Berita

Mencekam! Proses Evakuasi Ular Berbisa di Ciamis Bikin Pekerja Proyek Lari Berhamburan

Petugas Damkar berhasil melakukan evakuasi ular berbisa di Ciamis dari pemukiman dan lokasi proyek jembatan. Simak kronologi selengkapnya.

Aksi evakuasi ular berbisa di Ciamis kembali menyita perhatian publik setelah petugas penanggulangan bencana bertindak cepat melumpuhkan dua reptil berbahaya sekaligus.

Peristiwa menegangkan tersebut terjadi pada Sabtu pagi di dua lokasi berbeda yang cukup padat aktivitas warga.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ciamis mendapat laporan dari masyarakat yang merasa terancam oleh keberadaan ular mematikan tersebut.

Tanpa mengulur waktu, personil piket segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan ketat.

Kejadian pertama bermula di Dusun Goropak, Desa Kawali, Kecamatan Kawali sekitar pukul 08.00 WIB.

Seorang pekerja proyek pembangunan jembatan bernama Ayi Dedi (56) tidak sengaja memergoki seekor ular berukuran besar saat sedang beraktivitas.

Reptil berwarna hitam pekat itu bersembunyi di balik sela-sela tumpukan batu material bangunan.

Mengingat lokasi tersebut penuh dengan pekerja dan dekat pemukiman warga, Ayi segera berinisiatif menghubungi pihak berwenang demi mencegah jatuhnya korban.

Menerima laporan darurat tersebut, Pos Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Kawali langsung merespons dengan menerjunkan empat personil terbaiknya.

Tim yang terdiri dari Adam, Asep, Rizal, dan Aridi tersebut bergerak cepat menuju lokasi menggunakan armada mobil tangki air Z 8447 T.

Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat S.IP., membenarkan proses penyelamatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa posisi ular sempat bergeser ke tepi sungai yang tidak jauh dari area proyek pembangunan jembatan.

Proses evakuasi ular berbisa di Ciamis kali ini membutuhkan kecermatan tinggi karena ukuran reptil yang sangat fantastis.

Petugas akhirnya berhasil mengamankan ular jenis King Kobra (Ophiophagus hannah) sepanjang 3 meter tanpa menimbulkan cedera pada pekerja.

Setelah memastikan area proyek benar-benar aman, para petugas kembali ke pos siaga pada pukul 09.15 WIB.

Namun, ketenangan tersebut tidak berlangsung lama karena laporan teror reptil kembali masuk dari wilayah lain.

Kronologi Penemuan Ular Welang di Atas Plafon Rumah

Sebelum insiden di Kawali ditangani, ancaman evakuasi ular berbisa di Ciamis sebenarnya sudah mengintai warga di lokasi berbeda pada pukul 07.00 WIB.

Baca Juga :  Bupati Ciamis Tekankan Komitmen Penguatan Peran Perempuan dalam Evaluasi P2WKSS 2025

Teror melata tersebut menyasar sebuah rumah warga di Dusun Karangsari RT 04 RW 01, Desa Cikaso, Kecamatan Banjaranyar.

Pemilik rumah, Asep Tryan Supantrie (34), terkejut bukan main saat sedang membersihkan kediamannya di pagi hari.

Saat mendongak ke atas, ia melihat kibasan ekor reptil berbahaya bersembunyi tepat di sela-sela plafon langit-langit rumahnya.

Rasa panik menyelimuti Asep lantaran ular tersebut memiliki corak belang yang sangat khas dan mematikan.

Khawatir terjadi patukan berbisa yang membahayakan nyawa keluarganya, ia segera menghubungi petugas piket Damkar di Pos WMK Banjarsari.

Tim Damkar Banjarsari yang tiba di lokasi langsung melakukan pemetaan area plafon untuk mengepung posisi keberadaan reptil tersebut.

Petugas terpaksa membobol sedikit bagian sisi plafon agar bisa menjangkau tubuh ular secara presisi dan aman. Kerja keras tim pemadam akhirnya buah hasil manis dalam waktu singkat.

Petugas berhasil mengeluarkan seekor ular welang sepanjang 1,5 meter yang bersembunyi di atap rumah Asep dengan menggunakan peralatan capit standar keselamatan.

