola Mualaf Learning Center dengan pendekatan pemberdayaan.

Baca Juga :  Bupati Ciamis; Kritik Media Diperlukan, Asal Faktual dan Bisa Dipertanggungjawabkan

Program pembinaan yang dijalankan tidak hanya berfokus pada aspek keimanan, seperti penguatan akidah dan pembelajaran mengaji, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kemandirian ekonomi dan sosial para mualaf.

“Pembinaannya tidak sebatas keimanan, tetapi juga bagaimana mereka bisa mandiri dan berdaya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Dalam audiensi tersebut, LDK PW Muhammadiyah Jawa Tengah juga menyampaikan rencana pelaksanaan Rakornas II Lembaga Dakwah Komunitas serta Penganugerahan Insan Dakwah untuk Negeri.

Kegiatan nasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Jawa Tengah pada 29–31 Januari 2025.

Jumai menjelaskan bahwa Rakornas II LDK akan diikuti oleh sekitar 200 peserta yang merupakan perwakilan LDK dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antarpendakwah komunitas dalam memperkuat dakwah yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada penguatan harmoni sosial di tengah masyarakat.

Advertisements

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker