
Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Ciamis, Rabu (1/7/2026).
Agenda yang berlokasi di Aula Desa Kertaharja, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan di masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat setempat memadati lokasi acara sejak pagi hari.
Kehadiran legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Barat tersebut disambut langsung oleh jajaran perangkat desa dan tokoh masyarakat.
Dalam laporan panitia, kegiatan ini sengaja menyasar masyarakat pedesaan untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan persatuan. Ketertiban jalannya acara didukung penuh oleh aparat keamanan setempat yang berjaga di sekitar lokasi aula.
Ringkasan Berita
Penegasan Konstitusi dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Ciamis
Dalam pemaparan materinya, Hj. Ida Nurlaela menjelaskan secara rinci mengenai urgensi pengamalan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Beliau menegaskan bahwa pemahaman konstitusi sangat penting untuk menghadapi tantangan sosial saat ini.
Menurut Ida Nurlaela, pelaksanaan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Ciamis ini menjadi langkah taktis guna membentengi masyarakat dari potensi konflik horizontal. Fondasi kebangsaan harus ditanamkan secara konsisten agar warga tidak mudah terprovokasi isu-isu negatif.
Pihak penyelenggara juga membagikan buku panduan materi kebangsaan kepada seluruh peserta yang hadir. Hal ini dilakukan agar warga dapat mempelajari kembali poin-poin penting yang telah disampaikan di rumah masing-masing.
Interaksi Langsung dan Penyaringan Aspirasi Warga
Acara yang berlangsung selama beberapa jam tersebut juga membuka sesi dialog interaktif antara narasumber dan perwakilan masyarakat. Warga Desa Kertaharja memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan berbagai kondisi sosial dan keamanan di wilayah mereka.
Melalui program Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Ciamis, anggota DPR RI ini mencatat sejumlah masukan penting terkait kerukunan antarwarga. Beliau berjanji akan membawa poin-poin diskusi ini ke tingkat pusat sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif.
Keragaman latar belakang peserta yang hadir, mulai dari pemuda hingga lansia, membuat dinamika diskusi menjadi lebih komprehensif. Perangkat desa menilai dialog langsung seperti ini efektif untuk mengedukasi warga secara objektif.
Hingga pertengahan acara, antusiasme peserta tidak menyurut dan ruang aula tetap dipenuhi oleh warga. Pihak panitia juga memastikan protokol kenyamanan ruang terpenuhi dengan baik selama jalannya diskusi formal.
Komitmen Menjaga Keutuhan NKRI di Tingkat Desa
Memasuki sesi akhir, jalannya agenda Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Ciamis ini menghasilkan kesepakatan bersama antar-elemen masyarakat. Para tokoh yang hadir menyatakan kesiapannya untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di lingkungan wilayah Panumbangan.
Edukasi yang disampaikan dinilai memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. Warga sepakat bahwa perbedaan pandangan politik tidak boleh merusak tatanan sosial yang ada.
Pelaksanaan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Ciamis terbukti mampu menyatukan persepsi berbagai organisasi kemasyarakatan yang sempat hadir. Langkah ini diapresiasi oleh kepala desa setempat sebagai bentuk perhatian nyata dari wakil rakyat pusat.
Pihak pemerintah desa berharap program edukasi hukum dan kebangsaan ini dapat terus berlanjut pada masa anggaran berikutnya. Hal itu dinilai penting demi menjaga kesinambungan pemahaman generasi muda di daerah.
Hasil Akhir dan Penutupan Acara Terstruktur
Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Ciamis yang dipimpin oleh Ida Nurlaela berjalan aman, tertib, dan lancar. Kondisi keamanan di sekitar lokasi Aula Desa Kertaharja dilaporkan kondusif hingga akhir acara.
Melalui Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Ciamis, diharapkan masyarakat Kecamatan Panumbangan dapat menerapkan nilai toleransi secara konkret dalam kehidupan sehari-hari.
Penutupan acara ditandai dengan foto bersama antara narasumber, perangkat desa, dan seluruh peserta.
Aparat desa memastikan seluruh warga membubarkan diri dengan tertib setelah seluruh rangkaian seremoni kedinasan selesai dilaksanakan.
Agenda kunjungan kerja ini menjadi salah satu fokus penguatan teritorial legislatif di wilayah Kabupaten Ciamis.
Berbekal selesainya acara ini, implementasi nilai kebangsaan kini berada di tangan masyarakat itu sendiri untuk memastikan semangat persatuan tetap terjaga di Desa Kertaharja lewat gerakan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Ciamis.





