
Ketanggapan dan kecepatan menjadi dua faktor krusial dalam menghadapi situasi darurat. Hal itulah yang kembali dibuktikan oleh UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Ciamis saat menangani kebakaran rumah warga di Dusun Kandang Gajah, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Selasa malam (13/5/2025).
Sekitar pukul 19.20 WIB, warga setempat dikejutkan dengan kemunculan asap pekat yang mengepul dari atap salah satu rumah permanen di kawasan tersebut.
Rumah tersebut diketahui milik Adjie Sakabuana (61), seorang warga yang menurut keterangan tetangga mengalami gangguan kejiwaan.
Seorang warga yang sedang melintas menjadi saksi pertama dari awal peristiwa. Ia melihat asap yang mengepul dari sisi atap dan segera memberitahu Ketua RT.
Langkah cepat pun diambil. Ketua RT lantas menghubungi petugas pemadam kebakaran. Respons cepat ini menjadi faktor penentu yang sangat krusial dalam meminimalkan kerusakan.
Petugas Damkar Kabupaten Ciamis menerima laporan kebakaran pada pukul 20.10 WIB.
Tidak butuh waktu lama, hanya sembilan menit kemudian, yakni pukul 20.19 WIB, armada pemadam tiba di lokasi kejadian.
Begitu sampai di lokasi, tim langsung bergerak cepat melakukan pemadaman di titik-titik api yang masih menyala.
Proses pemadaman dilakukan dengan teknik pendinginan menyeluruh guna memastikan tidak ada bara api tersisa yang bisa memicu kebakaran ulang.
Dalam waktu singkat, kobaran api berhasil dikendalikan.
Dari hasil pengecekan di lapangan, luas bangunan yang terbakar mencapai sekitar 25 meter persegi dari total 50 meter persegi.
Meski tidak menghanguskan seluruh bangunan, insiden ini tetap menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 15 juta.
Setelah api berhasil dijinakkan, tim pemadam tidak langsung beranjak. Mereka melanjutkan tugas dengan melakukan observasi menyeluruh untuk memastikan keamanan lokasi, serta mendata seluruh rincian insiden sebagai bahan laporan kepada pimpinan dan dokumentasi penanganan kebakaran.
Selain menjalankan tugas utama dalam pemadaman, tim Damkar juga menyempatkan diri memberikan edukasi kepada warga sekitar.
Sosialisasi mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran disampaikan secara langsung.
Warga juga diberi informasi seputar nomor darurat Damkar Kabupaten Ciamis dan keberadaan Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK), agar di masa mendatang penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Kabupaten Ciamis, Fery Rochwandi, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah sigap melaporkan insiden tersebut.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara warga dan petugas menjadi kunci dalam upaya penyelamatan jiwa dan harta benda dari bahaya kebakaran.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah cepat bertindak. Ini membuktikan bahwa kesadaran dan kerjasama menjadi fondasi utama dalam menghadapi kebakaran,” ujar Fery.
Ia menambahkan bahwa selain bertugas memadamkan api, petugas Damkar juga memiliki tanggung jawab dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dini terhadap bahaya kebakaran.
“Kami selalu mengingatkan warga untuk menyimpan dan menyebarluaskan nomor darurat Damkar. Satu laporan cepat bisa menyelamatkan banyak hal,” imbuhnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa bahaya kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.
Namun, ketika masyarakat bersikap waspada dan proaktif, serta petugas bergerak cepat dan profesional, risiko kerusakan besar dapat ditekan secara signifikan.
Sebagai bentuk antisipasi ke depan, UPTD Damkar Ciamis terus mengimbau seluruh warga agar tidak menyepelekan tanda-tanda awal kebakaran.
Asap, bau hangus, atau suara percikan dari instalasi listrik bisa menjadi alarm awal yang harus segera direspons dengan menghubungi petugas berwenang.
Semangat gotong royong antara warga dan petugas menjadi kekuatan utama yang patut terus dijaga dan ditingkatkan.
Tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga dalam membangun budaya keselamatan bersama.





