Berita

3 Kisah Tangis Haru Penerima Bantuan Rutilahu Ciamis, Bupati Blusukan Malam Hari

Suasana haru menyelimuti malam Ramadan di pelosok Kecamatan Jatinagara saat Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, melakukan aksi blusukan mendadak.

Di tengah padatnya agenda Tarawih Keliling (Tarling) pada Rabu (4/3/2026), Herdiat turun langsung menyerahkan Bantuan Rutilahu Ciamis kepada sejumlah warga yang selama ini terpaksa hidup dalam kondisi hunian sangat memprihatinkan.

Kehadiran orang nomor satu di Tatar Galuh ke wilayah eks Kewedanaan Kawali ini bukan sekadar kunjungan seremonial biasa.

Ia datang membawa angin segar sekaligus secercah harapan baru untuk mendistribusikan Bantuan Rutilahu Ciamis secara langsung.

Langkah jemput bola di malam yang dingin ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Fokus utamanya sangat jelas dan terukur, yakni meningkatkan kualitas hunian masyarakat bawah sekaligus mendongkrak taraf kesejahteraan sosial masyarakat secara berkelanjutan.

Fakta Pahit di Balik Penyaluran Bantuan Rutilahu Ciamis

Menariknya, sebelum menyerahkan bantuan secara simbolis, Bupati Herdiat menolak keras kebiasaan hanya menerima laporan dari atas meja.

Oleh karena itu, ia didampingi jajaran terkait memilih turun langsung mengecek kondisi fisik rumah para calon penerima manfaat.

Dalam peninjauan lapangan tersebut, Bupati menyaksikan sendiri realitas pahit yang harus dihadapi warganya setiap hari.

Ia melihat dengan mata kepala sendiri atap rumah yang bocor di berbagai sudut saat hujan turun melanda.

Tidak hanya itu, dinding bilik bambu tampak mulai lapuk dimakan usia. Bahkan, kondisi lantai sebagian besar rumah tersebut masih berupa tanah yang lembap dan jauh dari standar kesehatan tempat tinggal.

Melihat kondisi yang mengiris hati tersebut, Herdiat menegaskan bahwa program Bantuan Rutilahu Ciamis ini tidak boleh hanya menjadi sekadar formalitas belaka.

Penyaluran dana pemerintah harus benar-benar tepat sasaran agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh warga yang paling berhak.

Baca Juga :  BPOM dan Dinkes Ciamis Perkuat Pengawasan Jajanan Anak Sekolah

Sinergi CSR Cairkan Dana Rp20 Juta Tanpa Bebani APBD

Untuk merealisasikan program pengentasan hunian kumuh secara berkelanjutan di Kabupaten Ciamis, setiap keluarga yang berstatus sebagai penerima manfaat dipastikan mendapatkan alokasi dana segar sebesar Rp20 juta.

Dana puluhan juta tersebut nantinya akan difokuskan sepenuhnya untuk memperbaiki struktur utama bangunan rumah.

Proses perbaikannya mencakup pemasangan atap yang layak, penguatan struktur dinding, serta penyediaan lantai yang sehat dan bersih.

Dengan demikian, bangunan yang dulunya nyaris roboh akan berubah menjadi lebih aman dan nyaman dihuni oleh seluruh anggota keluarga.

Perlu diketahui oleh publik, anggaran besar untuk program ini ternyata tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sepenuhnya.

Alokasi dana Bantuan Rutilahu Ciamis kali ini bersumber dari kolaborasi strategis melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Sektor perbankan turut ambil bagian penting dalam aksi sosial ini. Sinergi terjalin kuat antara pemerintah daerah dengan lembaga keuangan ternama seperti Bank BJB serta BPR Karya Utama Jabar Perseroda.

Menurut Herdiat, pemerintah daerah tentu tidak bisa bekerja sendiri dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem.

Oleh sebab itu, sinergi yang berkesinambungan dengan dunia usaha melalui program CSR sangat krusial untuk membantu percepatan kesejahteraan masyarakat.

Kisah Lansia Sebatang Kara Hingga Tulang Punggung Keluarga

Suasana haru biru seketika tak terbendung saat Bupati Herdiat menyambangi kediaman beberapa warga secara langsung. Tiga di antaranya adalah rumah pasangan Nani Atikah, kediaman Mak Emah (76), dan Ihin Solihin (49).

Mak Emah adalah seorang lansia rentan yang harus menjalani masa tuanya dengan hidup sebatang kara di gubuk reotnya.

Sementara itu, Ihin Solihin memiliki kisah yang cukup memantik empati rombongan karena ia dengan tulus merawat adiknya yang berstatus berkebutuhan khusus.

Baca Juga :  Pj Bupati Ciamis Apresiasi Semangat Juang Peserta Fun Run

Di tengah himpitan ekonomi yang mencekik, hadirnya program unggulan Bantuan Rutilahu Ciamis ini seolah menjadi keajaiban dan pelita harapan baru bagi keluarga-keluarga kecil tersebut.

Sambil menahan isak tangis yang tertahan, Nani Atikah menyampaikan rasa syukurnya yang tak terhingga kepada rombongan bupati yang hadir di malam itu.

“Alhamdulillah, ya Allah. Saya sangat bersyukur dan terharu. Selama ini, setiap kali hujan lebat dan angin kencang turun, kami selalu waswas dan tidak bisa tidur karena takut atap bocor serta dinding tiba-tiba roboh,” ungkap Nani dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.

Lebih lanjut, Nani juga menyampaikan ucapan terima kasih mendalam kepada Bupati Ciamis dan semua pihak yang telah mewujudkan mimpinya memiliki rumah layak.

Rasa lega yang sama juga diutarakan dengan tulus oleh Mak Emah. Lansia sebatang kara tersebut seolah tak percaya rumahnya akhirnya akan diperbaiki oleh pemerintah.

“Rumah ini sudah lama rusak, Emak kadang takut kalau malam. Mudah-mudahan setelah diperbaiki nanti, Emak bisa tinggal dan beribadah salat dengan lebih tenang,” tuturnya lirih seraya mengusap air mata kerinduannya akan kenyamanan.

Di sisi lain, Ihin Solihin yang selama ini menjadi tulang punggung bagi adiknya, menyebut bantuan tersebut sebagai berkah Ramadan terindah yang tak ternilai harganya.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kehidupan kami ke depannya. Semoga menjadi amal kebaikan dan ladang pahala untuk semua pihak yang terlibat,” ucap Ihin penuh rasa syukur.

Pada akhirnya, lebih dari sekadar perbaikan fisik bangunan menggunakan campuran semen dan batu bata, penyaluran Bantuan Rutilahu Ciamis telah menjelma menjadi simbol kuat kepedulian sosial yang nyata.

Ini adalah wujud autentik kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat miskin yang paling membutuhkan uluran tangan di bulan penuh ampunan ini.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca