
Tim dosen pakar Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) resmi menerjunkan tim ke Kabupaten Bogor, Sabtu (4/7/2026).
Langkah nyata melalui Pengabdian Masyarakat Lektor Kepala ini bertujuan membangun desa wisata Leuwimalang Bogor berbasis digital.
Program strategis ini difokuskan untuk mendongkrak ekonomi warga setempat secara instan dan berkelanjutan.
Selain itu, tim pakar melakukan pembenahan manajemen total bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah.
Potensi besar wilayah Puncak dinilai memerlukan sentuhan teknologi modern agar mampu bersaing di pasar nasional.
Ketua Pelaksana Pengmas, Dr. Nining Latianingsih, menyatakan wilayah ini memiliki modal alam dan kuliner luar biasa.
Terlebih lagi, letak geografis Leuwimalang berada di jalur strategis wisata Puncak yang selalu ramai wisatawan.
Namun, mayoritas pelaku usaha di sana masih konvensional sehingga kalah bersaing dengan produk modern.
Strategi Mewujudkan Desa Wisata Leuwimalang Bogor Berbasis Digital
Oleh karena itu, kehadiran tim dosen PNJ dirancang untuk menyelesaikan berbagai kendala manajemen warga.
“Masalah klasik lapangan adalah pengelolaan keuangan warga yang masih campur aduk dengan uang dapur,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemasan produk warga juga masih seadanya dan mereka belum melek teknologi digital.
Dalam kegiatan di Saung Natabuana ini, warga langsung diganjar enam materi pelatihan intensif sekaligus.
Pelatihan komprehensif ini bertujuan mempercepat terbentuknya desa wisata Leuwimalang Bogor berbasis digital yang mandiri.
Warga setempat terpantau sangat antusias mengikuti setiap sesi yang dipandu oleh para akademisi berpengalaman.
Untuk membenahi urusan internal, warga dibekali ilmu administrasi bisnis aplikatif oleh Dr. Dra. Iis Mariam.
Sementara itu, urusan finansial warga dikupas tuntas secara mendalam oleh pakar akuntansi Arif Santoso.
Ia mengajarkan cara menghitung Harga Pokok Penjualan yang presisi serta mengenalkan aplikasi pembukuan digital.
Bukan cuma urusan manajemen, para pelaku UMKM juga diajak langsung mempraktekkan pembuatan produk lokal.
Warga diajari mengolah keripik singkong dan talas Bogor agar bertekstur krispi serta higienis di lapangan.
Sesi krusial peningkatan mutu produk lokal ini berjalan sukses di bawah panduan Dra. S.E.L. Ninggarwati.
Agar usaha warga aman secara hukum, Dr. Nining memberikan edukasi terkait hukum bisnis UMKM.
Pemahaman aspek hukum ini menjadi fondasi penting bagi desa wisata Leuwimalang Bogor berbasis digital.
Dengan legalitas yang jelas, produk lokal diharapkan bisa menembus jaringan ritel modern yang luas.
Masuk ke sektor pemasaran, tim PNJ membidik digitalisasi total demi memperluas jangkauan pasar global.
Arizal Putra Pratama bersama mahasiswa ABT Arif Wicaksono mengajari pemuda trik mengemas konten media sosial.
Mereka mempraktekkan pembuatan konten Instagram dan TikTok Reels, hingga mendaftarkan lapak warga di Google Maps.
Tidak ketinggalan, praktek pembuatan website desa wisata juga langsung digarap bersama Mahar Azhari Alamsyah.
Keberadaan situs web resmi ini akan memperkuat identitas desa wisata Leuwimalang Bogor berbasis digital.
Lewat platform web tersebut, seluruh potensi wisata desa dapat diakses oleh publik selama 24 jam.
Melihat warganya disuntik ilmu modern, Kepala Desa Leuwimalang, Bunyamin, mengaku sangat bersyukur kepada PNJ.
Menurutnya, intervensi dunia kampus seperti ini sangat dinantikan warga agar bisa mandiri pasca-pandemi global.
Kehadiran para dosen ini dinilai memberikan dampak keterampilan yang luar biasa bagi masyarakat setempat.
“Sekarang warga jadi tahu cara mengemas keripik singkong agar menarik dan menghitung untung benar,” katanya.
Ia terharu karena kini masyarakatnya juga sudah bisa memasarkan produk unggulan mereka lewat internet.
Transformasi menuju desa wisata Leuwimalang Bogor berbasis digital diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah lain.
Potensi pariwisata yang dikelola dengan manajemen modern terbukti mampu meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat.
Penguatan sektor hilir pariwisata ini menjadi kunci utama keberhasilan seluruh program pengabdian masyarakat.
Agenda strategis ini dipantau langsung oleh Asisten Wakil Direktur Bidang MBKM PNJ, Risya Zahrotul Firdaus.
Ketua Jurusan Administrasi Niaga Dr. Wahyudi Utomo memastikan program ini punya cetak biru matang.
Pihak PNJ berkomitmen melakukan monitoring berkala demi menjaga konsistensi performa bisnis riil di masyarakat.
Pihak kampus juga siap menerjunkan mahasiswa untuk KKN tematik secara reguler pada masa mendatang.
Langkah ini diambil guna mengawal desa wisata Leuwimalang Bogor berbasis digital menjadi kawasan rintisan cerdas.
Dengan pengawalan ketat, kemandirian ekonomi yang dicita-citakan warga desa dapat terwujud secara nyata dan pasti.
Pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan teknologi digital terbukti menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi.
Melalui sinergi antara akademisi dan pemerintah desa, hambatan pemasaran pelaku UMKM lokal dapat diatasi.
Pola kemitraan strategis ini diharapkan terus berjalan secara konsisten, berkesinambungan, dan berorientasi hasil jangka panjang.
Pada akhirnya, keberhasilan ini sangat bergantung pada konsistensi warga dalam menerapkan seluruh materi pelatihan.
Pemantauan yang dilakukan oleh PNJ akan memastikan bahwa ekosistem digital di desa ini tetap berjalan optimal.
Sinergi berkelanjutan ini menjadi modal utama dalam mempertahankan desa wisata Leuwimalang Bogor berbasis digital.





