
Peta kekuatan sepak bola di Jawa Barat resmi memasuki babak baru menjelang bergulirnya kompetisi kasta kedua. Kabar yang dinanti publik akhirnya terwujud setelah PSGC Ciamis resmi menjadi tim satelit Persib Bandung untuk Liga 2.
Kepastian kolaborasi strategis ini menjadi tonggak sejarah penting bagi kedua belah pihak dalam membangun ekosistem sepak bola. Prosesi penandatanganan berkas kerja sama (MoU) bertajuk saling mendukung dan tumbuh bersama tersebut berlangsung dengan sangat khidmat.
Manajemen kedua klub menggelar pertemuan resmi di Joglo Bumi Galuh Satria (BGS), Komplek RSOP Ciamis pada Rabu siang. Langkah konkret ini diambil karena PSGC Ciamis resmi menjadi tim satelit Persib Bandung demi mengakhiri spekulasi panjang.
Dokumen perjanjian penting tersebut ditandatangani langsung oleh CEO PSGC, Dr. H. Herdiat Sunarya, MM. Penandatanganan juga dilakukan oleh Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, di hadapan saksi.
Agenda bersejarah ini turut disaksikan oleh pendiri RSOP, dr. Iman Solichin, Sp.OT (K) Spine, beserta jajaran manajemen. Selain itu, hadir pula Ketua Askab PSSI Ciamis, H. Asep Dedi, dan Ketua Balad Galuh, Dian Gozin.
Kolaborasi Strategis di Usia Emas Tatar Galuh
Kerja sama kolaborasi yang saling menguntungkan ini menorehkan tinta emas dalam perjalanan panjang skuad Laskar Singacala. Pasalnya, momentum besar ini tercipta tepat saat klub kebanggaan warga Tatar Galuh bersiap menginjak usia ke-36 tahun.
Melalui kesepakatan ini, publik kini mengetahui bahwa PSGC Ciamis resmi menjadi tim satelit Persib Bandung yang legendaris. Sebagai catatan sejarah, klub kebanggaan masyarakat Ciamis ini pertama kali didirikan pada tanggal 26 Agustus 1990.
CEO PSGC, Dr. H. Herdiat Sunarya, MM., mengakui bahwa kerja sama kolaborasi ini bermula dari dinamika internal. Pihaknya sempat menghadapi kegalauan dalam mempersiapkan tim untuk mengarungi ketatnya kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
Kegalauan ini muncul setelah Laskar Singacala memastikan diri promosi pasca terdegradasi selama 8 tahun di Liga 3. Menurut Herdiat, tata kelola kompetisi sepak bola saat ini sudah mengalami pergeseran paradigma yang sangat signifikan.
Regulasi modern mengharuskan kesiapan manajemen klub yang jauh lebih profesional serta dukungan finansial yang kokoh. Oleh karena itu, fakta bahwa PSGC Ciamis resmi menjadi tim satelit Persib Bandung menjadi solusi paling rasional.
Rangkaian Diskusi Panjang Sejak Awal Tahun
Manajemen tidak bergerak secara instan dalam menyikapi tantangan besar di kasta kedua kompetisi Indonesia ini. Melalui rangkaian pertemuan intensif dengan jajaran direksi PT PBB sejak Maret lalu, titik temu akhirnya berhasil dicapai.
Melalui kesepakatan akhir yang matang, PSGC Ciamis resmi menjadi tim satelit Persib Bandung demi kemajuan sepak bola. Meskipun status klub kini berubah, manajemen memastikan identitas asli Laskar Singacala tidak akan pernah dihilangkan.
Identitas kultural dan historis klub dipastikan tetap terjaga seutuhnya demi menghormati seluruh masyarakat Tatar Galuh. Dalam kesepakatan tertulis saat PSGC Ciamis resmi menjadi tim satelit Persib Bandung, nama klub dipastikan tetap bertahan.
Selain itu, Stadion Galuh Ciamis juga disepakati secara legal untuk tetap menjadi rumah utama mereka ke depan. Di samping tim utama, aspek pembinaan pemain muda juga menjadi poin krusial yang disepakati kedua pihak.
Manajemen merencanakan pendirian akademi sepak bola modern di Ciamis yang terkoneksi langsung dengan sistem milik Persib. Langkah ini dinilai sebagai dampak positif setelah PSGC Ciamis resmi menjadi tim satelit Persib Bandung secara reguler.
