Berita

Teror Ular di Ciamis Makin Menggila, Sanca 3 Meter Lilit Kucing, Warga Panawangan Histeris

Kejadian mengejutkan kembali menggemparkan warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Fenomena teror ular di Ciamis tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Pada Kamis (16/4/2026) pagi, warga Dusun Kliwon RT 01 RW 05, Desa Sagalaherang, Kecamatan Panawangan, dikejutkan oleh kemunculan seekor ular sanca kembang (Malayophyton reticulatus) sepanjang tiga meter.

Reptil buas ini nekat merangsek masuk ke permukiman, menambah panjang rentetan kejadian serupa yang nyaris terjadi setiap hari.

Kronologi Menegangkan: Kucing Kesayangan Jadi Korban

Peristiwa yang mendebarkan ini bermula pada pukul 08.00 WIB.

Pagi itu, seorang warga lanjut usia bernama Aminah (67) sedang menjalani rutinitas hariannya menyapu halaman rumah.

Suasana pagi yang sedianya damai, mendadak berubah menjadi mimpi buruk bagi nenek tersebut.

Di sela-sela aktivitasnya, pandangan Aminah terpaku pada pemandangan mengerikan di pekarangannya.

Ia memergoki kucing kesayangannya tengah digulung dan dililit dengan sangat kuat oleh seekor ular raksasa.

Reptil tersebut rupanya sedang berusaha memangsa hewan peliharaan malang itu hidup-hidup.

Menyadari situasi tersebut, Aminah sontak dilanda kepanikan yang luar biasa. Ia berteriak histeris meminta pertolongan kepada para tetangga di sekitarnya.

Jeritan panik sang nenek segera memecah keheningan pagi di Dusun Kliwon.

Sayangnya, ukuran ular yang mencapai tiga meter membuat nyali warga sekitar menciut.

Tidak ada satu pun warga yang berani mendekat atau nekat menangkap satwa liar yang menakutkan tersebut.

Beruntung, di tengah situasi kalut itu, Aminah dan beberapa warga berinisiatif mengambil langkah tepat dengan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar).

Evakuasi Dramatis Teror Ular di Ciamis oleh Tim Damkar

Laporan darurat terkait teror ular di Ciamis ini langsung direspons cepat oleh petugas piket siaga di Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Kawali.

Baca Juga :  Rumah Warga di Ciamis Disambar Petir, Satu Orang Terluka dan Kerugian Capai Rp20 Juta

Sembari menunggu kedatangan tim penyelamat, situasi di lokasi kejadian masih diselimuti ketegangan.

Kehadiran warga yang perlahan mulai berkerumun rupanya membuat ular sanca kembang tersebut merasa terancam dan terusik.

Sang ular akhirnya melepaskan lilitan kuatnya dari tubuh kucing tersebut.

Reptil itu melata dengan cepat, berusaha melarikan diri, dan masuk ke dalam sebuah gorong-gorong yang ada di sekitar rumah.

Nahas, kucing kesayangan milik Aminah tidak dapat diselamatkan.

Kucing tersebut ditinggalkan begitu saja oleh sang pemangsa dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Meski belum sempat ditelan, lilitan kuat sanca kembang telah merenggut nyawa hewan peliharaan tersebut.

Tidak berselang lama, tiga orang petugas andalan dari Pos WMK Kawali tiba di lokasi.

Tim yang terdiri dari Asep, Mugni, dan Rizki ini datang menggunakan armada mobil tangki water supply bernomor polisi Z 8447 T.

Mereka langsung memetakan lokasi gorong-gorong tempat ular itu bersembunyi.

Proses evakuasi berlangsung dengan kehati-hatian tingkat tinggi.

Berbekal jam terbang dalam menangani berbagai kasus teror ular di Ciamis, ketiga petugas tersebut akhirnya berhasil menarik ular sanca kembang keluar dari tempat persembunyiannya.

Ular besar itu pun sukses diamankan tanpa ada korban manusia.

Operasi penangkapan sanca kembang raksasa itu akhirnya tuntas.

Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat S.IP., memastikan bahwa seluruh personel langsung bertolak kembali ke Pos WMK Kawali sekitar pukul 09.00 WIB guna melanjutkan tugas siaga mereka.

Mengapa Ular Semakin Sering Masuk Permukiman Warga?

Kemunculan ular sepanjang tiga meter di Desa Sagalaherang ini jelas bukan insiden tunggal. Fakta bahwa teror ular di Ciamis terus berulang memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Terobosan Baru! Kolaborasi Strategis Hadirkan Program Pembinaan Warga Binaan Berkelanjutan di Lapas Ciamis

Mengapa fenomena ini semakin sering terjadi akhir-akhir ini?

Pakar lingkungan dan satwa liar menilai ada korelasi kuat antara perubahan ekosistem dan perilaku ular.

Pertama, faktor anomali cuaca yang membuat habitat asli ular menjadi terlalu lembap, sehingga mereka mencari tempat yang lebih kering seperti garasi, plafon, atau gorong-gorong warga.

Kedua, berkurangnya pasokan makanan alami di alam liar akibat alih fungsi lahan memaksa ular berburu hingga ke permukiman.

Tikus rumah, ayam ternak, hingga kucing sering kali menjadi sasaran empuk reptil melata ini.

Hal inilah yang menjadi pemicu utama di balik berulangnya kasus teror ular di Ciamis setiap harinya.

Langkah Antisipasi Mencegah Ular Masuk Rumah

Merespons tren yang mengkhawatirkan ini, warga sangat diimbau untuk tidak lengah.

Ada beberapa langkah pencegahan mandiri yang efektif untuk meminimalisir risiko rumah menjadi sarang ular:

  • Rutin Membersihkan Area Lembap: Singkirkan tumpukan barang bekas, kayu, dan genteng yang bisa menjadi lokasi persembunyian ideal bagi reptil.
  • Pangkas Semak Belukar: Jaga pekarangan tetap terang dan rapi agar ular tidak nyaman bersarang.
  • Berantas Tikus: Tikus adalah daya tarik utama bagi ular. Menjaga rumah bebas tikus akan memutus rantai makanan yang mengundang datangnya pemangsa.
  • Gunakan Wangi Menyengat: Ular tidak menyukai bau menyengat. Penggunaan pembersih lantai beraroma karbol cukup efektif untuk mencegah mereka masuk lewat saluran air.

Jika menghadapi langsung insiden teror ular di Ciamis seperti yang dialami Ibu Aminah, langkah paling bijak adalah menjaga jarak aman.

Jangan pernah memprovokasi hewan tersebut, dan segera hubungi pihak Damkar atau snake rescue setempat demi keselamatan bersama.

Kesigapan warga adalah kunci utama terhindar dari risiko fatal.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca