
Warga Dusun Panglajan, Desa Tanjungsari, Kecamatan Banjaranyar, dikejutkan oleh insiden menegangkan pada Jumat (10/4/2026) dinihari.
Seekor ular sanca kembang (Malayopython reticulatus) berukuran raksasa dengan panjang mencapai 3 meter berhasil dibekuk oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Pos WMK Banjarsari.
Reptil buas ini kepergok sedang asyik memangsa seekor ayam yang tengah mengeram di dalam kandang milik warga bernama Imas Mustiah (51). Kejadian pada pukul 03.20 WIB ini sontak memecah keheningan malam dan memicu kepanikan.
Insiden masuknya satwa liar ke area pemukiman memang sering kali tidak terprediksi.
Namun, berkat kesigapan warga dalam melapor dan kecepatan respons dari pihak berwenang, ancaman yang lebih besar dapat segera dihindari.
Kehadiran predator alami di lingkungan padat penduduk ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan area sekitar rumah, terutama di area yang berbatasan langsung dengan habitat liar atau kebun warga.
Ringkasan Berita
Kronologi Teror Ular Sanca Kembang di Tengah Malam
Peristiwa bermula ketika suasana Dusun Panglajan sedang sangat sepi dan sebagian besar warga tengah tertidur lelap.
Menurut keterangan yang dihimpun Reportasee.com, Imas Mustiah yang sedang beristirahat tiba-tiba terbangun akibat suara gaduh yang tidak wajar.
Suara berisik tersebut terdengar jelas berasal dari arah kandang ayam peliharaannya yang terletak tepat di bagian belakang rumah.
Rasa penasaran sekaligus curiga mendorong Imas untuk segera beranjak dari tempat tidurnya dan memeriksa keadaan di luar.
Suara Kepanikan dari Kandang Ayam
Dengan penerangan seadanya, Imas melangkah perlahan menuju sumber suara. Alangkah terkejutnya wanita paruh baya tersebut ketika melihat pemandangan di depan matanya.
Seekor ular sanca kembang berukuran sangat besar tengah melingkar di dalam kandangnya. Predator melata tersebut kepergok sedang menelan seekor ayam peliharaannya hidup-hidup.
Kondisi ayam yang sedang mengerami telurnya membuat mangsa tersebut tidak bisa berkutik saat serangan terjadi.
Menghadapi situasi yang mengancam keselamatan dan memicu ketakutan luar biasa, Imas menyadari bahwa ia tidak boleh bertindak gegabah.
Tanpa membuang waktu, ia segera mencari bantuan profesional dengan menghubungi nomor darurat petugas piket Pemadam Kebakaran di Pos WMK Banjarsari untuk meminta evakuasi segera.
Respons Cepat dan Heroik Damkar Pos WMK Banjarsari
Laporan darurat dari warga langsung ditanggapi dengan sangat serius oleh tim siaga.
Dua petugas piket tangguh dari Pos WMK Banjarsari, yakni Nurholis dan Dikri, segera meluncur ke lokasi kejadian.
Menembus dinginnya udara dinihari, mereka menggunakan armada mobil pancar bernomor polisi Z 8263 T dengan kecepatan penuh demi memastikan keamanan warga yang sedang panik.
Kecepatan tiba di lokasi adalah kunci utama dalam operasi penyelamatan hewan liar (animal rescue).
Evakuasi Berjalan Cepat dan Aman
Setibanya di rumah Imas Mustiah, tim Damkar langsung melakukan penilaian situasi (size-up) di area kandang ayam.
Mereka harus memastikan proses penangkapan berjalan aman tanpa membahayakan penghuni rumah maupun membuat ular tersebut semakin beringas.
“Sewaktu kami tiba di lokasi, ularnya masih berada dalam kandang. Dan berhasil dievakuasi dengan cepat dan aman. Sekarang ularnya masih disimpan di pos (WMK Banjarsari),” jelas Nurholis kepada Reportasee.com pada Jumat (10/4/2026) pagi.
Berbekal peralatan khusus penangkap ular dan keahlian mumpuni yang telah dilatih secara profesional, Nurholis dan Dikri berhasil menaklukkan reptil sepanjang 3 meter tersebut.
Proses evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan kerusakan tambahan atau korban luka.
Imbauan Keselamatan Terkait Habitat Ular Sanca Kembang
Penemuan ular sanca kembang di area pemukiman sejatinya bukanlah hal yang sepenuhnya baru, namun tetap membutuhkan penanganan yang tepat.
Satwa liar ini umumnya keluar dari habitat aslinya untuk mencari pasokan makanan, terutama ketika sumber makanan di alam liar mulai menipis atau habitat mereka terganggu.
Ayam peliharaan, unggas, hingga hewan pengerat seperti tikus yang sering berada di sekitar rumah warga menjadi daya tarik utama bagi predator ini.
“Yang dimangsanya ayam yang lagi ngeram (megar). Sekarang ularnya sudah diamankan di pos WMK Banjarsari,” tambah Nurholis memberikan konfirmasi mengenai kondisi mangsa.
Mengapa Satwa Liar Mendekati Pemukiman?
Secara ekologis, ular sanca kembang sangat menyukai tempat yang lembap, gelap, dan minim aktivitas manusia untuk bersembunyi.
Kandang ternak yang tidak tertutup rapat atau tumpukan barang bekas di pekarangan rumah sering kali menjadi lokasi favorit mereka untuk berburu.
Oleh karena itu, petugas Damkar selalu mengimbau masyarakat untuk rajin membersihkan lingkungan sekitar rumah.
Menutup celah-celah yang bisa menjadi jalur masuk ular, serta memasang penerangan yang cukup di area belakang rumah dan kandang ternak sangat direkomendasikan sebagai langkah pencegahan.
Usai menciduk reptil raksasa tersebut, operasi evakuasi dinyatakan selesai sekitar pukul 03.40 WIB.
Nurholis dan Dikri kemudian kembali ke Pos WMK Banjarsari membawa ular tersebut untuk diamankan sementara, sembari melanjutkan tugas piket siaga mereka demi menjaga keamanan masyarakat Banjaranyar dari berbagai ancaman bahaya.





