
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah strategis untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan daerah berlandaskan riset ilmiah yang kuat (evidence-based policy).
Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Jawa Barat dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD), Rabu (28/01/2026).
Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam mengawal transformasi kelembagaan BP2D yang akan berevolusi menjadi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).
Kepala BP2D Provinsi Jawa Barat menegaskan, perubahan menuju BRIDA menuntut peran yang lebih besar.
Lembaga ini tidak lagi sekadar menjadi pelaksana riset teknis, melainkan harus berfungsi sebagai orkestrator dan pusat konsolidasi inovasi daerah.
“Sinergi dengan perguruan tinggi seperti UNPAD menjadi kunci. Kita ingin menjawab tantangan pembangunan Jawa Barat secara tepat sasaran berbasis data, bukan sekadar asumsi,” ujarnya.
Fokus: Jabar Research Hub hingga Pangan Lokal
Kerja sama periode 2026–2029 ini mencakup empat pilar utama: pendidikan, penelitian bersama, pengembangan hasil riset, serta diseminasi ilmiah.
Salah satu agenda besarnya adalah pembentukan Jabar Research Hub pada tahun 2026, sebuah platform yang akan menyatukan seluruh hasil riset dan inovasi di Jawa Barat.
UNPAD sendiri menyatakan kesiapannya dengan mengerahkan dukungan dari 19 fakultas dan lebih dari 200 produk inovasi. Riset akan diarahkan pada pendekatan berbasis penugasan (mission-oriented), seperti:
- Ketahanan Pangan: Eksplorasi tanaman lokal Sunda dan benih padi unggul ramah lingkungan.
- Kesehatan: Pengembangan sistem kesehatan akademik dan persiapan rumah sakit tipe A dan B di Jabar.
- Tata Kelola: Kajian efisiensi birokrasi dan struktur perangkat daerah ideal.
Hilirisasi Inovasi ke Dunia Usaha
Tidak hanya berhenti di atas kertas, kolaborasi ini juga membidik sektor ekonomi riil. Kedua belah pihak merencanakan gelaran Innovation and Business Summit pada 2026.
Ajang ini dirancang sebagai wadah pertemuan (matchmaking) antara inovator kampus, investor, dan pelaku industri.
Tujuannya agar hasil riset dapat dikomersialisasikan dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Jawa Barat.
Melalui kemitraan strategis ini, Pemprov Jabar optimistis kualitas perumusan kebijakan publik akan meningkat signifikan, menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi terdepan dalam inovasi daerah.