Proses evakuasi ular berbisa di Ciamis ini sekaligus menegaskan komitmen tinggi dari jajaran Damkar dalam melindungi masyarakat dari berbagai ancaman bahaya non-kebakaran.

Warga pun merasa lega setelah dua jenis reptil paling mematikan tersebut berhasil diamankan.

Petugas mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah serta tumpukan material yang berpotensi menjadi sarang favorit ular berbisa.

Kehadiran semak belukar yang rimbun dan tumpukan barang bekas juga menjadi pemicu utama datangnya reptil berbahaya ke pemukiman.

Antisipasi Teror Ular Berbisa Saat Musim Pancaroba

Budi Rahmat menjelaskan bahwa fenomena kemunculan ular berbisa di area pemukiman warga sering kali dipengaruhi oleh perubahan cuaca dan kelembapan udara.

Keberadaan rantai makanan seperti tikus di dalam rumah juga menjadi daya tarik utama bagi ular untuk bersarang.

Oleh sebab itu, tindakan evakuasi ular berbisa di Ciamis akan terus disiagakan selama 24 jam penuh tanpa dipungut biaya.

Pihak Damkar meminta masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri yang berisiko tinggi jika menemukan ular berbahaya di sekitarnya.

Penanganan evakuasi ular berbisa di Ciamis yang cepat sangat bergantung pada laporan awal dari masyarakat yang kooperatif.

Baca Juga :  Wajah Baru Provinsi Jawa Barat 2026; Pusat Ekonomi Modern & Surga Wisata Nusantara!

Pemetaan posisi awal ular oleh saksi mata sangat membantu petugas dalam mempercepat proses evakuasi di lapangan.

Warga diajak untuk mematikan akses masuk ular dengan menutup celah-celah kecil di bawah pintu rumah maupun bagian atap.

Penggunaan wewangian beraroma menyengat seperti karbol juga dinilai efektif untuk mencegah ular masuk ke dalam ruangan.

Melalui keberhasilan penyelamatan ini, tim Damkar Ciamis kembali membuktikan profesionalismenya dalam merespons aduan darurat masyarakat.

Keberadaan Pos WMK di berbagai kecamatan sangat membantu mempercepat durasi tanggap darurat (response time) di wilayah rawan.

Dua ular mematikan yang berhasil ditangkap selanjutnya dibawa ke markas Damkar untuk diserahterimakan kepada pihak konservasi yang berwenang.

Hal ini dilakukan agar reptil tersebut dapat dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya yang jauh dari jangkauan aktivitas manusia.

Keberhasilan operasi evakuasi ular berbisa di Ciamis di dua lokasi berbeda ini mendapatkan apresiasi tinggi dari warga sekitar.

Warga kini dapat kembali beraktivitas dengan tenang tanpa rasa cemas akan ancaman gigitan ular berbahaya.

Seluruh jajaran pemadam kebakaran Ciamis menyatakan siap siaga merespons laporan sejenis demi menjaga kondusivitas dan keamanan lingkungan.

Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi nomor darurat Damkar terdekat apabila menemukan potensi bahaya sejenis di lingkungannya.

Tindakan cepat dalam evakuasi ular berbisa di Ciamis adalah bukti nyata pelayanan publik yang sigap dan berorientasi pada keselamatan jiwa masyarakat. Ke depan, sosialisasi penanganan awal ancaman satwa liar akan terus digalakkan ke desa-desa.

Kerja sama yang solid antara warga dan petugas menjadi kunci utama suksesnya penanganan ancaman evakuasi ular berbisa di Ciamis hingga tuntas.

Semua pihak berharap kejadian serupa dapat diminimalisasi melalui pola hidup bersih dan tertib lingkungan.

Petugas juga mengingatkan pentingnya menyediakan alat penerangan yang cukup di area-area gelap sekitar rumah.

Dengan demikian, keberadaan hewan berbahaya seperti evakuasi ular berbisa di Ciamis dapat terdeteksi lebih awal sebelum membahayakan keselamatan warga.

Akhirnya, rangkaian aksi penyelamatan ini menutup rentetan teror ular di wilayah Ciamis pada akhir pekan ini dengan aman dan terkendali.

Petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam dua insiden mencekam tersebut.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca