Berita

Teror Ular di Ciamis Kembali Menggila, Sanca Raksasa 4 Meter Ditangkap di Kandang Ayam

Rentetan teror ular di Ciamis, Jawa Barat, kembali memicu kepanikan warga dalam kurun waktu kurang dari 24 jam terakhir.

Pada hari Jumat (10/4/2026), dua ekor sanca kembang (Malayopython Reticulatus) berukuran raksasa secara berturut-turut menyusup ke area pemukiman warga di Kecamatan Banjaranyar dan Lakbok.

Kehadiran reptil buas yang mengincar hewan ternak ini sontak membuat geger masyarakat setempat.

Beruntung, insiden menegangkan ini berhasil dikendalikan berkat keberanian warga dan respons tanggap dari tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos WMK Banjarsari.

Peristiwa masuknya hewan melata ke area padat penduduk ini menambah daftar panjang konflik antara satwa liar dan manusia di wilayah Priangan Timur.

Kejadian ini sekaligus menjadi alarm kewaspadaan bagi masyarakat yang memiliki hewan ternak di sekitar rumah.

Awal Mula Teror: Sanca 3 Meter Menyusup di Banjaranyar

Kejadian pertama bermula di Dusun Panglajan, Desa Tanjungsari, Kecamatan Banjaranyar.

Pada Jumat (10/4/2026) dini hari, tepatnya sekitar pukul 03.20 WIB, warga dikejutkan oleh suara gaduh yang bersumber dari kandang ayam.

Di tengah keheningan malam, pemilik ternak mendapati pemandangan yang mengerikan.

Seekor ular sanca berukuran panjang sekitar 3 meter terlihat sudah berada di dalam kandang, bersiap menjadikan unggas milik warga sebagai santapannya.

Menyadari ancaman tersebut, warga tidak berani mengambil risiko untuk menangkapnya sendiri dengan tangan kosong.

Selanjutnya, warga segera berinisiatif menghubungi pihak berwenang. Petugas Damkar dari Pos WMK Banjarsari langsung meluncur ke lokasi usai menerima laporan darurat.

Melalui proses yang taktis dan hati-hati, reptil pembelit tersebut sukses dievakuasi sebelum menimbulkan kerugian material yang lebih parah.

Baca Juga :  bank bjb Berkomitmen Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda, Raih Penghargaan Financial Literacy Award 2024

Puncak Teror Ular di Ciamis: Penemuan Sanca 4 Meter di Lakbok

Meskipun evakuasi pertama berjalan lancar, rupanya teror ular di Ciamis belum benar-benar berakhir pada hari itu.

Menjelang tengah malam, tepatnya pada pukul 23.15 WIB, kepanikan serupa kembali pecah. Kali ini, lokasi kejadian berada di Dusun Cikawung RT 07 RW 03, Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok.

Kehebohan dipicu oleh penemuan seekor sanca kembang dengan ukuran yang jauh lebih fantastis, yakni mencapai panjang 4 meter.

Ular raksasa tersebut ditemukan tengah meringkuk dengan tenang di para (bagian atas) kandang ayam milik seorang warga bernama Suwagio (52).

Berdasarkan kondisi perutnya yang membesar, reptil raksasa ini diduga kuat baru saja selesai menelan bulat-bulat ayam milik Suwagio.

Tidak ingin membiarkan predator berbahaya itu berkeliaran bebas, Suwagio bersama sejumlah warga sekitar memberanikan diri untuk menangkap ular tersebut menggunakan alat seadanya.

Namun demikian, menangkap ular berukuran 4 meter tentu membawa risiko tinggi.

Khawatir lilitannya terlepas dan mencederai kerumunan warga yang memadati lokasi, Suwagio akhirnya mengambil keputusan paling aman.

Ia langsung menelepon petugas piket Damkar Pos WMK Banjarsari untuk meminta bantuan penanganan profesional.

Aksi Cepat Tanggap Damkar Pos WMK Banjarsari

Laporan darurat di penghujung hari tersebut langsung direspons cepat oleh dua personel Damkar yang sedang melaksanakan piket jaga, yaitu Uju Suparman dan Icep.

Menggunakan armada mobil pancar bernomor polisi Z 8163 T, keduanya membelah gelapnya malam menuju lokasi kejadian di Desa Cintaratu.

Setibanya di sana, pemilik kandang dan warga yang sudah berhasil menahan ular tersebut langsung menyerahkannya kepada petugas.

Proses serah terima ini dilakukan dengan sangat hati-hati demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga :  Pelatihan Kewirausahaan Disnaker Kabupaten Ciamis Efektif Ciptakan Lapangan Kerja Baru

“Ular itu semula berada di para kandang ayam sekaligus tempat penyimpanan kayu,” ungkap Uju Suparman, personel Damkar Pos WMK Banjarsari, saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Dengan menggunakan keahlian khusus dan tongkat penjerat, Uju dan Icep berhasil mengamankan ular sanca tersebut ke dalam karung evakuasi.

Sekitar pukul 00.10 WIB pada hari Sabtu (11/4/2026) dini hari, proses pengamanan dinyatakan selesai.

Kedua pahlawan malam itu pun kembali ke Pos WMK Banjarsari sembari mengangkut reptil raksasa tersebut.

“Ularnya sudah dievakuasi dengan aman dan kondusif,” pungkas Uju, memberikan rasa lega kepada warga Desa Cintaratu.

Faktor Pendorong Ular Masuk ke Pemukiman

Seringnya satwa liar masuk ke perkampungan tentu mengundang tanda tanya.

Secara ilmiah, sanca kembang memang dikenal memiliki daya adaptasi yang luar biasa tinggi terhadap lingkungan yang telah diubah oleh manusia.

Salah satu faktor utama penyebab sering terjadinya kasus ini adalah menyusutnya habitat alami mereka.

Selain itu, keberadaan kandang ternak yang kurang terawat kerap mengundang hama tikus.

Tikus inilah yang kemudian memancing kedatangan ular sanca sebagai predator alaminya.

Tumpukan kayu bakar, tumpukan genteng bekas, dan semak belukar yang lembap di sekitar rumah juga menjadi tempat persembunyian favorit yang sangat ideal bagi mereka untuk berburu.

Oleh karena itu, sangat penting bagi warga untuk senantiasa menjaga kebersihan pekarangan rumah.

Menutup rapat celah kandang ternak dan memasang penerangan yang cukup di area belakang rumah bisa menjadi langkah mitigasi awal yang efektif.

Jika kembali berhadapan dengan situasi serupa, masyarakat diimbau untuk segera menghubungi Call Center Damkar setempat alih-alih bertindak gegabah sendirian.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca