Berita

Gebrakan Baru, Festival Kolaborasi Musik Lapas Ciamis Satukan Kreativitas Tanpa Batas di Hari Jadi Kabupaten

Festival Kolaborasi Musik Lapas Ciamis siap menyemarakkan Hari Jadi Ciamis ke-384. Simak persiapan matang rakor integrasi layanan publik di sini.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapis) Kelas IIB Ciamis secara resmi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) guna mematangkan persiapan ajang bergengsi Festival Kolaborasi Musik Lapas Ciamis.

Perhelatan akbar ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis yang ke-384 sekaligus menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Pertemuan penting tersebut dilangsungkan dengan suasana hangat di Laci Cafe Lapas Kelas IIB Ciamis pada Sabtu (13/06/2026).

Rakor ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan yang solid, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi vertikal terkait, insan pers, hingga berbagai elemen pendukung acara lainnya.

Integrasi lintas sektor ini dilakukan demi memastikan seluruh tahapan acara berjalan tanpa hambatan.

Agenda rakor secara mendalam mengupas tuntas seluruh aspek teknis demi menjamin kelancaran acara.

Pembahasan meliputi prosedur perizinan resmi, kesiapan lokasi, skenario pengamanan ketat, fasilitasi layanan kesehatan, rekayasa lalu lintas, hingga strategi publikasi media masssa.

Semua pihak berkomitmen memberikan dukungan penuh demi menyukseskan Festival Kolaborasi Musik Lapas Ciamis tersebut.

Sinergi dan Transformasi Pembinaan Lewat Festival Kolaborasi Musik Lapas Ciamis

Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, menegaskan dalam sambutannya bahwa program pembinaan di dalam Lapas era kini tidak lagi konvensional.

Pihaknya tidak sekadar menitikberatkan pada pembekalan keahlian kerja dan kemandirian ekonomi. Namun, Lapas Ciamis juga memberikan ruang luas bagi asah bakat dan potensi seni yang dimiliki warga binaan, khususnya dalam bidang musik.

Supriyanto menjelaskan, pihaknya mengemban misi untuk memperlihatkan kepada publik bahwa para warga binaan tidak hanya menghabiskan waktu menjalani masa hukuman.

Namun, mereka juga memiliki kapasitas besar untuk berkarya secara positif di masyarakat.

“Agenda Festival Kolaborasi Musik Lapas Ciamis merupakan pembuktian konkret bahwa sekat jeruji besi tidak mampu mematikan kreativitas yang membawa kemaslahatan,” papar Supriyanto.

Baca Juga :  Ambisi Besar Ahmad Ghozali dalam Pemberdayaan Masyarakat

Rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi juga ia sampaikan kepada seluruh lini yang telah memberikan dukungan penuh.

Pihak-pihak tersebut di antaranya Pemerintah Kabupaten Ciamis, Polres Ciamis, rekan-rekan media, serta segenap lapisan masyarakat Tatar Galuh.

Bagi Supriyanto, keterpaduan yang harmonis ini menjadi bukti nyata adanya kepedulian kolektif terhadap proses reintegrasi sosial warga binaan.

Oleh karena itu, persiapan matang terus dikebut agar kelak saat bebas mereka siap kembali ke tengah masyarakat dengan membawa bekal keahlian produktif.

Ia menaruh harapan besar agar puncak Festival Kolaborasi Musik Lapas Ciamis yang dijadwalkan pada 16 Juni mendatang dapat terealisasi secara kondusif dan tertib.

Supriyanto kembali mengingatkan betapa krusialnya penguatan sinergi dari semua sektor untuk memproteksi aspek keamanan sepanjang acara berlangsung.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Kesiapan Infrastruktur

Gayung bersambut, Kepala BP2D Kabupaten Ciamis, Endang, turut melayangkan pujian atas langkah visioner yang diinisiasi oleh pihak Lapas Ciamis.

Menurutnya, langkah ini memberikan panggung yang sangat berharga bagi para warga binaan untuk mengaktualisasikan buah pikiran kreatif mereka ke hadapan khalayak luas.

Momentum Festival Kolaborasi Musik Lapas Ciamis dinilai menjadi pemicu dampak positif bagi citra daerah.

Lewat momentum ini, publik disuguhkan fakta objektif bahwa sistem pembinaan di Lapas sukses mencetak karya-karya yang bernilai estetika tinggi.

“Kesempatan emas untuk menampilkan potensi terbaik ini diharapkan mampu memantik motivasi internal para warga binaan agar tidak berhenti berkarya,” ungkap Endang.

Kendati demikian, Kepala BP2D menggarisbawahi dua variabel utama yang mutlak dipastikan kesiapannya secara kolektif oleh panitia.

Variabel tersebut yakni standarisasi sistem pengamanan yang ketat serta kemantapan lokasi yang akan digunakan sebagai arena utama Festival Kolaborasi Musik Lapas Ciamis.

Kesiapan infrastruktur penunjang juga harus diperhatikan agar tidak menimbulkan penumpukan massa di area steril.

Baca Juga :  Proses Pemekaran Desa Butuh Kajian Mendalam, DPRD Kota Banjar Ingatkan Tahapan Panjang

Melalui pagelaran ini, ia berharap masyarakat bisa menyaksikan secara langsung potret keberhasilan pembinaan yang bergulir di Lapas Kelas IIB Ciamis.

“Di samping itu, momen ini menjadi momentum penguat tali kolaborasi antara jajaran birokrasi, aparat penegak hukum, warga binaan, dan masyarakat,” tambahnya.

Kolaborasi aktif ini diharapkan mampu bahu-membahu membangun Kabupaten Ciamis yang lebih maju dan aman.

Daya tarik dari Festival Kolaborasi Musik Lapas Ciamis ini dipastikan kian semarak karena mengolaborasikan berbagai unsur hiburan rakyat.

Sebab, selain menjadi panggung unjuk gigi bagi karya khas warga binaan, acara ini juga akan bersanding dengan penampilan grup band papan atas tanah air.

Penampilan musisi nasional ini diprediksi akan menarik animo ribuan pengunjung dari dalam dan luar daerah.

Selain itu, jalannya Festival Kolaborasi Musik Lapas Ciamis juga akan diintegrasikan dengan beragam pusat pelayanan publik yang diinisiasi oleh Pemerintah Daerah Ciamis.

Integrasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang datang menonton sekaligus mengurus keperluan administrasi.

Kehadiran stan pelayanan ini menjadi nilai tambah yang membedakan festival ini dengan gelaran musik biasa.

Pihaknya sengaja menghadirkan beragam gerai pelayanan masyarakat di lokasi acara demi mendukung penuh kesuksesan festival ini.

“Beberapa di antaranya meliputi stan pembayaran pajak dari Bapenda, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan pembuatan KTP, Samsat Keliling, serta berbagai pelayanan publik lainnya,” pungkas Endang.

Integrasi pelayanan ini diharapkan menjadi percontohan nasional untuk kegiatan serupa di masa mendatang.

Masyarakat luas diundang hadir untuk menyaksikan langsung pembuktian kreativitas warga binaan dan menikmati berbagai layanan yang tersedia.

Sinergitas tanpa batas ini menjadi tonggak sejarah baru dalam pola pembinaan humanis di Indonesia. Jangan lewatkan kemeriahan Festival Kolaborasi Musik Lapas Ciamis sebagai simbol runtuhnya sekat pembatas kreativitas manusia.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca