
Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menggelar program Pengabdian Masyarakat Lektor Kepala (PmKLK) di Aula Kelurahan Bojongsari Baru, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jumat (3/7/2026).
Langkah nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi ini difokuskan untuk mendorong strategi digital UMKM Depok raih omzet maksimal di tengah ketatnya persaingan pasar digital yang kian dinamis.
Pelatihan ini menyasar langsung para pelaku usaha yang tergabung dalam UMKM Curug Maju Bersatu dan UMKM Boba Bojongsari Baru.
Langkah pendampingan ini diambil sebagai respons atas masih minimnya pemanfaatan teknologi dan pemahaman hukum bisnis di tingkat pelaku usaha mikro.
Lurah Bojongsari Baru, Adeyasya Aziza, S.STP., M.IP, membuka langsung agenda tersebut dan menyatakan dukungan penuh dari otoritas kelurahan setempat.
Pihaknya berharap kolaborasi ini berjalan secara berkesinambungan demi mendongkrak ekonomi kreatif daerah.
“Kami sangat mengapresiasi upaya PNJ dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di wilayah kami agar mereka mampu bersaing di era digital,” kata Adeyasya Aziza saat memberikan sambutan resmi di Depok, Jumat (3/7/2026).
Ringkasan Berita
Pentingnya Strategi Digital UMKM Depok Raih Omzet Maksimal Bagi Ekonomi Daerah
Ketua Pelaksana PmKLK PNJ 2026, Dr. Dra. Iis Mariam, M.Si, menjelaskan bahwa penguatan pemasaran berbasis data menjadi kunci penting bagi pelaku usaha mikro.
Menurutnya, promosi menggunakan internet dan media sosial jauh lebih terukur serta efektif memperluas jangkauan pasar.
“Pelaku usaha lokal dapat mengadaptasi konsep pelayanan prima berbasis data seperti yang diterapkan oleh Tokopedia, Gojek, dan Netflix,” ujar Iis Mariam.
Melalui pola tersebut, penerapan strategi digital UMKM Depok raih omzet maksimal dapat dieksekusi secara lebih sistematis oleh para perajin usaha.
Selain strategi pemasaran, aspek hukum juga menjadi sorotan utama dalam pelatihan yang dipandu oleh Endah Wartiningsih, SE., MM selaku moderator.
Pakar hukum PNJ, Dr. Nining Latianingsih, SH., MH, membedah pentingnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) berbasis risiko melalui sistem OSS-RBA.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pembuatan PT Perorangan, penyusunan kontrak bisnis yang sah sesuai KUHPerdata, serta perlindungan hak kekayaan intelektual (first-to-file).
Pemahaman ini wajib dikuasai untuk melindungi lini usaha dari risiko sengketa hukum di masa depan.
Sementara itu, materi mengenai tata cara pembuatan konten kreatif dan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) kemasan dipaparkan oleh Rahadatul Aisy.
Pemilihan jenis kemasan yang menarik harus disesuaikan dengan anggaran agar tidak menggerus margin keuntungan bersih.
Dalam sesi tersebut, para peserta yang didampingi oleh dosen dan mahasiswa Program Studi D4 Adminstrasi Bisnis Terapan (ABT) PNJ langsung melakukan praktek.
Mereka membuat video promosi dengan rumus hook, cerita produk, dan call to action menggunakan ponsel masing-masing.
Pihak universitas memandang bahwa keahlian praktis dalam memproduksi konten visual adalah kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha lokal saat ini.
Melalui bimbingan personal dari para mahasiswa, para peserta diajarkan mengatasi hambatan teknis seperti penyuntingan video yang sering menjadi kendala utama.
Pelatihan interaktif ini juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk langsung mengevaluasi hasil video buatan mereka secara bersama-sama.
Melalui proses koreksi instan tersebut, peserta dapat memahami kekeliruan dalam penyampaian pesan promosi.
Penerapan formula konten yang kreatif dan konsisten ini dipercaya mampu mempercepat realisasi strategi digital UMKM Depok raih omzet maksimal di lapangan.
Ketika kemasan produk sudah menarik dan promosi digital berjalan aktif, kepercayaan konsumen otomatis akan meningkat.

Penyerahan Bantuan Stimulus Alat Produksi Kuliner
Guna memastikan keberlanjutan usaha pascapelatihan, PNJ menyerahkan bantuan fisik berupa peralatan memasak modern kepada kedua kelompok UMKM.
Bantuan ini ditargetkan untuk meningkatkan kapasitas produksi harian serta menjaga standardisasi kualitas produk kuliner mereka.
Titik Purwinarti, S.Sos., M.Pd, yang mengisi materi etika bisnis, menambahkan bahwa bantuan alat kerja ini harus diimbangi dengan integritas moral dan tanggung jawab sosial (CSR).
Kombinasi modal fisik dan etika yang baik akan membentuk reputasi bisnis yang kuat.
Pemberian stimulus berupa peralatan kerja memasak ini dinilai menjadi aspek pembeda yang membuat program pengabdian masyarakat ini berdaya guna tinggi.
PNJ tidak sekadar membagikan lembar teori, tetapi juga memberikan solusi nyata atas keterbatasan alat produksi yang dihadapi mitra.
Langkah ini diharapkan mampu memicu peningkatan volume penjualan harian secara signifikan pasca-pelatihan selesai dilaksanakan.
Dengan alat yang lebih memadai, pelaku usaha kuliner dapat memenuhi pesanan dalam jumlah besar tanpa mengorbankan kualitas cita rasa.
Keberhasilan eksekusi di lapangan sangat bergantung pada bagaimana pelaku usaha mengintegrasikan teknologi ke dalam rantai pasok mereka.
Oleh karena itu, pengenalan aplikasi pembukuan digital sederhana juga disisipkan di sela-sela waktu istirahat agar tata kelola keuangan semakin rapi.
Penerapan manajemen keuangan yang transparan ini sekaligus menjadi pendukung agar strategi digital UMKM Depok raih omzet maksimal tidak terhambat masalah permodalan.
Ketika arus kas tercatat dengan baik, pelaku usaha akan lebih mudah mengajukan pembiayaan formal ke lembaga keuangan.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kompetensi pelatihan kepada seluruh peserta sebagai bukti legal keikutsertaan program pembenahan manajemen.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi percontohan sinergi akademisi dan pemerintah dalam mengawal pelaku usaha daerah.
Melalui seluruh rangkaian integrasi materi, praktek langsung, dan bantuan alat, pelaksanaan strategi digital UMKM Depok raih omzet maksimal diharapkan tidak lagi menemui kendala teknis di lapangan.
Lini usaha mikro di Depok kini siap bertransisi penuh ke dalam ekosistem perdagangan digital nasional.
Pemerintah kelurahan berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan omzet dari kedua kelompok UMKM ini secara berkala pasca-pelatihan.
Langkah pengawasan ini penting dilakukan sebagai indikator keberhasilan program kemitraan jangka panjang antara dunia pendidikan dan masyarakat.
Diharapkan model pendampingan terpadu seperti ini dapat direplikasi di kelurahan-kelurahan lain di seluruh Kota Depok pada masa mendatang.
Dengan demikian, perluasan dampak dari strategi digital UMKM Depok raih omzet maksimal bisa dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat ekonomi lemah.





