
Keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini mendapatkan dorongan akademis masif. Baru-baru ini, pelaksanaan riset digital marketing Unigal dan UniKL berhasil dituntaskan demi menjawab tantangan era ekonomi digital yang kian kompetitif.
Kolaborasi strategis antara Universitas Galuh (Unigal) Ciamis dan Universiti Kuala Lumpur (UniKL) Malaysia ini menandai tonggak baru riset terapan antarnegara. Fokus utamanya merumuskan formula taktis agar pelaku industri lokal dapat memperluas jangkauan pasar hingga ke mancanegara.
Ketua Tim Kajian dari Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Unigal, Hj. Elis Badriah, S.E., M.Ak., membenarkan rampungnya proyek besar tersebut. Menurutnya, agenda internasional bertajuk “Collaboration Excellent” ini difokuskan penuh pada topik pengembangan ekonomi digital bagi pelaku usaha kecil.
Berdasarkan keterangan resmi, riset digital marketing Unigal dan UniKL ini telah berlangsung intensif selama satu bulan penuh. Langkah strategis diambil sebagai kontribusi nyata akademisi lintas negara dalam mendorong digitalisasi serta memperkuat daya saing sektor UMKM di regional Asia Tenggara.
“Kami melihat adanya urgensi mendasar untuk mempercepat transformasi teknologi di kalangan pelaku usaha mikro. Oleh karena itu, sinergi ini bukan sekadar pemenuhan tri dharma, melainkan aksi nyata menjawab kebutuhan pasar global,” ungkap Elis mendalam.
Urgensi Riset Digital Marketing Unigal dan UniKL Bagi Ekonomi Kreatif
Selain memberikan kontribusi teoritis, hasil studi bersama ini diharapkan mampu menyajikan dampak praktis bagi pemangku kepentingan. Dari aspek konseptual, kajian ini memperkaya khazanah literatur akademik mengenai dinamika globalisasi dan adaptasi digital di kawasan ASEAN.
Elis menambahkan bahwa luaran dari riset digital marketing Unigal dan UniKL akan menjadi referensi konseptual yang berharga. Dokumen ini sekaligus menguji relevansi teori-teori manajemen global saat diimplementasikan dalam konteks masyarakat Malaysia yang multikultural.
Sementara itu, dari sudut pandang manfaat praktis, temuan lapangan ini dapat dijadikan panduan taktis pelaku industri. Institusi pendidikan juga dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan mutu operasional, optimalisasi layanan, serta strategi manajemen lintas budaya yang adaptif.
Pelaku UMKM sering menghadapi kendala keterbatasan akses informasi dan keterampilan teknologi. Melalui riset digital marketing Unigal dan UniKL, hambatan tersebut diurai guna memberikan peta jalan pemasaran digital yang lebih terukur serta mudah diterapkan.
Di sisi lain, aspek kebijakan juga menjadi poin krusial yang dihasilkan lewat riset digital marketing Unigal dan UniKL ini. Hasil studi menyajikan rekomendasi strategis berbasis data kuat yang layak dipertimbangkan oleh badan regulator atau lembaga pemerintah terkait.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat regulasi internasionalisasi, mempermudah mobilitas talenta global, serta memperkokoh kemitraan riset. Sinergi ini juga mempererat hubungan bilateral bidang pendidikan antara Universitas Galuh Ciamis dengan dosen UniKL Malaysia.
Guna memastikan akurasi data, agenda riset digital marketing Unigal dan UniKL didukung penuh oleh tim kajian internal yang solid. Komposisi tim diisi oleh para akademisi berpengalaman yang memiliki spesialisasi mendalam di bidang akuntansi dan pengembangan bisnis.
Para pakar yang terlibat langsung dalam riset ini antara lain Dr. H. Asep Nurwanda, M.Si., dan Hj. Eva Farida, S.E., M.Si. Selain itu, kontribusi pemikiran diberikan oleh Dede Abdul Rojak, S.E., M.Si., serta Lia Yulia, S.T., M.M.
Kehadiran para ahli memastikan metodologi penelitian memenuhi standar internasional yang ketat. Proses pengumpulan data lapangan dilakukan secara komparatif untuk melihat perbedaan perilaku konsumen digital di Indonesia dan Malaysia.
Melalui analisis mendalam, riset digital marketing Unigal dan UniKL berhasil memetakan platform digital paling efektif untuk penetrasi pasar. Hasilnya menunjukkan adopsi media sosial dan lokapasar memegang peranan kunci dalam akselerasi omzet penjualan pelaku usaha.
Namun demikian, tantangan logistik lintas batas dan regulasi ekspor masih menjadi pekerjaan rumah terbesar pelaku UMKM. Oleh sebab itu, dokumen rekomendasi memberikan penekanan khusus pada pentingnya penyederhanaan birokrasi perdagangan digital antarnegara.
Di samping itu, penguatan literasi keuangan digital menjadi sorotan penting yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Tim peneliti menemukan efisiensi pemasaran digital berjalan optimal jika didukung sistem pencatatan keuangan berbasis aplikasi yang akurat.
Keberhasilan riset digital marketing Unigal dan UniKL diharapkan menjadi pemantik bagi program studi lain untuk mengadakan kolaborasi serupa. Keterlibatan aktif institusi pendidikan tinggi mampu menjadi jembatan penentu menyelaraskan teori akademis dengan realitas dunia kerja.
Sebagai langkah keberlanjutan, tim riset berencana mempublikasikan hasil temuan ini ke dalam jurnal internasional bereputasi. Hal tersebut dilakukan agar gaung dari solusi digitalisasi UMKM ini bisa diakses dan diimplementasikan peneliti seluruh dunia.
Di akhir pemaparannya, Hj. Elis Badriah menegaskan komitmen Prodi Akuntansi FE Unigal untuk terus konsisten mengawal ekonomi kerakyatan. Pelaksanaan riset digital marketing Unigal dan UniKL diposisikan sebagai fondasi awal dari rangkaian program pengabdian masyarakat internasional yang luas.
Dengan adanya sinergi nyata ini, diharapkan pelaku UMKM dapat segera naik kelas. Pada akhirnya, luaran nyata riset digital marketing Unigal dan UniKL akan menjadi pemandu utama menyongsong fajar baru ekonomi digital ASEAN yang berdaya saing tinggi.