Komitmen Jangka Panjang PT PBB
Sementara itu, Deputi CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi yang solid. Manajemen berharap kemitraan yang ditandatangani pada Rabu, 1 Juli 2026 ini dapat berjalan secara berkesinambungan.
Proyeksi ini dirancang agar PSGC Ciamis resmi menjadi tim satelit Persib Bandung tidak hanya untuk satu musim. Secara teknis, terdapat 3 poin utama dalam kesepakatan yang menyangkut tata kelola klub secara profesional.
Poin pertama berfokus pada persiapan internal agar PSGC Ciamis resmi menjadi tim satelit Persib Bandung berjalan transparan. Keterbukaan manajemen menjadi pondasi utama yang ditekankan oleh kedua belah pihak guna membangun kepercayaan publik.
Poin kedua menyangkut kesiapan aspek infrastruktur fisik penunjang performa tim di atas lapangan hijau nanti. Hal ini meliputi standarisasi kelayakan stadion, kualitas rumput lapangan, sistem pencahayaan lampu, hingga kapasitas total penonton.
Evaluasi menyeluruh terhadap sarana pendukung ini akan segera dilakukan dalam waktu dekat oleh tim ahli Bandung. Langkah ini krusial untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan semua pihak saat pertandingan resmi digelar nantinya.
Rekrutmen Pemain dan Agenda Uji Coba Resmi
Untuk aspek teknis di lapangan, manajemen Persib akan segera menyusun tim kepelatihan baru bagi Laskar Singacala. Proses rekrutmen pemain juga akan segera berjalan dengan mengombinasikan pilar senior dan penggawa skuad junior Persib.
Kendati demikian, talenta lokal asli Ciamis tetap diberikan kesempatan luas selama memenuhi standar kualifikasi pelatih. Sebagai penanda dimulainya era baru ini, manajemen menjadwalkan agenda peluncuran tim secara resmi sebelum kick-off.
Acara peluncuran tersebut rencananya akan dimeriahkan dengan pertandingan uji coba pramusim di Stadion Galuh Ciamis. Agenda ini diharapkan mampu membakar semangat para pendukung setia yang bangga melihat PSGC Ciamis resmi menjadi tim satelit Persib Bandung.
Adhitia berharap sinergi ini mendapatkan dukungan penuh dari kelompok suporter Bobotoh maupun warga Tatar Galuh Ciamis. Kehadiran fisik para pendukung setia di tribun stadion menjadi energi tambahan yang sangat dibutuhkan para pemain.
Dukungan positif dari akar rumput dinilai menjadi kunci utama kesuksesan implementasi seluruh program kolaborasi jangka panjang. Manajemen optimis sinergi ini akan membawa dampak ekonomi kreatif yang positif bagi masyarakat sekitar stadion.
Implementasi Kurikulum Modern untuk Talenta Muda
Pasca penandatanganan MoU, kedua manajemen akan langsung bergerak cepat untuk menuntaskan kesepakatan teknis yang lebih mendalam. Salah satu fokus utama yang segera dieksekusi adalah peresmian kurikulum untuk akademi sepak bola Ciamis.
Sekolah sepak bola ini akan mengadopsi sistem manajemen profesional demi melahirkan generasi pesepak bola modern kompetitif. Ketua Umum DPP Balad Galuh, Dian Gozin, menyatakan dukungan penuhnya terhadap kebijakan strategis manajemen tersebut.
Pihaknya menilai keputusan menempatkan klub sebagai mitra strategis Persib adalah langkah realistis yang sangat positif. Kejelasan status ini dinilai memberikan kepastian masa depan bagi keberlangsungan eksistensi klub kebanggaan mereka di Liga 2.
Dian Gozin menambahkan bahwa bertahannya nama PSGC dan Stadion Galuh merupakan keputusan yang sangat tepat bagi suporter. Hal senada juga menjadi angin segar bagi kelangsungan pembinaan usia dini daerah yang terstruktur baik.
Integrasi dengan sistem kepelatihan modern diharapkan mampu mencetak bibit unggul baru dari bumi Tatar Galuh Ciamis. Melalui kepastian resmi ini, teka-teki mengenai masa depan Laskar Singacala kini telah menemui jawaban terang benderang.
Status PSGC Ciamis resmi menjadi tim satelit Persib Bandung diharapkan membawa perubahan masif pada industri olahraga regional. Kini, Laskar Singacala siap melangkah sehati dengan Maung Bandung demi meraih prestasi tertinggi nasional.





