
Ketahanan stok beras Ciamis dipastikan berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Kepastian ini muncul setelah Anggota Komisi IV DPR RI, Ir. H. Herry Dermawan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Perum Bulog Pamalayan pada Kamis (5/3/2026).
Langkah proaktif ini dilakukan guna menjawab kekhawatiran publik mengenai potensi kelangkaan pangan dan lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, ketersediaan bahan pokok di wilayah Priangan Timur, khususnya Ciamis, justru menunjukkan tren yang sangat positif dengan kualitas yang melampaui ekspektasi.
Temuan Sidak DPR RI di Gudang Bulog Pamalayan
Dalam kunjungannya ke Gudang Pamalayan, Herry Dermawan memeriksa secara detail tumpukan karung beras yang akan didistribusikan ke masyarakat.
Ia mengungkapkan rasa syukur karena cadangan pangan tidak hanya mencukupi untuk hitungan minggu, melainkan hingga beberapa bulan ke depan.
Herry menyampaikan rasa syukurnya dengan nada optimis terkait ketersediaan stok beras Ciamis yang saat ini dinilai sangat mencukupi.
Ia menegaskan bahwa persediaan pangan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan lokal di wilayah Ciamis saja.
Lebih jauh lagi, pasokan ini dipastikan mampu menjangkau dan mengamankan kebutuhan daerah tetangga mulai dari Banjar, Pangandaran, Tasikmalaya, hingga Garut.
Salah satu hal yang menarik perhatian Herry adalah kualitas fisik dari beras yang tersimpan.
Berbeda dengan citra beras gudang yang kadang dianggap kusam, beras di Pamalayan justru memiliki aroma segar yang kuat dan tekstur yang terjaga.
Menurutnya, penggunaan karung transparan memudahkan petugas dan pengawas untuk melihat langsung kualitas premium dari butiran beras tersebut secara transparan.
Stok Beras Ciamis Capai 28.000 Ton di Priangan Timur
Pimpinan Cabang Perum Bulog Wilayah Ciamis, Johan Wahyudi, yang mendampingi sidak tersebut, memberikan data teknis yang lebih mendalam.
Ia menjelaskan bahwa total cadangan beras yang dikelola pihaknya saat ini mencapai angka 28.000 ton.
Jumlah fantastis ini merupakan akumulasi stok yang tersebar di empat gudang utama di bawah naungan Cabang Ciamis.
Mengingat Cabang Ciamis memiliki wilayah kerja terluas di Jawa Barat, manajemen logistik dilakukan dengan sangat ketat agar distribusi tetap lancar menjelang puncak mudik Lebaran.
“Stok 28.000 ton ini kami proyeksikan aman untuk kebutuhan reguler hingga enam bulan ke depan. Jadi, masyarakat tidak perlu melakukan panic buying karena pasokan di pasar akan terus kami jaga,” tegas Johan.
Penyerapan Gabah Petani Lokal Terus Digenjot
Keberhasilan menjaga stok beras Ciamis tidak lepas dari sinergi dengan para petani lokal.
Saat ini, wilayah Priangan Timur mulai memasuki musim panen awal, meski belum mencapai puncaknya (panen raya).
Bulog terus bergerak aktif menyerap gabah hasil panen petani untuk mengisi lumbung pangan daerah.
Target penyerapan gabah untuk tahun 2026 ini dipatok setara dengan 51.000 ton beras.
Proses pengadaan ini dilakukan dengan mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani.
Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga bagi konsumen.
Selain fokus pada komoditas beras, pihak Bulog juga menjamin ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) lainnya.
Minyak goreng dan kebutuhan dapur lainnya juga menjadi objek pengawasan ketat agar tidak terjadi permainan harga oleh spekulan di pasar-pasar tradisional Ciamis.
Tips Bagi Masyarakat Menjelang Lebaran
Dengan jaminan stok yang melimpah dari DPR RI dan Bulog, masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu diketahui konsumen:
- Jangan Menimbun: Pasokan beras dipastikan mengalir lancar melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
- Pantau Harga Resmi: Pastikan membeli beras sesuai dengan harga yang telah diregulasi oleh Badan Pangan Nasional.
- Dukung Petani Lokal: Konsumsi beras produksi lokal Ciamis membantu perputaran ekonomi daerah.
Melalui koordinasi antara legislatif dan eksekutif ini, diharapkan momen lebaran tahun ini dapat berjalan khidmat tanpa dibayangi kecemasan akan krisis pangan.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau pergerakan harga di pasar setiap harinya demi menjaga daya beli masyarakat di tengah momentum hari raya.





