
Pertandingan play-off Liga Nusantara musim 2025/2026 antara PSGC Ciamis melawan Persiba Bantul di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (7/2/2026), menjadi salah satu laga paling dramatis sepanjang musim.
Duel penentuan tiket promosi ke Liga 2 ini harus dituntaskan melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang selama 120 menit dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Laga yang dijadwalkan dimulai pukul 15.30 WIB terpaksa mengalami penundaan selama sekitar 30 menit akibat hujan lebat disertai petir.
Pemain yang telah memasuki lapangan untuk melakukan pemanasan harus kembali ke sisi lapangan demi keselamatan.
Setelah kondisi memungkinkan, wasit Rio Permana Putra akhirnya meniup peluit tanda pertandingan dimulai pada pukul 16.00 WIB. Pertandingan ini disiarkan langsung oleh Nusantara TV.
Sejak menit awal, tensi pertandingan langsung meninggi. Kedua tim tampil agresif dengan ambisi besar untuk mengamankan kemenangan.
Hujan gerimis yang masih turun membuat kondisi lapangan licin dan menyulitkan permainan bola pendek.
Situasi tersebut memaksa PSGC maupun Persiba lebih sering mengandalkan umpan panjang dan memaksimalkan peluang dari situasi bola mati.
PSGC lebih dahulu memecah kebuntuan pada menit ke-23 babak pertama. Berawal dari tendangan sudut, Elang Shandi sukses menyundul bola hasil umpan lambung dari sisi kiri.
Sundulan keras penyerang andalan PSGC itu gagal diantisipasi kiper Persiba, Syamir. Gol tersebut menjadi gol kesembilan Elang Shandi sepanjang Liga Nusantara musim ini.
Tertinggal satu gol, Persiba Bantul merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-40.
Melalui skema serupa, kapten Persiba, Fachrizal Maulana, menyambut bola tendangan sudut dengan sundulan keras yang tak mampu dibendung kiper PSGC, M. Ridho. Kedudukan kembali imbang 1-1.
Drama babak pertama belum berakhir. Menjelang turun minum, tepat pada menit ke-45, PSGC kembali unggul.
Sidang Iskus yang ikut membantu serangan berhasil lolos dari jebakan offside dan melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dijangkau kiper Persiba.
Gol tersebut membawa PSGC unggul 2-1 hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Persiba Bantul kembali tampil menekan. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke lini pertahanan PSGC melalui kombinasi umpan rendah dan penetrasi langsung.
Namun, kondisi lapangan yang semakin berat akibat hujan membuat tempo permainan menguras stamina pemain kedua tim.
Seiring berjalannya waktu, sejumlah pemain tampak mengalami kelelahan dan kram. Bahkan, beberapa pemain harus mendapatkan perawatan medis dan ditandu keluar lapangan.
Tingginya tensi pertandingan juga memicu sejumlah pelanggaran, memaksa wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning.
Kedua tim melakukan pergantian pemain untuk menjaga keseimbangan fisik dan taktik.
Persiba akhirnya kembali menyamakan kedudukan pada menit ke-72. Untuk ketiga kalinya dalam laga ini, gol tercipta melalui skema tendangan sudut.
Sandi Arta Samosir menyambut bola lambung dengan sundulan keras yang kembali menaklukkan kiper PSGC.
Skor berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga waktu normal berakhir, termasuk enam menit tambahan waktu.
Dengan skor imbang, pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu selama 2 x 15 menit.
Namun, kelelahan fisik yang melanda hampir seluruh pemain membuat intensitas permainan menurun.
Meski kedua tim tetap berupaya mencari gol penentu, tidak ada tambahan gol yang tercipta hingga extra time usai.
Penentuan pemenang pun harus dilakukan melalui adu penalti. Drama kembali tersaji ketika eksekutor pertama Persiba, Restu Agung, gagal mencetak gol setelah tendangannya membentur tiang gawang.
Kegagalan Persiba bertambah saat kapten tim Fachrizal Maulana, sebagai penendang ketiga, tidak mampu menaklukkan kiper PSGC, M. Ridho, yang tampil gemilang di bawah mistar.
Sebaliknya, PSGC tampil sempurna dalam eksekusi penalti. Empat penendangnya—Robby Gerson Taniyauw, Elang Shandi, M. Fikram, dan kapten tim Ganjar Kurniawan—seluruhnya sukses menjalankan tugas.
Tendangan terakhir Ganjar Kurniawan memastikan kemenangan PSGC dengan skor adu penalti 4-2.
Wasit Rio Permana Putra menutup laga penuh drama tersebut dengan skor akhir kumulatif 6-4 (imbang 2-2 di waktu normal dan extra time).
Kemenangan ini memastikan PSGC Ciamis lolos promosi ke Liga 2 sekaligus menutup laga play-off Liga Nusantara dengan kisah perjuangan, emosi, dan ketegangan hingga detik terakhir.





